SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Pada Tahun 2026 kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, berkomitmen bakal menekan angka kemiskinan di wilayahnya hingga 10 persen dari jumlah penduduk sekitar 700.000 jiwa.
Pasalnya, diketahui pada awal 2025 menjabat jumlah penduduk miskin di Situbondo berada di angka 11,51 persen, dan enam bulan kemudian berhasil diturunkan menjadi 11,17 persen atau turun 0,34 persen.
"Ujung dari perjalanan kepemimpinan kami (Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah) nantinya ya mengurangi kemiskinan," ujar Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Minggu (22/02/2026).
Oleh karenanya, adanya penurunan angka kemiskinan 0,34 persen tersebut,, setara dengan berkurangnya penduduk miskin sebanyak 2.150 jiwa, atau dari 80.170 turun menjadi 78.020 jiwa.
Tentu saja, capaian menekan angka kemiskinan ini berkat kolaborasi apik di masa kerja transisi antara kepala daerah dan pimpinan organisasi perangkat daerah atau OPD. Pihaknya juga terus menekan angka kemiskinan pada tahun ini melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, dan salah satunya penguatan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), seperti akses permodalan, kemudahan perizinan dan lainnya.
"Kami selalu menyampaikan dari awal bahwa target awal pemerintahan Rio-Ulfi adalah mengurangi kemiskinan, itu goal kami," ucap dia.
Selain itu, untuk menekan angka kemiskinan bisa pula melalui pengembangan pariwisata, dan pariwisata tidak harus berangkat dari alam, namun bisa juga dari peninggalan sejarah Kolonial Belanda.
"Di Pendopo Pate Alos Besuki setelah dilakukan restorasi banyak pengunjung yang datang dari luar daerah, apalagi nanti kalau sudah menjadi satu kawasan heritage, hotel akan tumbuh, pusat kuliner juga akan tumbuh di sana," ujar Rio. st-02dsy
Editor : Redaksi