SURABAYA PAGI. COM, Mojokerto - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto terus mendorong partisipasi masyarakat dalam membantu memenuhi kebutuhan darah di Mojokerto Raya.
Baca juga: Raih Skor Tinggi 90,15, Nilai SAKIP Bagian Umum Setdakot Mojokerto Sangat Memuaskan
Salah satunya melalui kegiatan donor darah dalam rangka Anniversary XoW Resto ke-9, di Jalan Jayanegara Nomor 24, Kota Mojokerto, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan donor darah tersebut menjadi bagian dari kolaborasi kemanusiaan PMI Kota Mojokerto dan XoW Resto untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebutuhan darah sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam aksi kemanusiaan.
Humas PMi Kota Mojokerto, Dimas Hariadi mengatakan Untuk tahun 2026, PMI Kota Mojokerto menargetkan penyediaan minimal 22.000 kantong darah. Target ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, seiring dengan upaya mewujudkan kemandirian layanan darah bagi masyarakat.
Selain capaian tersebut, UPD PMI Kota Mojokerto juga terus mendorong peningkatan kualitas layanan. Salah satunya melalui penyediaan layanan Packed Red Cells (PRC), yang ditujukan untuk pasien dengan kebutuhan khusus seperti penderita autoimun dan kelainan tertentu.
Baca juga: Stok Darah Golongan A dan AB Kian Menipis, PMI Kota Mojokerto Ajak Masyarakat Donor Darah
Menurut Dimas, layanan ini menjadi salah satu inovasi yang tidak dimiliki semua daerah. Hal ini menunjukkan komitmen PMI Kota Mojokerto dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih maju dan berkualitas.
Ke depan, peningkatan tidak hanya difokuskan pada jumlah ketersediaan darah, tetapi juga pada kualitas layanan. PMI Kota Mojokerto berupaya menghadirkan peralatan medis yang lebih modern dan terstandar guna menjamin keamanan bagi masyarakat.
“Sehingga para pasien memiliki keyakinan bahwa layanan darah yang diberikan benar-benar aman secara kesehatan,” tambahnya.
Baca juga: Peringati Maulid Nabi dan HUT RI, Pemkot Mojokerto Datangkan Da'i Kondang Ustadz Zacky Mirza
Dalam kesempatan tersebut, Dimas juga berharap kegiatan donor darah dapat dilakukan secara rutin dan melibatkan semakin banyak elemen masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan stok darah.
"Kita terus berupaya mendorong masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial yang dapat memberikan manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan," pungkasnya dwi
Editor : Redaksi