SURABAYAPAGI.com, Jombang - Sejumlah petani cengkeh di Wonosalam, Jombang mulai merasa lega lantaran harga cengkeh mengalami kenaikan. Meski demikian, hal itu belum sepenuhnya menjadi kabar baik bagi petani di Wonosalam, Jombang. Karena hama dan penyakit masih mengancam tanaman mereka.
Serangan yang telah berlangsung sejak awal 2000-an itu dapat membuat pohon layu, pucuk dan daun mengering, hingga akhirnya harus ditebang. Serangan mulai dari penggerek batang, gangguan pada akar, hingga hama pada daun dapat menghambat pertumbuhan bahkan menyebabkan pohon mati.
Baca juga: Muktamar NU-35 Di Jombang Ricuh, Ratusan Masa Gruduk Arena Pleno Desak Pimpinan Sidang Diganti
Gangguan pada tanaman tersebut bisa muncul dengan gejala berbeda-beda. Ada pohon yang tiba-tiba layu, sementara bagian pucuk dan daun perlahan mengering. Jika tidak segera ditangani, kondisi tanaman dapat semakin parah.
”Penyakit ini sudah menyerang sejak awal 2000-an sampai sekarang. Jadi banyak tantangannya kalau menanam pohon cengkeh,” ujar Endon Siswoyo, salah satu petani cengkeh, Kamis (10/09/2026).
Baca juga: Pasokan dari Petani Turun Drastis, Harga Cabai dan Sayuran di Jombang Ikut Melonjak
Serangan penyakit tidak hanya mengancam tanaman yang masih muda. Pohon cengkeh yang telah berumur puluhan tahun pun tetap berpotensi terserang. Padahal, tanaman tua yang masih sehat justru memiliki produktivitas cukup tinggi. Karena itu, menjaga kesehatan tanaman menjadi pekerjaan penting bagi petani.
Ketika muncul gejala serangan hama maupun penyakit, petani biasanya berupaya melakukan penanganan menggunakan obat-obatan pertanian sesuai dengan gangguan yang menyerang.
Baca juga: Masih Mahal, Harga Gabah Kering Panen di Jombang Tembus Rp7.800 per Kg
Endon mengaku, hingga kini penanganan penyakit tanaman cengkeh masih menjadi persoalan yang tidak mudah bagi petani. Dia berharap ada kajian dan pendampingan yang lebih serius agar petani memiliki acuan yang lebih jelas dalam mencegah maupun menangani penyakit tanaman.
”Dari sekian ahli dan pakar terkait penyakit pohon cengkeh ini belum ada solusi untuk pencegahan atau pengobatannya, baik dari dinas terkait maupun,” ujarnya. jb-01/dsy
Editor : Redaksi