Polda Kesulitan Kejar Mucikari

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kelanjutan kasus prostitusi online, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengaku kesulitan untuk menangkap enam rekan Ayu Sriwulan, 19, mucikari mahasiswi asal Tambak Sari itu. Hal itu diungkapkan Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol. Agung Yudha. “Perkembangan masih belum ada. Dan kami sedikit mengalami kendala karena enam rekan AS ini nomor Handphone (HP) nya sudah nggak aktif,” katanya minggu. Lebih lanjut dia menambahkan bahwa saat ini keberadaan enam rekan AS, ini juga belum terdeteksi. Namun kendati begitu pihaknya tak patah arang untuk tetap mengejar keenam rekan AS, yang diduga kuat berperan sama menjadi mucikari di Kota Pahlawan itu. “Keenamnya masih kami buru. Dan kami pastikan bahwa jaringan mucikari ini bukan jaringan yang terorganisir antara daerah satu dan daerah lain,” ujar Agung. Dikatakan Agung, kepastian itu diperoleh setelah polisi mendalami terhadap dua tersangka yang sudah dibekuk sejak awal September lalu. Kepada polisi tersangka mengaku bahwa hanya menjalankan bisnis lendir ini di wilayah dalam Kota Surabaya dan tak berafiliasi dengan jaringan mucikari di luar kota. Selain itu polisi juga pernah memancing untuk menyediakan perempuan di luar kota, namun oleh mucikari hal itu ditolak mentah-mentah. “Kemungkinan diantara enam itu juga ada salah satu mucikari dari mahasiswi. Karena hal itu dikuatkan juga oleh pengakuan AS, bahwa ada kakak kelasnya juga yang ikut gabung dalam jaringannya,” beber perwira menengah dengan tiga melati dipundaknya itu. Diberitakan sebelumnya kedua tersangka Ayu Sriwulan,19, warga Kelurahan Kapas Madya Baru RT 05 RW 07, Tambaksari dan Putri Febria Anita, 23, warga Jalan Jojoran Gang 1, RT 04 RW 08 Kelurahan Mojo Gubeng Surabaya itu ditangkap oleh Subdit IV Renakta pada awal September yang lalu di dua tempat yang berbeda. Keduanya ditangkap lantaran telah terbukti melakukan bisnis lendir, dan berperan sebagai mucikari penjual gadis di bawah umur kepada lelaki hidung belang. Keduanya melakukan bisnis itu sejak tiga bulan yang lalu dengan memanfaatkan WhatsApp dan Line. Bahkan tersangka AS, sendiri memiliki enam anak buah yang mayoritas gadis di bawah umur sedangkan PFA, hanya memiliki dua anak buah. Kedua tersangka itu nekat melakukan bisnis itu karena berbagai faktor. Salah satunya, seperti yang diungkapkan AS, dia nekat melakukan itu karena kondisi orang tua yang broken home. Selain itu dia juga kepepet kondisi ekonomi yang pas-pasan. Begitupun juga dengan tersangka PFA, dia ikut terjerumus ke lingkaran bisnis itu karena kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu, sedangkan hidup di Kota Besar, dia juga terbawa gaya hidup anak-anak kota. nt
Tag :

Berita Terbaru

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang, Sony menerima uang dari Asep secara rutin." Elza Syarief,…