SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung di respon cepat oleh Perum Bulog Cabang Bojonegoro, salah satunya dengan mengganti beras yang lebih berkualitas.
Pimpinan Bulog Kantor Cabang Bojonegoro, Umar Said mengatakan, Bulog telah menerapkan sejumlah tahapan pengawasan untuk memastikan kualitas beras sebelum diterima masyarakat.
Baca juga: Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan Bantuan PBP
Selain melakukan proses pengemasan beras ke dalam kemasan 10 kilogram, Bulog juga melakukan pengecekan kualitas selama proses pengemasan hingga sebelum beras dikirim ke titik distribusi.
“Bulog juga telah membentuk Tim Monitoring dan Evaluasi Kualitas dan Kuantitas Penyaluran yang bertugas melakukan pengecekan beras bantuan pangan sebelum dilakukan pengiriman ke titik distribusi,” kata Umar.
Menurutnya, masyarakat yang menemukan beras bantuan pangan dengan kualitas yang dianggap tidak sesuai, dapat menyampaikan aduan melalui layanan pengaduan Bulog, Satgas Bantuan Pangan Bulog di desa, maupun aparat desa.
Bulog memastikan setiap aduan akan segera ditindaklanjuti. “Penukaran beras tersebut akan kami layani ditindaklanjuti pada hari yang sama atau maksimal 1x24 jam,” tegas Umar.
Hal tersebut dibuktikan ketika masyarakat Desa Prunggahanwetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, menyampaikan aduan terkait beras bantuan pangan yang dinilai kurang layak.
Mendapat laporan tersebut, Bulog Bojonegoro langsung melakukan pengecekan ke titik penyaluran. Beras yang dikeluhkan warga tersebut kemudian langsung diganti dengan beras yang memiliki kualitas sesuai ketentuan dalam waktu kurang dari 1x24 jam sejak aduan diterima.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Tidak sampai 1x24 jam, aduan tersebut sudah kami layani,” ucap Umar.
Baca juga: Meski Sudah Lampaui Target, Bulog Cabang Bojonegoro Terus Gencarkan Distribusi Beras SPHP
Ia juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengapresiasi Pemerintah Desa Prunggahanwetan yang turut mengawal proses penukaran dan memastikan beras yang diterima masyarakat layak dikonsumsi.
“Kami terus berkomitmen memastikan kualitas beras yang disalurkan sesuai ketentuan dan proses monitoring dan pengecekan kualitas akan terus kami lebih tingkatkan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Prunggahanwetan, Hari Winarko menyambut baik respons cepat Bulog Bojonegoro dalam menangani keluhan masyarakat.
“Alhamdulillah pihak Bulog sudah langsung mengganti berasnya dengan kualitas yang baik dan tidak berbau. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Bulog,” ujarnya saat menerima dan mengecek langsung kualitas beras bantuan pangan.
Di sisi lain, Bulog bersama anggota Komisi IV DPR RI Eko Wahyudi juga melakukan pemantauan penyaluran Bantuan Pangan Beras di Desa Jatiklabang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, pada Kamis (17/9/2026).
Baca juga: Bulog Pastikan Stok dan Harga Beras SPHP di Jombang Aman dan Stabil Jelang Lebaran 2026
Dalam kesempatan itu, Eko Wahyudi mengimbau masyarakat agar bantuan beras yang diterima dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Beras Bantuan Pangan ini saya imbau jangan sampai dijual kembali. Harus menjadi manfaat buat warga sekalian,” ujarnya.
Program bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga di tengah kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian.
Program Bantuan Pangan Tahap II untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 saat ini mulai masif disalurkan kepada masyarakat. Penyaluran tersebut mencakup wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.jir
Editor : Redaksi