Rudal Korut Cemaskan Nelayan Jepang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketika Jepang bersiap untuk memberikan suara dalam pemilihan nasional pada hari Minggu mendatang, Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan ancaman dari Korut telah meningkat. Pernyataan ini memicu sebuah "krisis nasional" yang hanya dengan kepemimpinannya Jepang dapat melewatinya. ERIMO, Suzuki San. Nelayan Jepang yang tinggal di wilayah Erimo dilanda kecemasan. Hal itu dipicu oleh aksi Korea Utara (Korut) meluncurkan dua rudal jauh di atas kota nelayan di pulau Hokkaido itu. "Sekarang ketika saya mendengar suara keras, saya melihat ke luar, saya melihat ke laut. Saya merasa cemas, seperti saya tidak pernah tahu kapan akan datang lagi," ujar Mitsuyo Kawamura (68) seperti dikutip dari Reuters. Namun rudal yang terbang di atas Erimo pada 29 Agustus dan 15 September lalu menciptakan ancaman menakutkan: Tidak ada yang melihat atau mendengarnya. Mereka melesat beberapa ratus kilometer di atas daratan, terlalu tinggi untuk dilihat dengan mata telanjang, sebelum jatuh ke Pasifik lebih dari 1.000 kilometer ke timur. Peringatan rudal menyebar melalui sirene dan dikeluarkan pemerintah "J-alert" pada jutaan ponsel di seluruh Jepang, menyentakkan beberapa orang dari tidur. Kawamura sejak itu telah menimbun makanan tambahan dan terus menyalakan radio untuk mendengarkan lebih banyak peringatan. Seperti banyak penduduk di sini - dan di seluruh Jepang - dia merasa tidak berdaya, tidak yakin bagaimana melindungi dirinya sendiri. "Ketika diluncurkan, itu bisa mendarat di sini beberapa saat kemudian. Tidak ada tempat untuk bersembunyi," katanya cemas. Untuk melindungi dirinya sendiri, Jepang telah memasang 34 peluncur rudal Patriot PAC-3 di seluruh negeri, termasuk satu di Hokkaido, dan sistem pertahanan Aegis di beberapa kapal perusak. Pasukan AS di Jepang juga memiliki peralatan pertahanan rudal balistik yang bisa - jika semuanya berjalan dengan baik - menghancurkan rudal di tengah penerbangan. Meski begitu, pejabat kota Erimo mengatakan bahwa mereka belum mengambil langkah-langkah pencegahan tertentu setelah peluncuran rudal baru-baru ini. Mereka juga tidak merencanakan latihan "duck and cover" seperti yang diadakan di tempat lain. Kota ini memiliki speaker keras di 50 tiang tinggi untuk menyiarkan peringatan tsunami, topan - dan sekarang rudal. Dalam beberapa bulan terakhir, mereka telah memasang unit nirkabel di 1.500 dari 2.200 rumah sehingga orang dapat mendengarnya saat berada di dalam rumah. "Erimo juga memiliki persediaan makanan, air dan persediaan darurat lainnya," kata Walikota Masaki Ohnishi. Itu sangat penting bagi Erimo karena ini terkait dengan wilayah Hokkaido yang hanya memiliki satu jalan mencapai pantai, yang akan ditutup beberapa kali dalam setahun karena hujan lebat atau ombak besar. Nelayan lokal merasa cemas dengan peringatan Korut agar melakukan uji coba bom hidrogen di Pasifik. Mereka khawatir hal itu akan mencemari air seperti bencana nuklir Fukushima pada tahun 2011 lalu. "Radiasi akan membuat semua ikan tidak bisa dimakan. Seperti di Fukushima, kita tidak bisa melakukan pekerjaan kita," Satoru Narita, seorang nelayan berusia 72 tahun. Industri perikanan yang semakin berkurang di kota ini telah terpukul oleh penurunan tangkapan ikan salmon dan juga langkanya anak muda untuk mengambil alih perdagangan. Penduduk setempat mengatakan ketika anak muda pindah ke kota-kota seperti Sapporo, ibu kota Hokkaido, terkadang orang tua mereka mengikutinya. Populasi Erimo, yang mencapai puncak di atas 9.000 di tahun 1960an, telah turun hampir setengah tingkat. "Kami adalah kota nelayan. Jadi kalau kita tidak bisa menangkap ikan lagi, kita sudah selesai," kata seorang penduduk, Yoshihiro Naito. 06
Tag :

Berita Terbaru

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga di Blitar tergopoh gopoh padamkan api yang membakar sebuah Ruko milik Pasutri Adi Kurniawan dan Sri Sulastri warga Desa…

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk kembali menggelar program mudik gratis Kembali Seru Bersama (KURMA) 2026 untuk mendukung perjalanan …

Milad ke-8 SD Almadany, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Pengalaman

Milad ke-8 SD Almadany, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Pengalaman

Kamis, 19 Mar 2026 13:07 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 13:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik memperingati milad ke-8 pada 19 Maret 2026 dengan mengusung tema “…

PT Megasurya Mas Bagi Ribuan Bingkisan Warga Dua Desa

PT Megasurya Mas Bagi Ribuan Bingkisan Warga Dua Desa

Kamis, 19 Mar 2026 11:46 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Hari kemenangan 1 Syawal 1447 H / 2026 menjadi kegiatan rutin tiap tahun jelang Idul Fitri, PT Megasurya Mas, membagikan hasil…

Ratusan Warga Madiun Terima Sembako dari PTKN Jelang Idul Fitri 2026 ‎

Ratusan Warga Madiun Terima Sembako dari PTKN Jelang Idul Fitri 2026 ‎

Rabu, 18 Mar 2026 17:08 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 17:08 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Ormas Petarung Kehidupan Nusantara (PTKN) kembali menggelar aksi sosial dengan memba…

Coway Hadirkan 50 Water Station untuk Dukung Hidrasi Masyarakat Saat Mudik Lebaran

Coway Hadirkan 50 Water Station untuk Dukung Hidrasi Masyarakat Saat Mudik Lebaran

Rabu, 18 Mar 2026 15:07 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 15:07 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Coway menghadirkan lebih dari 50 Coway Water Station di berbagai ruang publik untuk mendukung kebutuhan air minum bersih masyarakat, k…