Tanggapi Aktivitas Gunung Semeru di Medsos, Pemkab Lumajang: Perlu Diikuti Sumber Resmi

surabayapagi.com
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang Mustaqim. sP/ LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melihat status siaga aktivitas Gunung Semeru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, mengajak warga untuk lebih bijak menggunakan media sosial terkait hal tersebut yang masih fluktuatif, sehingga masyarakat dihimbau untuk memastikan sumber dan kebenarannya terlebih dahulu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang Mustaqim mengatakan, terkait perkembangan aktivitas Semeru perlu diikuti melalui sumber resmi, bukan semata-mata berdasarkan unggahan yang beredar di media sosial. Dengan begitu, masyarakat dapat memahami kondisi berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan mengambil sikap sesuai arahan petugas.

Baca juga: Pemkab Lumajang Lindungi Petani dan Konsumen di Tengah Kenaikan Harga Cabai

"Di tengah derasnya arus kabar di media sosial, satu informasi yang keliru dapat dengan mudah menimbulkan keresahan. Karena itu Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang mengajak masyarakat lebih cermat menerima, memeriksa, dan menyebarkan informasi mengenai aktivitas gunung api. Pastikan terlebih dahulu informasi tersebut benar dan berasal dari sumber resmi,” jelasnya, Rabu (16/09/2026).

Baca juga: Lewat Jemput Bola, Pemkab Lumajang Dorong Perluasan Layanan Adminduk Digital

Sementara itu, untuk saat ini Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga), sehingga masyarakat diimbau menjadikan informasi dari PVMBG dan BPBD Kabupaten Lumajang sebagai rujukan ketika ingin mengetahui perkembangan aktivitas gunung api. Sehingga, jangan mudah terpercaya informasi lain, dalam berbagai bentuk, baik foto dan video lama, misalnya, dapat kembali beredar tanpa keterangan waktu maupun lokasi yang jelas sehingga seolah-olah menggambarkan kondisi terbaru. 

Baca juga: Perkuat Pertanian saat El Nino, Pemkab Lumajang Gencarkan Komoditas Hortikultura Pisang

Saring, dengan tidak langsung mempercayai setiap informasi yang muncul di linimasa. Selidiki, dengan memeriksa sumber, waktu, lokasi, serta konteks foto atau video. Kemudian sebarkan, tetapi hanya setelah informasi tersebut dipastikan benar dan memang bermanfaat bagi orang lain.Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menjaga ruang digital tetap sehat. Masyarakat tetap memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kewaspadaan, tanpa ikut memperluas kabar yang belum terverifikasi. lj-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru