Bupati Madiun Hari Wuryanto saat membuka secara simbolis Porsadin IV DPC FKDT kabupaten Madiun
[6/9, 10.54] Pak Aril: PORSADIN IV Kabupaten Madiun Diikuti 5000 Santri, Bupati Tekankan Sportivitas dan Pembentukan Karakter
SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebanyak 5000 santri dari berbagai madrasah diniyah se-Kabupaten Madiun mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) IV yang digelar DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Madiun, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Alun-Alun Reksogati Caruban tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para santri, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi sekaligus pengembangan bakat dan pembentukan karakter generasi muda.
Baca juga: Pemkab Madiun Sosialisasikan Aturan Pengangkatan Anak, Cegah Adopsi Anak Ilegal
Ketua Panitia PORSADIN IV Kabupaten Madiun, Gus Mahbubi, mengatakan ribuan santri yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan peserta dari madrasah takmiliyah di seluruh Kabupaten Madiun.
“Peserta yang berada di Alun-Alun Reksogati ini tercatat 5.132 santri. Kemudian yang mengikuti perlombaan di 11 titik di pusat pemerintahan Kabupaten Madiun sebanyak 650 santri, termasuk yang berada di GOR Pangeran Timur,” ujarnya.
Selain peserta lomba, kegiatan tersebut juga melibatkan sekitar 500 pendamping. Dengan demikian, total peserta dan pendamping yang hadir mencapai 6.282 orang.
Gus Mahbubi menjelaskan, PORSADIN IV menjadi bagian dari upaya FKDT Kabupaten Madiun untuk membekali santri agar memiliki semangat berkompetisi dalam hal-hal positif. “Menjadi para santri yang mempunyai jiwa bermusabaqah, istilah Pak Bupati jiwa-jiwa petarung dalam hal kebaikan,” katanya.
Dalam PORSADIN IV tersebut, terdapat enam cabang perlombaan yang meliputi bidang seni, olahraga dan keagamaan. Para pemenang nantinya akan mendapatkan pembinaan sebelum dipersiapkan mengikuti seleksi tingkat wilayah di Kabupaten Lumajang pada 25 September 2026.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan PORSADIN bukan sekadar ajang untuk mencari pemenang. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam membangun karakter santri melalui olahraga, seni dan kegiatan keagamaan.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga wadah silaturahmi, pengembangan bakat, serta pembentukan karakter para siswa madrasah diniyah,” kata Hari.
Baca juga: Komitmen Perluas Pasar UMKM, Pemkab Madiun Perkuat Kolaborasi Antarwilayah
Menurutnya, melalui olahraga para santri dapat belajar mengenai sportivitas, kedisiplinan dan kerja sama. Sementara melalui seni, para santri didorong untuk mengembangkan kreativitas, kehalusan budi serta kecintaan terhadap budaya bangsa.
Hari menilai pendidikan diniyah tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga harus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi di berbagai bidang.
“Dengan demikian, madrasah diniyah menjadi lembaga pendidikan yang holistik, membentuk insan kamil yang siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Ia pun meminta seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, kemenangan bukan menjadi satu-satunya tujuan dalam sebuah kompetisi.
Baca juga: Setelah APJ, Pemkab Madiun Siapkan Skema KPBU untuk Pembangunan Jalan
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana kita belajar berproses dan memperkuat persaudaraan di antara sesama santri dan madrasah,” jelasnya.
Hari berharap PORSADIN IV dapat menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, membangun karakter generasi muda serta mengharumkan nama Kabupaten Madiun di tingkat yang lebih luas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan DPC FKDT Kabupaten Madiun yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, sukses, dan membawa manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Madiun,” pungkasnya. Adv
Editor : Redaksi