Lewat SAPA MAMA, Pemkab Nganjuk Dorong Kesejahteraan Kelompok Masyarakat

surabayapagi.com
Kegiatan Pembinaan Sekolah Perempuan, Anak dan Masyarakat Marjinal (SAPA MAMA) di Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom. SP/NGJ

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Melalui kegiatan Pembinaan Sekolah Perempuan, Anak dan Masyarakat Marjinal (SAPA MAMA), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) setempat komitmen dalam memberdayakan perempuan, melindungi anak, dan mengangkat kesejahteraan kelompok masyarakat yang berada dalam lingkungan marjinal agar semakin mandiri dan berdaya saing di tengah kehidupan bermasyarakat.

Triana Wuri Cahyanti, selaku Fasilitator SAPA MAMA Kabupaten Nganjuk, di Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom menyampaikan, pendekatan yang interaktif, melibatkan partisipasi aktif peserta melalui diskusi, latihan langsung, dan berbagi pengalaman, sehingga suasana belajar menjadi hidup, tidak membosankan, dan mudah dipahami oleh semua kalangan.

Baca juga: Genjot Proyek Strategis, Pemkab Nganjuk Kucurkan Anggaran hingga Rp40 Miliar

“Bukan hanya materi yang di sampaikan tapi juga pendekatan yang interaktif menjadi bekal utama untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif, membangun keberanian dalam menyampaikan pendapat, gagasan, maupun kebutuhan diri sendiri maupun lingkungan sekitar, serta menumbuhkan dan memperkuat rasa percaya diri saat berbicara di hadapan umum,” jelasnya, Senin (31/08/2026).

Baca juga: Tuntas Akhir Juli, Pemkab Nganjuk Terus Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat

Lebih lanjut, agar semakin berani tampil, menyuarakan aspirasi, dan tidak ragu menyampaikan hal-hal yang positif maupun yang perlu diperhatikan bersama demi kemajuan diri maupun lingkungan tempat tinggal. Sehingga, dengan adanya pembinaan SAPA MAMA dapat tumbuh dan berkembang diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang positif, inklusif, dan sungguh-sungguh memberdayakan seluruh peserta yang terlibat.

Baca juga: Lomba Panahan Tradisional Bertajuk ‘Gladen Alit’ di Nganjuk, Berbaju Adat Jawa

“Melalui kegiatan berkelanjutan semacam ini, diharapkan para murid SAPA MAMA semakin tumbuh percaya diri, berani menyuarakan aspirasi dengan cara yang santun dan terarah, serta mampu mengambil peran yang lebih aktif, bermakna, dan bermanfaat dalam lingkungan keluarga, lingkungan tetangga, maupun dalam tatanan masyarakat luas,” tuturnya. ng-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru