Dirjen BC Terseret Dugaan Korupsi Suap

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Letnan Jenderal TNI (Purn) Djaka Budi Utama, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Diungkap Jaksa KPK Ikut Bertemu dengan Sejumlah Pengusaha Kargo di Hotel Borobudur, Jakarta

SURABAYAPAGI.COM :Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Djaka Budi Utama, ikut terseret dugaan korupsi suap importasi barang. Nama itu muncul dalam dakwaan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat pada Rabu (6/5).
            Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan. Ia memilih tidak berkomentar mengenai substansi perkara demi menjaga independensi proses tersebut.
            "Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Karena perkara ini sudah masuk ke tahap persidangan, untuk menghormati dan menjaga independensi proses tersebut, kami tidak berkomentar mengenai substansi perkara," kata Budi dalam pernyataan resmi, Kamis (7/5/2026).
            Dalam dokumen surat dakwaan, diketahui Djaka Budi Utama menjadi salah satu pejabat DJBC yang bertemu dengan sejumlah pengusaha kargo di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Juli 2025. Salah satu pihak yang hadir dalam pertemuan itu adalah John Flied, pimpinan Blueray Cargo yang menjadi terdakwa kasus ini.
            "Bahwa selanjutnya pada Juli 2025 bertempat di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan Nomor 1, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, dilakukan pertemuan antara pejabat-pejabat di DJBC antara lain Djaka Budi Utama, Rizal, Sisprian Subiaksono dan Orlando Hamonangan Sianipar," tulis isi surat dakwaan untuk John Field, Dedy Kurniawan Sukolo selaku Manager Operasional Blueray Cargo dan Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi Blueray Cargo.
            Sebulan kemudian tepatnya Agustus 2025, ketiga terdakwa bertemu dengan Orlando Hamonangan dan Fillar Marindra selaku pelaksana pada Subdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC. Dalam pertemuan itu, John Field menyampaikan terkait kondisi pengiriman barang-barang impor Blueray Cargo yang masuk jalur merah meningkat dan kena dwelling time.
            Dari sana, Orlando langsung melakukan komunikasi ke tingkat atas yakni kepada Sisprian hingga Rizal. Koordinasi itu kemudian berbuah manis hingga akhir barang impor Blueray Cargo yang berada di jalur merah bisa dengan cepat keluar dengan pengawasan langsung dari Rizal, Sisprian dan Orlando.
Selama proses komunikasi dan koordinasi dilakukan para terdakwa dengan pejabat DJBC tersebut, terdapat uang, fasilitas hiburan, hingga barang mewah yang diberikan. Pemberian dimulai pada Juli 2025 dengan uang senilai Rp 8,2 miliar dalam mata uang dolar Singapura kepada Orlando.
            Kemudian pada Agustus 2025, John Field kembali menyerahkan uang senilai Rp 8,9 miliar berupa mata uang dolar Singapura. Lalu pada September 2025, kembali diberikan uang sebesar Rp 8,5 miliar masih dalam bentuk dolar Singapura.
            Pemberian ini terus berlanjut hingga Januari 2026 dengan totalnya untuk uang pecahan dolar Singapura mencapai Rp 61,3 miliar, serta fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp 1,8 miliar. Jaksa KPK menilai perbuatan para terdakwa melanggar Pasal 605 ayat 1 huruf a dan Pasal 606 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 2023 KUHP.

Pangkat Letnan Jenderal TNI (Purn.)
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Djaka Budi Utama adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang resmi dilantik oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 23 Mei 2025. Ia menggantikan Askolani, membawa latar belakang kuat dari militer (Kopassus) dan intelijen (BIN) untuk memimpin DJBC.
Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (Sestama BIN), Irjen Kemhan, dan Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenkopolhukam.
Lulusan Akademi Militer tahun 1990 dari kecabangan Infanteri (Kopassus).
Fokus Tugas: Mengamankan penerimaan negara, mengawasi gerbang keluar-masuk barang, dan menangani pekerja migran.
Pelantikan ini menandai transisi kepemimpinan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memperkuat pengamanan penerimaan negara dari sisi pajak dan bea cukai. n erc, jk, rmc

 

Berita Terbaru

Aturan Baru SPMB di Jember, Dispendik Tekankan Sistem Transparan Anti Curang

Aturan Baru SPMB di Jember, Dispendik Tekankan Sistem Transparan Anti Curang

Jumat, 08 Mei 2026 05:20 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 05:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menggelar sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran…

Kereta Cepat di Makkah

Kereta Cepat di Makkah

Jumat, 08 Mei 2026 05:10 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 05:10 WIB

Minggu ini, ribuan jemaah haji Indonesia telah tiba dan berkumpul di Makkah dari Madinah untuk melaksanakan umrah wajib dan menanti puncak haji. Sudah sekitar…

Tersangka Dugaan Pemerkosaan Santriwati, Ditangkap di Rumah Juru Kunci Petilasan

Tersangka Dugaan Pemerkosaan Santriwati, Ditangkap di Rumah Juru Kunci Petilasan

Jumat, 08 Mei 2026 05:10 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 05:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Muhammad Anwar Nasir, mengatakan AS ditangkap Kamis pagi pukul 04.45 WIB…

Urus Dokumen di Era Bupati Gus Fawait, Warga Desa Cukup Datangi MPP Mini

Urus Dokumen di Era Bupati Gus Fawait, Warga Desa Cukup Datangi MPP Mini

Jumat, 08 Mei 2026 05:09 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 05:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pemerintah Kabupaten Jember terus melakukan terobosan untuk mendekatkan layanan publik kepada masyarakat di wilayah pinggiran. Di bawah…

Benarkah Kepala BGN Bingungkan Masyarakat

Benarkah Kepala BGN Bingungkan Masyarakat

Jumat, 08 Mei 2026 04:56 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 04:56 WIB

Harian Surabaya Pagi, edisi Kamis di hal 12, turunkan berita berjudul"Legislator Ingatkan Kepala BGN Jangan Bingungkan Masyarakat" Berita itu bersumber dari…

Eks Kabais Nilai Bukan Termasuk Operasi Intelijen

Eks Kabais Nilai Bukan Termasuk Operasi Intelijen

Jumat, 08 Mei 2026 04:45 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 04:45 WIB

SURABAYAPAGI..COM : Ada tiga saksi ahli yang dihadirkan oleh penasehat hukum terdakwa, yaitu psikolog dari Pusat Psikologi TNI Kolonel Arh Agus Syahrudin,…