SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Menindaklanjuti kuota pupuk subsidi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, memastikan stok untuk saat ini masih aman dan berlimpah hingga akhir tahun 2026, berdasarkan pantauan langsung di lapangan ke sejumlah agen dan kios pupuk yang ada di Bangkalan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Pemkab Bangkalan Abu Said mengatakan, untuk jatah alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat untuk masyarakat petani di Kabupaten Bangkalan tahun ini sebanyak 33.771 ton, terdiri atas pupuk urea, NPK dan pupuk organik.
Baca juga: Lewat ‘AKU Hatinya PKK’, Pemkab Bangkalan Siap Perkuat Ketahanan Pangan
"Realisasi penyaluran di Bangkalan ini antara 22 persen hingga 61 persen," ungkapnya, Senin (31/08/2026).
Ia menjelaskan, realisasi penyaluran urea mencapai sekitar 45 persen, pupuk organik 22 persen dan pupuk NPK 61 persen. Menurutnya, di Bangkalan distribusi pupuk bersubsidi dilakukan mulai dari pabrik, distributor, kios, hingga petani.
Baca juga: Bangun Kawasan Produktif, Pemkab Bangkalan Perluas Jaringan Air Bersih hingga Suramadu
"Jadi, untuk stok pupuk yang tersedia, sampai di tingkat kios aman. Di gudang ada sekitar 2.000 ton. Di Bangkalan ini ada sebanyak 112 kios pupuk yang tersebar di 18 kecamatan," kata dia.
Sementara itu, untuk harga tebus pupuk sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Untuk pupuk urea dipatok sekitar Rp 1.800 per kilogram atau Rp90 ribu per sak (50 kilogram), NPK Rp1.840 per kilogram atau Rp92 ribu per sak (50 kilogram), sedangkan pupuk organik Rp640 per kilogram atau Rp 25.600 per sak (40 kilogram).
Baca juga: Angka Stunting Masih Tinggi, Pemkab Bangkalan Canangkan Program KCS
Lebih lanjut, selain memastikan ketersediaan stok, Pemkab Bangkalan juga memastikan distribusi pupuk bersubsidi di wilayah itu tepat sasaran, karena pemkab telah membentuk tim pemantau di semua kecamatan se-Kabupaten Bangkalan. bg-01/dsy
Editor : Redaksi