Refleksi Perobekan Bendera di Hotel Majapahit

"Arek-arek Suroboyo, Jangan Minder dan Takut...!"

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rekonstruksi perobekan bendera Belanda diganti bendera Indonesia Merah Putih di Hotel Majapahit Surabaya, Kamis (14/9/2017), berlangsung haru. Momentum ini mengingatkan perjuangan arek-arek Suroboyo merebut kemerdekaan, hingga puncaknya terjadi pertempuran 10 November 1945. Sepanjang gelaran ini, lagu-lagu perjuangan terus berkumandang dibawakan pelajar yang diikuti semua peserta. Lantas, adakah relevansinya dengan generasi sekarang? Berikut ini laporan Alqomar, wartawan Surabaya Pagi. ------------ Dalam event refleksi perobekan bendera Belanda di Hotel Majapahit yang dulu bernama Hotel Yamato ini dihadiri lebih 2.000 orang. Termasuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Muhammad Iqbal, ratusan pelajar SD, SMP, TNI, Polri dan Veteran. Sedang puncak acara ditandai dengan teatrikal penyobekan bendera Belanda. Teatrikal dilakukan seniman arek Suroboyo di bawah komado Heri Prasetyo, seorang seniman di Surabaya. Mereka memerankan rekonstruksi penyobekan bendera Belanda, seperti kejadian pada 19 September 1945 silam. Begitu melihat ada bendera Belanda berkibar, mereka langsung meminta diturunkan. Dengan naik tangga bambu, mereka naik ke atas hotel dan merobek bendera merah putih biru. Warna biru dirobek oleh dua orang seniman dan dibuang dengan cara dilempar. Begitu warna biru sudah dirobek, dua pemuda yang memperagakan penyobekan itu langsung berteriak lantang "Indonesia Menolak Penjajahan, Indonesia Sudah Merdeka, Merdeka, Merdeka," teriaknya sambil diikuti ribuan orang yang hadir. Setelah warna biru dirobek, bendera merah putih pun berkibar-kibar di atas Hotel Majapahit. Ribuan peserta yang hadir terus mengumandangkan lagu-lagu perjuangan hingga acara ini berakhir. "Kami berusaha memerankan rekonstruksi penyobekan bendera seperti kejadian sesungguhnya pada 19 September 1945 silam," ucap Heri. Pria yang akrab disapa Heri Lentho ini menegaskan refleksi perobekan bendera ini digelar berdasarkan riset siapa pelaku sejarah yang terlibat dan yang penting mengedepankan nilai-nilai sejarah. "Ada pesan-pesan yang saya titipkan. Misal tentang makna merdeka, tidak hanya merdeka dari penjajahan tapi merdeka secara total," ungkapnya. Salah seorang anggota veteran yang mengikuti refleksi ini mengaku terharu. Ia yang saat itu menjadi anggota Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) menceritakan, terjadi kekacauan saat rakyat Surabaya mengetahui bendera Belanda berkibar di Hotel Yamato. Para pejuang berusaha merangsek masuk ke dalam hotel untuk menurunkan bendera. "Sebagai saksi hidup, mewakili orang tua-tua yang masih hidup, dengan digelarnya peringatan ini kami merasa berterima kasih," ujar Amad. Dia berharap agar pemuda Surabaya meneruskan perjuangan para pejuang. Bukan perjuangan dengan cara fisik. Dia mengakui, perjuangan saat sudah tidak lagi dengan cara seperti itu. "Sekarang perang melawan korupsi. Kalau korupsi sudah tidak ada, kita aman," tandas Amad. Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang hadir menggunakan busana tentara berwarna hijau menuturkan peristiwa perobekan bendera merupakan momen gagah berani yang ditunjukkan warga Surabaya, untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, dalam acara ini pihaknya melibatkan pelajar SD dan SMP. “Anak-anak Surabaya juga harus belajar dari pendahulunya agar berani, tidak boleh takut dan tidak boleh minder dengan siapapun untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik,” pungkas dia. n
Tag :

Berita Terbaru

Idul Adha 2026, Relawan Suket Teki Nusantara Kediri Sembelih Kurban untuk Warga Kurang Mampu

Idul Adha 2026, Relawan Suket Teki Nusantara Kediri Sembelih Kurban untuk Warga Kurang Mampu

Rabu, 27 Mei 2026 17:23 WIB

Rabu, 27 Mei 2026 17:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Momentum Hari Raya Idul Adha kembali dimanfaatkan oleh Relawan Suket Teki Nusantara (RSTN) Kota Kediri untuk menggelar aksi sosial…

Terjebak Kepulan Asap di Ladang Tebu, Kakek di Blitar di Temukan Tewas

Terjebak Kepulan Asap di Ladang Tebu, Kakek di Blitar di Temukan Tewas

Rabu, 27 Mei 2026 16:10 WIB

Rabu, 27 Mei 2026 16:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kakek Sl.65 warga Dusun Sumberglagah Desa Ngeni Kec.Wonotirto Kabupaten Blitar, di temukan tewas di ladang tebu pada pukul 17.50…

Bermain Petasan di Sawah, 1 Orang Meninggal dan 2 Alami Luka Serius

Bermain Petasan di Sawah, 1 Orang Meninggal dan 2 Alami Luka Serius

Rabu, 27 Mei 2026 16:07 WIB

Rabu, 27 Mei 2026 16:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Bertepatan sholat Idul Adha (27 Mei 2026) masarakat desa Tambakan Kec.Gabdusari Kab.Blitar, lakukan sholat Id, berbarengan itu ada…

Korpri Salurkan 25 Hewan Kurban, Walikota Mojokerto Ajak Perkuat Empati dan Solidaritas Sosial

Korpri Salurkan 25 Hewan Kurban, Walikota Mojokerto Ajak Perkuat Empati dan Solidaritas Sosial

Rabu, 27 Mei 2026 14:39 WIB

Rabu, 27 Mei 2026 14:39 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, semangat berbagi pada momentum Iduladha 1447 Hijriah di Kota …

Padati Salat Idul Adha di Masjid Al Akbar Surabaya, Khofifah Serukan Doa dan Solidaritas untuk Jemaah Haji

Padati Salat Idul Adha di Masjid Al Akbar Surabaya, Khofifah Serukan Doa dan Solidaritas untuk Jemaah Haji

Rabu, 27 Mei 2026 11:47 WIB

Rabu, 27 Mei 2026 11:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Rabu (27/5/2026). Ribuan…

Perkuat Kolaborasi Coreboost 2.0, PLN UID Jatim Dorong Pertumbuhan Beyond kWh dan Ekosistem EV

Perkuat Kolaborasi Coreboost 2.0, PLN UID Jatim Dorong Pertumbuhan Beyond kWh dan Ekosistem EV

Rabu, 27 Mei 2026 11:41 WIB

Rabu, 27 Mei 2026 11:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur resmi meluncurkan Coreboost 2.0 , Collaborative Revenue Boost, sebuah strategi …