Kartu Merah Ketua PWNU Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Keluarga besar Nahdlatul Ulama Jawa Timur mulai bergolak jelang pemilihan gubernur Jawa Timur. Dua kandidat calon gubernur Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa mendapat dukungan dari Kyai dan ulama. Hanya saja, dukungan KH Mutawakil Alallah Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur disoal sejumlah tokoh NU. KH Mutawakil Alallah memang dalam sejumlah kesempatan secara terang-terangan menyebut dukungan dan mengarahkan jamaah NU untuk memilih Wakil Gubernur Saifullah Yusuf untuk menjadi Gubernur Jatim penerus Soekarwo. Seperti pernyataannya ketika pengajian Haul Sunan Bonang Oktober lalu dan terakhir hari Sabtu lalu saat Konferwil Ikatan Sarjana NU Jatim di Banyuwangi. KH Mutawakil Alallah mengaku secara pribadi mendukung Saifullah Yusuf tapi secara organisasi PWNU Jatim netral. Statement KH Mutawakil Alallah itu kemudian kurang mendapat nilai positif dari para tokoh NU lainnya. Salah satu protes datang dari Choirul Anam, Tokoh NU yang juga mantan Ketua PKB dan PKNU. Menurutnya, sebagai Ketua PWNU Jatim, KH Mutawakil tidak seharusnya terlibat langsung dalam urusan dukung mendukung calon. “PWNU itu yang diurusi (sebaiknya) jamaahnya dan pengajian,” kata Choirul Anam, Minggu (5/11). Ia mengaku sudah mendengar bahwa Ketua PWNU Jatim KH Mutawakil Alallah terang-terangan mendukung salah satu calon gubernur. Ditanya terkait sikap tersebut, sebagai bagian dari keluarga besar NU, tokoh yang akrab disapa cak Anam ini kurang sependapat. “Kalau Ketua PWNU sudah begitu (dukung calon gubernur), perlu di kartu merah,” cetus Cak Anam. Senada, Mahfud MM, Ketua Tim Penjaga Khittah NU Jawa Timur menyesalkan sikap dan tindakan Ketua PWNU Jatim meskipun hal itu dilakukan atas nama pribadi. “Tidak seharusnya NU struktural lalu melakukan pemihakan pada salah satu calon kandidat. Itu tidak etis, tidak elok dan tidak indah,” kata Mahfud. Menurutnya, NU itu harus sesuai Khittah, yakni di tengah dan bener-bener di tengah. Tetapi bukan berarti NU dilarang berpolitik. Persoalannya mau di politik apa sekarang. “Politik kultural NU kalau mau, memang bener-bener harus dalam porsi yang sama. Tidak boleh pilih kasih,” terang Mahfud. Khittah itu, lanjut mantan Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jatim ini adalah mengikat secara ketat kepada pengurus NU struktural. Lebih-lebih seorang ketua PWNU yang menjadi panutan. Orang dilihat statemennya, orang dilihat at dzohiir jatiilu alan baathin, statement di luar sudah seperti itu ya sama dengan batinnya. “Jadi untuk urusan politik praktis jangan main-main lah. Karena itu akan merugikan NU,” usulnya. Ia sepakat perlu ada ‘kartu merah’ untuk PWNU Jatim. Terlebih jika sudah memang strukturalnya terseret jauh dalam politik praktis. Maka perlu ada peringatan dari sesama warga NU. Seharusnya NU benar-benar di tengah, mengayomi semua calon gubernur, jangan membeda-bedakan, jangan pilih kasih. “Terlebih pilih kasih kepada Khofifah, yang mana pengkaderan Khofifah ini lurus. Tidak pernah nyeberang kesana kesini. Jadi tidak seharusnya Ketua PWNU berkata demikian, jangan melakukan pemihakan lah,” ingatnya. Dikatakan Mahfuf, kondisi saat ini PWNU Jatim itu memprihatinkan, masalah politik dukung mendukung di Pilgub Jatim ini. Jadi perlu dijaga bersama-sama. “Kalau statement dukungan itu dari non struktural PWNU silakan, tapi kalau struktural sebaiknya jangan,” usulnya lagi. Pengurus NU struktural, menurut kacamata Mahfud, tidak bisa dipisahkan antara atas nama pribadi dengan organisasi. Sebagai contoh, ada seorang Kepala Sekolah Madrasah Aliyah yang kencing di pinggir jalan, lalu guru tadi mengaku bahwa itu sikap pribadi. Tentunya masyarakat tidak melihat itu pribadi atau tidak pribadi, tapi masyarakat tahunya adalah guru tersebut adalah guru Madrasah Aliyah. “Itu yang tidak bisa dipisahkan dari seorang struktural, karena ada jabatan yang melekat di pribadinya,” saran mantan Ketua PMII Jatim ini. Untuk itu, Mahfud bersama komunitas tokoh-tokoh muda NU akan bergerak cepat mengamankan dan mengawal khittah NU, terlebih menjelang pilgub Jatim ini agar tidak menjadi persoalan di masyarakat. “Gara-gara ini kan akhirnya marwah NU hancur kalau begini dibiarkan, karena itu harus kita tegakkan, agar harga diri NU tetap terhormat,” tegas Mahfud. Disisi lain, ia berpendapat sekarang ini realitas politiknya antara Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa tidak jauh berbeda dari sisi sambutan jamaah NU maupun para Kyai. “Coba dilihat sendiri, bu Khofifah puluhan ribu yang mendukung. tapi oleh struktural NU selalu di diskreditkan, seakan-akan bukan dari NU,” terangnya. rko
Tag :

Berita Terbaru

IBT GISTET 500 kV Waru Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, PLN Sokong Kelistrikan Jawa Timur

IBT GISTET 500 kV Waru Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, PLN Sokong Kelistrikan Jawa Timur

Sabtu, 11 Apr 2026 17:29 WIB

Sabtu, 11 Apr 2026 17:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) kembali mencatat kemajuan signifikan dalam p…

Halal Bihalal SAPMA Jatim Jadi Ajang Konsolidasi dan Penjaringan Kader

Halal Bihalal SAPMA Jatim Jadi Ajang Konsolidasi dan Penjaringan Kader

Sabtu, 11 Apr 2026 08:00 WIB

Sabtu, 11 Apr 2026 08:00 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- – Kegiatan halal bihalal yang digelar PC SAPMA Kota Madiun tak sekadar menjadi ajang silaturahmi, namun juga dimanfaatkan sebagai mo…

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyalurkan bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada ribuan warga di…

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat u…

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Provinsi Jawa …

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Arus investasi besar kembali mengalir ke sektor industri kimia nasional. Pembangunan pabrik melamin senilai sekitar US$600 juta di J…