Modal Sosial Hadapi Revolusi Ekonomi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Untuk menghadapi revolusi ekonomi pada era milenial, Guru Besar Unair untuk Bidang Psikologi Suryanto menyatakan bahwa modal sosial atau social capital sangat dibutuhkan. Sebab, terjadinya perubahan-perubahan yang sangat cepat, terutama bidang ekonomi, adalah sebuah keniscayaan. “Tak mungkin untuk menolak laju perubahan-perubahan itu (Ekonomi, Red). Yang perlu dipersiapkan, kita harus punya modal sosial,” ujarnya saat menjadi pembicara kedua dalam Gelar Inovasi Guru Besar Unair, kemarin. Guru Besar Fakultas Psikologi tersebut menambahkan, modal sosial yang dimaksud bisa berupa institusi atau lembaga, jejaring atau networking, kepercayaan atau trust, nilai dan norma sosial, serta sikap. “Lima elemen ini bisa menjadi dasar untuk bertindak dan berpijak dalam menghadapi fenomena perubahan tersebut,” ucapnya. Institusi atau lembaga, lanjut Suryanto yang juga koordinator Program Studi di Luar Kampus Utama Universitas Airlangga di Banyuwangi, mesti kuat. Baik pemerintah maupun organisasi-organisasi terkait yang ada. Karena itu, institusi sekaligus organisasi tersebut harus bisa menghilangkan persoalan-persoalan internalnya. “Artinya, internal mereka mesti sehat,” tegasnya. “Dari segi jejaringnya, tentu institusi yang kuat ini harus bisa mengembangkan itu. Semakin lama kian luas. Caranya, norma-norma yang ada ikut menjadi pijakannya. Juga, luasnya jejaring tersebut harus didasari pada aturan perundangan-undangan yang mendukungnya,” jelasnya. Suryanto mengungkapkan, untuk menghadapi revolusi ekonomi, juga dibutuhkan sikap dan mental. Dia juga menekankan bahwa diperlukan rekonstruksi sikap dan mental. Yakni, menganggap situasi-situasi itu bukan sebuah hambatan, melainkan tantangan yang harus dihadapi dan dijalani. Artinya, tak memunculkan perlawanan terhadap revolusi yang terjadi, tapi menghidupinya sekaligus tetap eksis di tengah situasi-situasi tersebut. “Bagaimana kita tidak mudah menyerah, nggak gumunan, nggak kagetan,” tuturnya. Indonesia, terang dia, sebagai bangsa yang beragam, baik budaya maupun tradisi, bisa menjadikan nilai-nilai kearifan lokal atau local wisdom sebagai bekal untuk menghadapi revolusi ekonomi. Di antaranya, kerukunan, gotong royong, serta nilai-nilai toleransi dan kebersamaan. “Tentu, sikap berpegang teguh pada jiwa kompetitif sekaligus kooperatif juga dibutuhkan,” sebutnya. ifw
Tag :

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…