SURABAYAPAGI.com, Malang - Imbas peristiwa erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di kawasan Selat Sunda, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur menyebut lima jadwal penerbangan dengan tujuan Jakarta dibatalkan.
Kelima penerbangan terdampak erupsi GAK tersebut, terdiri dari empat maskapai Batik Air dan satu maskapai Citilink yang berangkat dari Bandara Abdulrachman Saleh Malang dengan destinasi pendaratan di dua bandara di Jakarta, yaitu Bandara Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.
Baca juga: PVMBG: Gunung Anak Krakatau Kembali Meletus dan Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 800 Meter
"Kami menyampaikan bahwa penerbangan hari ini (Minggu) dari rencana lima penerbangan di cancel (dibatalkan) semua, ini karena adanya penutupan bandara di Jakarta setelah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Purwo Cahyo Widhiatmoko, Senin (07/09/2026).
Berdasarkan data dari UPT Bandara Abdulrachman Saleh Malang, maskapai Batik Air terdapat dua jadwal penerbangan dengan rute Bandara Abdulrachman Saleh - Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang jadwal waktu keberangkatannya pada pukul 10.50 WIB dan pukul 15.05 WIB.
Baca juga: Tahun 2023, Gunung Anak Krakatau Sudah 50 Kali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 800 Meter
Sedangkan, maskapai Citilink yang memiliki rute serupa dijadwalkan berangkat dari bandara di Malang pada pukul 11.25 WIB. Kemudian, untuk dua jadwal keberangkatan maskapai Batik Air dari Bandara Abdulrachman Saleh - Bandara Halim Perdanakusuma, yakni pada pukul 09.15 WIB dan 13.35 WIB.
Seluruh penumpang terdampak pembatalan jadwal penerbangan, disebutnya bisa mengajukan permohonan skema refund atau pengembalian biaya pembelian tiket maupun reschedule atau penjadwalan ulang kepada pihak masing-masing maskapai.
Baca juga: Rute Penerbangan di Bandara Banyuwangi Bertambah
Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa kondisi di Bandara Abdulrachman Saleh masih dalam posisi aman atau tidak ditemukan adanya debu vulkanik dari erupsi GAK. "Dilakukan monitor oleh personel yang ada di bandara. Kondisi bandara di Malang aman, tidak ada debu vulkanik," jelasnya. ml-01/dsy
Editor : Redaksi