27 Ton Bantuan Dikirim dari Jatim ke Flores, Logistik Akan Disebar ke Sejumlah Titik Bencana

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Sidoarjo – Solidaritas masyarakat Jawa Timur untuk warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir. Sebanyak 62 mobil membawa total 27 ton bantuan logistik diberangkatkan melalui program Kapal Kemanusiaan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur di kawasan Juanda, Sidoarjo, Jumat (4/9/2026).

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kanwil Kemenag Jatim bersama sejumlah lembaga filantropi dan organisasi kemanusiaan, di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Lembaga Amil Zakat (LAZ), Forum Zakat (FOZ), serta para relawan.

Baca juga: Solidaritas ke Warga NTT Terdampak Gempa, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, bantuan yang dikirim mayoritas berupa bahan kebutuhan pokok dan makanan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang masih terdampak bencana.

“Total ada 62 mobil yang memuat bantuan dengan jumlah 27 ton,” kata Akhmad saat pemberangkatan bantuan di Sidoarjo, Jumat (4/9/2026).

Menurut dia, pengiriman tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat akibat bencana.

“Kita bersyukur hingga hari ini jiwa kemanusiaan kita masih ada dalam diri kita. Jiwa kemanusiaan ini berfungsi untuk terus membantu saudara-saudara kita yang dilanda bencana di beberapa tempat di Indonesia,” ujarnya.

Akhmad menegaskan, kepedulian terhadap korban bencana tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat. Menurutnya, masyarakat yang terdampak membutuhkan dukungan bersama, baik dalam bentuk doa maupun bantuan material.

“Hari ini mungkin Allah belum menguji kita, tetapi mungkin suatu saat nanti Allah akan menguji kita dengan caranya. Saudara-saudara kita yang sedang diuji membutuhkan kekuatan dari kita semua, baik dengan doa maupun bantuan materi,” katanya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Ketua FOZ Jawa Timur, Ziyad, mengatakan pengiriman tahap ini difokuskan pada barang bantuan. Setelah tiba di NTT, logistik akan diterima relawan yang telah berada di lapangan untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Bantuan tersebut akan diturunkan di Maumere, Kabupaten Sikka, sebelum disebarkan ke sejumlah titik yang membutuhkan.

“Untuk pengiriman hari ini khusus barang saja. Nanti di sana akan diterima para relawan untuk segera disalurkan,” kata Ziyad.

Ia menjelaskan, distribusi akan menyesuaikan kondisi dan persebaran penyintas di lapangan. Sejumlah lembaga yang terlibat dalam pengiriman juga telah memiliki jaringan relawan di wilayah terdampak sehingga diharapkan proses penyaluran dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kita sesuaikan dengan kondisi saat ini karena penyintas tersebar di beberapa titik bencana,” ujarnya.

Pengiriman melalui jalur laut dinilai penting mengingat kebutuhan logistik masih diperlukan di berbagai wilayah terdampak Flores. Sehari sebelumnya, bantuan kemanusiaan juga dikirim melalui KM Tidar menuju Maumere. 

Sebanyak 152 koli bantuan yang berasal dari berbagai elemen masyarakat diangkut untuk mendukung kebutuhan pangan, air, kesehatan, bayi, hingga kebutuhan dasar lainnya.

Baca juga: Jelang Natal, Kakanwil Kemenag Jatim Tinjau Kesiapan Ibadah di Gereja Surabaya

Ketua BAZNAS Jawa Timur Mohammad Ghofirin memastikan pengiriman bantuan ke Flores bukan merupakan bantuan terakhir. BAZNAS Jatim bersama jaringan BAZNAS di tingkat nasional dan daerah akan terus memantau perkembangan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Dari BAZNAS akan terus berkomitmen untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Dan ini bukan bantuan kita yang terakhir,” kata Ghofirin.

Ia mengatakan, bantuan berikutnya akan disesuaikan dengan hasil pemantauan dan data terbaru dari para relawan di lokasi bencana.

“Kita akan me-range bantuan selanjutnya sesuai dengan data lapangan yang terakhir,” ujarnya.

Ghofirin menambahkan, koordinasi dengan BAZNAS RI, BAZNAS provinsi, serta BAZNAS kabupaten/kota akan terus dilakukan. Pemantauan kondisi penyintas juga menjadi dasar dalam menentukan jenis dan jumlah bantuan berikutnya.

“Dengan dukungan penuh dari Kemenag Kanwil Jawa Timur dan FOZ, kami akan tetap mengirimkan bantuan secara berkala untuk saudara-saudara kita,” katanya.

Bantuan dari Jawa Timur dikirim ketika penanganan pascagempa Flores masih berlangsung. BNPB memperpanjang masa tanggap darurat pascagempa di Kabupaten Sikka hingga 11 September 2026.

Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Berikan Pembinaan ASN Kemenag Jatim

Berdasarkan data BNPB per 30 Agustus 2026, jumlah pengungsi akibat rangkaian gempa di NTT mencapai 188.161 orang.

Korban meninggal dunia tercatat 111 orang, sedangkan korban luka mencapai 1.631 orang, terdiri dari 223 orang luka berat dan 1.408 orang luka ringan.

Kerusakan juga terjadi pada 95.567 unit rumah, dengan rincian 46.161 rumah rusak ringan, 21.992 rusak sedang, dan 27.414 rusak berat. Wilayah dengan konsentrasi pengungsi besar antara lain Manggarai dan Nagekeo, selain Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap makanan, air bersih, perlengkapan kesehatan, kebutuhan bayi, hingga perlengkapan dasar lainnya masih menjadi bagian penting dalam respons kemanusiaan.

Pemerintah dan berbagai organisasi kemanusiaan pun terus mengirimkan bantuan. Pemerintah Provinsi NTT pada awal September juga menerima bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan dan gizi, air, sanitasi dan higiene, hunian, serta layanan kesehatan dasar.

Di tengah situasi tersebut, pengiriman 27 ton logistik dari Jawa Timur diharapkan dapat memperkuat pasokan bantuan bagi penyintas yang tersebar di sejumlah titik.

Akhmad berharap seluruh bantuan dapat segera tiba dan diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Harapannya bantuan ini dapat sampai ke tujuan, karena saudara-saudara kita sudah menunggu bantuan,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru