Kisah Bisnis "Dawet Cak Pi'i" dengan Omset Menggiurkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya- Dawet Cak Pi’i awal berjualan pada tahun 2000 yang berada di Krembangan, Surabaya. Asal mula nama Dawet Cak Pi’i diambil dari nama pendirinya Syafi’i yang berasal dari Lamongan. Awal mula berjualan dawet Syafi’i menggunakan gerobak dengan modal hanya Rp. 1.000.000 dengan berkeliling disekitar Krembangan. Syafi’i berjualan di Krembangan hanya sampek tahun 2005 saja, karena rumah kontrakannya hasil dia harus pindah ke rumah orang tuanya di daerah Tambak Sumur, Surabaya. Pindahnya Syafi’i ke rumah orang tuanya untuk meneruskan usaha dawet orang tuanya. “Saya memutuskan pindah ke rumah orang tua, karena rumah kontrakan saya habis. Saya pindah ke rumah orang tua sekaligus meneruskan usaha Dawet orang tua, sedangkan saya sendiri berjualan dawet juga. Karena orang tua sudah tidak mau berjualan lantaran usia mereka sudah sepuh, akhirnya saya meneruskan sekaligus membuka usaha dawet saya sendiri. Akhirnya saya beri nama Dawet Cak Pi’i sesuai nama awal usaha awal saya sejak tahun 2000,” ungkap Syafi’i pada Surabayapagi Minggu, (17/9). Menurut Syafi’i dia memiliki empat saudara dan semuanya berjualan dawet. Tiga saudaranya berjualan dawet di rumahnya masing-masing di Lamongan. Usaha jualan dawet adalah bisnis keluarga turun temurun.Pada tahun 2010 Syafi’i di ajak temannya berjualan di setiap acara besar seperti bazar dan pasar malam tidak hanya di Surabaya melainkan di luar kota juga. Itulah awal mula Syafi’i tidak hanya berjualan di rumah melainkan usaha diluar juga. “Saya memutuskan untuk tidak hanya berjualan di rumah. Saya mencoba usaha Dawet Cak Pi’i ini keluar seperti acara bazar dan pasar malam sampai keluar kota juga, pernah satu kali saya berjulan di Jogjakarta pada acara Skatenan,” tutur Syafi’i. Perjuangan Syafi’i untuk berjualan di berbagai acara itu cukup mengurah tenaga, ketika sudah di luar kota untuk mempersiapkan berbagai keperluan dia harus mencari bahan-bahan sendiri dan membuat dawet pun terkadang di dalam pickup yang dia bawa untuk berjualan. “Saya harus berpikir dua kali ketika sudah di luar kota karena bahan-bahan yang saya cari belum tentu ada dan bahan-bahan pun bisa di harga yang mahal, tidak seperti di Surabaya. Pernah satu kali di suatu kota bahan-bahan yang saya butuhkan itu sangat mahal, istilahnya tidak seimbang dengan penjualan dan pengeluaran untuk bahan-bahannya,” katanya Untuk penghasilan yang didapat dari usaha Dawet Cak Pi’i ini sangat menguntungkan, dari penjualan yang ada di rumah paling sedikit sehari dapat Rp 4-5 juta sedangkan kalau ramai bisa mencapai Rp 7-8 juta. Sedangkan untuk penjualan yang ada di luar kota bisa mencapai Rp. 6-7 jutaan kalau sepi hanya gak sampai satu juta. hem/mfn
Tag :

Berita Terbaru

Backstagers Jatim Desak Hentikan Kriminalisasi Pekerja Kreatif dalam Kasus Videografer Amsal Sitepu

Backstagers Jatim Desak Hentikan Kriminalisasi Pekerja Kreatif dalam Kasus Videografer Amsal Sitepu

Rabu, 01 Apr 2026 13:27 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 13:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Backstagers Indonesia Jawa Timur menyatakan sikap tegas terkait kasus hukum yang menimpa videografer asal K…

Sinergi Pemprov Jatim dan Australia Buka Peluang Ekspor Produk Kulit ke Timur Tengah

Sinergi Pemprov Jatim dan Australia Buka Peluang Ekspor Produk Kulit ke Timur Tengah

Rabu, 01 Apr 2026 05:42 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 05:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Indonesia dan Australia terus memperkuat kerja sama di sektor industri kulit dan peternakan sapi melalui kegiatan I…

Pertamina Imbau Warga Jatim Tak Panic Buying, Pasokan BBM dan LPG Dipastikan Aman

Pertamina Imbau Warga Jatim Tak Panic Buying, Pasokan BBM dan LPG Dipastikan Aman

Rabu, 01 Apr 2026 00:42 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 00:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic b…

Bupati Madiun Tekankan Skala Prioritas dan Penurunan Kemiskinan

Bupati Madiun Tekankan Skala Prioritas dan Penurunan Kemiskinan

Selasa, 31 Mar 2026 22:50 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 22:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.com,  Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat lebih dari seribu usulan masyarakat dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Mus…

Krisis Kepercayaan Jadi Pemicu, Warga Tetap Antre BBM Meski Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan 

Krisis Kepercayaan Jadi Pemicu, Warga Tetap Antre BBM Meski Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan 

Selasa, 31 Mar 2026 20:18 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 20:18 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, per 1 April 2026. Namun ba…

Harga Produk Plastik Melonjak hingga 50 Persen di Pasar Besar Madiun

Harga Produk Plastik Melonjak hingga 50 Persen di Pasar Besar Madiun

Selasa, 31 Mar 2026 17:43 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 17:43 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – Kenaikan harga barang berbahan plastik melonjak signifikan. Dalam beberapa waktu terakhir, lonjakan harga disebut mencapai 40 h…