Nasib Taman Remaja Surabaya

Pemasukan Kembang Kempis, Bisa Hidup dari Event

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Selama 47 tahun berdiri, Taman Remaja Surabaya (TRS) bisa dibilang menjadi salah satu ikon. Dulu menjadi tempat populer bagi anak-anak dan remaja untuk mengisi waktu luangnya. Tiket masuknya juga murah. Tak heran jika TRS yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya ini menjadi tempat rekreasi rakyat. Namun sekarang kondisinya memprihatinkan. Selain sepi, kondisi alat permainan di sana nyaris tak terawat. Kondisi ini diperparah konflik antara manajemen TRS dengan Pemkot Surabaya. Akankah tempat ini ditutup dan digantikan mall? Apalagi lokasinya strategis. ---------------- Laporan: Firman Rachman, Editor : Ali Mahfud ---------------- Tiket murah dan mengusung konsep rekreasi-edukasi, ditambah 25 wahana di dalam kompleks tempat hiburan itu, nyatanya tak cukup untuk menarik perhatian orang tua mengajak anak-anaknya bermain di Taman Remaja Surabaya. Mereka justru lebih suka mengajak anak-anaknya bermain di mall. Tempat ini juga kalah ramai dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Saat Surabaya Pagi berkunjung Senin (16/10/2017) sekitar pukul 16.30 WIB, belum terlihat satu pun pengunjung. Sebagian wahana menyala tanpa terisi oleh pengunjung. "Iya persiapan dipanasin mesinnya mas," ucap Wati, salah satu penjaga wahana aladin. Wati menambahkan, pengunjung biasanya datang setelah maghrib. Apalagi jika ada event musik pelajar dan lomba. Dan sekitar pukul 17.30 WIB, mulai berdatangan pengunjung yang kebanyakan pasangan orang tua muda dengan anaknya. Harga tiket masuk yang murah masih menjadi daya tarik tersendiri, meskipun tak seperti dulu. Ironisnya, wahana bermain yang tersedia dalam kondisi tak terawat. "Lihat aja, banyak permainan yang berkarat, kusam, dan tidak terawat," ujar salah seorang pengunjung yang mengajak dua anaknya ke TRS. Pergeseran pengunjung tak dapat ditampik pihak pengelola TRS. Kepala Humas Taman Remaja Surabaya, Martha, membandingkan, jika dulu TRS menjadi salah satu opsi yang terbilang tinggi peminat, lantaran belum adanya opsi tempat hiburan yang kini semakin menjamur di Surabaya. "Iya kalau dulu kan banyak sekali anak-anak inisiatif sendiri datang ke sini, maksa orang tuanya, tapi sekarang ini kami harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk menyusun program untuk memenuhi kebutuhan pengunjung," papar Martha ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/10/2017) kemarin. Hidup dari Event Ditengah pesatnya kompetitor tumbuh, TRS mencoba untuk tetap eksis dengan sisa tenaga. Meski demikian, Martha tak menampik jika TRS telah memasuki usia senja kalanya. "Tentu ada kejenuhan bagi masyarakat kota Surabaya. Kemudian opsi tempat rekreasi lain mungkin lebih canggih. Namun karena kami mempertahankan "pattern" komedi putar, mungkin itu yang jadi titik jenuh bagi masyarakat yang berkunjung ke sini," imbuhnya. Meski demikian, Martha mengatakan jika pemasukan perusahaan pengelola tempat rekreasi keluarga itu masih dalam kondisi aman. "Sawang sinawang ya mas, kelihatannya saja sepi, tapi kalau dihitung, omzet pendapatan kami memang fluktuatif, namun tidak sampai merugi atau turun drastis," klaim Martha. Pada hari-hari biasa, sebut Martha, pengunjung berkisar 200-300 pengunjung. Namun di akhir pekan, angkanya melonjak hingga mencapai 2.000 orang. "Kami adakan event panggung hiburan. Kalau dulu memang pengunjung ke sini bermain wahana, tapi kalau akhir-akhir ini ya hidup karena event," lanjutnya. Jam operasional yang cukup singkat yakni sekitar pukul 15.00 WIB sampai 22.00 WIB di hari biasa, dan 15.00 WIB hingga 22.30 WIB pada akhir pekan nyatanya dianggap masih relevan diterapkan, meskipun ada penurunan pengunjung. Terusik Rencana Penutupan Eksistensi TRS sempat terusik, menyusul Pemkot Surabaya yang tahun lalu mengeluarkan wacana akan menutup TRS. "Kabar tersebut tentu membuat puluhan karyawan yang mayoritas tak berusia muda lagi panik. Namun manajemen segera menenangkan mereka agar tak panik. Kontrak kami masih sampai 2026. Jadi kami optimis jikalaupun akan berhenti masih sampai 2026," tutup Martha. Sebelumnya, Pemkot Surabaya tengah mempersiapkan desain untuk peremajaannya. Namun, rencana itu masih harus menunggu proses peralihan pengelolaan dari PT Star terselesaikan. Pemkot Surabaya memang berencana mengelola sendiri TRS, setelah memutuskan kontrak dengan PT Star dan tidak meneruskan. "Proses peralihan belum selesai. Sehingga, kami belum bisa membuat perencanaan. Akan tidak mungkin kalau kepastian kewenangan pengelolaan belum ada, tetapi desain perencanaan sudah kami buat," kata Agus Sonhaji, Kepala Bappeko Surabaya, saat itu (7/12/2016). n
Tag :

Berita Terbaru

Raih Kemenangan di Hari yang Fitri, Masjid An-Nur Dukuhsari Jabon Gelar Sholat Idulfitri 1447 H/2026 M Sabtu Ini

Raih Kemenangan di Hari yang Fitri, Masjid An-Nur Dukuhsari Jabon Gelar Sholat Idulfitri 1447 H/2026 M Sabtu Ini

Sabtu, 21 Mar 2026 07:49 WIB

Sabtu, 21 Mar 2026 07:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Marilah Kita Merajut Tali Persaudaraan untuk meraih kemenangan dan keberkahan di Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/tahun 2026…

Terjebak Hampir 12 Jam, Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Terjatuh Dalam Septic Tank

Terjebak Hampir 12 Jam, Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Terjatuh Dalam Septic Tank

Jumat, 20 Mar 2026 13:36 WIB

Jumat, 20 Mar 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Lansia tewas  Karminem 60 warga Desa Krisik Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, di temukan tewas dalam …

Kokola Group Konsisten Dampingi Mudik Gratis Jatim, Tebar Sharing Happylicious untuk 4.000 Pemudik

Kokola Group Konsisten Dampingi Mudik Gratis Jatim, Tebar Sharing Happylicious untuk 4.000 Pemudik

Jumat, 20 Mar 2026 12:37 WIB

Jumat, 20 Mar 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Program Mudik Gratis Angkutan Lebaran tahun 2026/1447 H yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tak…

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga di Blitar tergopoh gopoh padamkan api yang membakar sebuah Ruko milik Pasutri Adi Kurniawan dan Sri Sulastri warga Desa…

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk kembali menggelar program mudik gratis Kembali Seru Bersama (KURMA) 2026 untuk mendukung perjalanan …

Milad ke-8 SD Almadany, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Pengalaman

Milad ke-8 SD Almadany, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Pengalaman

Kamis, 19 Mar 2026 13:07 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 13:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik memperingati milad ke-8 pada 19 Maret 2026 dengan mengusung tema “…