SURABAYAPAGI.com – Indonesia menargetkan perluasan konektivitas pembayaran QRIS ke Hong Kong, Timor-Leste, dan Arab Saudi, dengan sejumlah pengembangan teknis dan uji operasional menjadi tahapan menuju implementasi lintas negara.
Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso mengatakan, pengembangan QRIS dengan India sudah berlangsung lebih dari dua tahun, tetapi proses negosiasi dan pembahasan persyaratan masih menjadi kendala.
Baca juga: Pedagang Pasar Wisata Surungan Penambangan Diberi Pendamping Terkait Manfaat Qris
“Dengan India ini development sebenarnya sudah dimulai dari lebih dari dua tahun, tetapi balik lagi negosiasi-nya cukup alot,” ujar Santoso usai acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di JICC, Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Santoso mengatakan, ASPI berharap uji coba konektivitas QRIS dengan Timor-Leste dapat memasuki tahap sandbox pada November 2026. Jika proses berjalan lancar, implementasi langsung atau live berpeluang berlangsung pada awal 2027.
ASPI juga membuka peluang pengoperasian QRIS lintas negara dengan Hong Kong pada akhir 2026. Sementara itu, Santoso menyatakan pihaknya lebih optimistis terhadap implementasi konektivitas pembayaran dengan Arab Saudi pada 2027 setelah pengembangan teknis dan pengujian berjalan sesuai rencana.
“Arab Saudi kita jauh lebih optimis di tahun depan kita pikir akan berjalan,” kata Santoso.
Baca juga: Transaksi QRIS di Jatim Meningkat 296 Persen
Adapun India masih menghadapi tahapan persyaratan dan pembahasan kebutuhan teknis sehingga ASPI belum dapat memastikan waktu implementasinya. Perluasan QRIS lintas negara tersebut diharapkan memperluas konektivitas pembayaran digital Indonesia dengan negara mitra.
Dengan India ini development sebenarnya sudah dimulai dari lebih dari dua tahun, tetapi balik lagi negosiasi-nya cukup alot,” ujar Santoso usai acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di JICC, Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Santoso mengatakan, ASPI berharap uji coba konektivitas QRIS dengan Timor-Leste dapat memasuki tahap sandbox pada November 2026. Jika proses berjalan lancar, implementasi langsung atau live berpeluang berlangsung pada awal 2027.
Baca juga: Jumlah Penggunaan QRIS di Jatim Melonjak 147 Persen
ASPI juga membuka peluang pengoperasian QRIS lintas negara dengan Hong Kong pada akhir 2026. Sementara itu, Santoso menyatakan pihaknya lebih optimistis terhadap implementasi konektivitas pembayaran dengan Arab Saudi pada 2027 setelah pengembangan teknis dan pengujian berjalan sesuai rencana.
“Arab Saudi kita jauh lebih optimis di tahun depan kita pikir akan berjalan,” kata Santoso.
Adapun India masih menghadapi tahapan persyaratan dan pembahasan kebutuhan teknis sehingga ASPI belum dapat memastikan waktu implementasinya. Perluasan QRIS lintas negara tersebut diharapkan memperluas konektivitas pembayaran digital Indonesia dengan negara mitra. ec.lp
Editor : Redaksi