Menemukan Karakter Bangsa Melalui Wayang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Budaya adalah identitas setiap bangsa yang perlu dilestarikan. Salah satu pihak yang memiliki kewajiban untuk menjaga serta melestarikannya ialah pemuda Indonesia, termasuk mahasiswa. Salah satu bukti yang telah dilakukan mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga kali ini adalah dengan menjadi bagian dari seminar bertema Antara Wayang, Museum, dan Pendidikan Karakter Bangsa di Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Jawa Timur. Acara tersebut dihadiri berbagai akademisi yang berkonsentrasi di bidang budaya. Pada seminar kali ini, juga dihadirkan beberapa pemateri, antara lain, Ki Sinarto selaku dalang wetan dan Prof. Dr. Joko Saryono, M.Pd sebagai dosen fakultas sastra pascasarjana di Universitas Negeri Malang. Pada awal acara, materi seminar disampaikan Joko, yaitu menjelaskan nilai filosofis cerita dalam lakon wayang Jawa. Dalam penjelasannya, Joko menyatakan bahwa wayang memberikan gambaran lakon peri kehidupan manusia dengan segala masalahnya yang menyimpan nilai-nilai pandangan hidup dalam mengatasi segala tantangan dan kesulitan. Dalam wayang, selain tersimpan moral dan estetika, terdapat nilai-nilai pandangan hidup masyarakat Jawa. Akademisi Universitas Negeri Malang tersebut menuturkan, melalui wayang, orang memperoleh cakrawala baru tentang pandangan dan sikap dalam menentukan kebijakan mengatasi tantangan hidup. Sesuai dengan tema yang diangkat, narasumber mengungkapkan bahwa cerita wayang selalu memuat nilai pendidikan. Karena itu, wayang bisa digunakan sebagai salah satu media untuk mengubah tingkah laku atau sikap seseorang dalam mendewasakan manusia. Cerita wayang tidak saja merupakan salah satu sumber pencarian nilai-nilai bagi kelangsungan hidup masyarakat, tapi juga wahana atau alat pendidikan. ”Wayang merupakan masterpiece of oral and intangible heritage of humanity. Dengan kata lain, wayang merupakan warisan budaya dunia non bendawi yang telah ditetapkan UNESCO pada 7 November 2003. Dan, pastinya wajib dilestarikan,” ungkap Joko. Selanjutnya, Ki Sinarto menyampaikan bahwa budaya tidak boleh disangkutpautkan dengan salah satu agama. Tidak ada pendoktrinan agama dalam pelestarian budaya. ”Jika kita berbicara tentang budaya, jangan membawa-bawa agama untuk disangkutpautkan. Lihat saja budaya itu dari segi budayanya. Sebab, bila tetap dipandang menjadi satu, akan muncul perdebatan yang tak kunjung usai,” tutur Ki Sinarto. Selain itu, kepada generasi penerus, dia berpesan keberadaan dan kelestarian budaya di Indonesia berada di tangan para pemuda Indonesia. Hancur atau lestarinya budaya Indonesia bergantung pada bagaimana sikap serta tindakan pemegangnya. Pada akhir seminar, Joko mengungkapkan bahwa dalam sejarah perkembangan dunia wayang, inovasi terus dilakukan para pelaku budaya, mulai raja-raja terdahulu hingga pewaris kebudayaan tersebut, yaitu para dalang. Kehadiran inovasi itu memperkaya khazanah wayang bagi bangsa yang memiliki karakter budaya tersebut. Karena itu, sebuah inovasi sangat penting hingga nanti harus difokuskan pada upaya menjaga nilai-nilai kearifan lokal di Indonesia. Selanjutnya, budaya bisa menjadi pagar utama pertahanan bangsa yang kelak bisa menjadi pengarah bangsa dalam berkreasi.ifw
Tag :

Berita Terbaru

Hadapi Ancaman El Nino, Pemkab Blitar bersama DPR RI Cek Stok Pangan di Gudang Bulog

Hadapi Ancaman El Nino, Pemkab Blitar bersama DPR RI Cek Stok Pangan di Gudang Bulog

Selasa, 05 Mei 2026 15:36 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Bupati Blitar melakukan pemantauan langsung terhadap ketersediaan stok pangan di wilayah Kabupaten Blitar, didampingi Wakil Bupati,…

Targetkan Zero AKI, AKB, dan Stunting: Pemkot Malang Fokus Canangkan Gerak Penting

Targetkan Zero AKI, AKB, dan Stunting: Pemkot Malang Fokus Canangkan Gerak Penting

Selasa, 05 Mei 2026 15:32 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Dalam rangka menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi…

Dugaan Pelanggaran Ruang Laut di JIIPE Gresik Disorot, Potensi Sanksi Menanti Hasil Supervisi

Dugaan Pelanggaran Ruang Laut di JIIPE Gresik Disorot, Potensi Sanksi Menanti Hasil Supervisi

Selasa, 05 Mei 2026 14:50 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Penanganan kasus dugaan pelanggaran pemanfaatan ruang laut tanpa izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (…

Terus Dikebut untuk Petani, Pembangunan Bendungan Bagong di Trenggalek Sudah Rampung 59 Persen

Terus Dikebut untuk Petani, Pembangunan Bendungan Bagong di Trenggalek Sudah Rampung 59 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 14:46 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 14:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Menindaklanjuti khususnya petani di Trenggalek bisa merasakan manfaat Bendungan Bagong menjelang musim kemarau ekstrem (fenomena…

Perkuat Kamtibmas, Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Sinergi Satlinmas di Tingkat Kelurahan

Perkuat Kamtibmas, Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Sinergi Satlinmas di Tingkat Kelurahan

Selasa, 05 Mei 2026 14:16 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 14:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan pentingnya peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebagai garda terdepan …

Sinergi Pemkot Mojokerto – IPPAT, Permudah Investasi dan Tambah PAD untuk Kesejahteraan Warga

Sinergi Pemkot Mojokerto – IPPAT, Permudah Investasi dan Tambah PAD untuk Kesejahteraan Warga

Selasa, 05 Mei 2026 14:10 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 14:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto memperkuat sinergi dengan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) sebagai langkah strategis untuk…