Emak-Emak Ternyata Juga Penentu Pilkada 2018

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di tengah-tengah masyarakat, ungkapan "kalau emak-emak sudah bersatu, semua akan takluk" sering didengar. Bagaimana dengan konteks Pilkada Serentak 2018? Apakah suara ibu-ibu atau yang lazim disebut dengan emak-emak juga secara signifikan dapat berpengaruh? Menurut pakar komunikasi politik asal Ubhara Fitria Widiyani, suara ibu-ibu saat ini turut menjadi faktor penentu kemenangan pada Pilkada Serentak 2018. Suara dari kalangan tersebut, saat ini bersama dengan suara dari kalangan pemula dan muda menjadi sangat signifikan berpengaruh. "Karena dengan kondisi sosial yang tengah terjadi saat ini, urutan pertama yang sangat berpengaruh untuk kemenangan pada Pilkada adalah generasi milenial. Baru yang kedua adalah ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas-komunitas yang ada di tengah-tengah masyarakat," kata Tya, sapaan akrab Fitria. Sehingga, dengan kondisi demikian para tokoh yang hendak berlaga perlu sangat memperhatikan pola komunikasi pendekatan kepada komunitas ibu-ibu tersebut. "Karena pola pendekatan yang dilakukan harus berbeda-beda. Komunitas ibu-ibu ini ada segmentasinya. Yang size A dan B akan berbeda dengan yang C dan D. Begitu juga dengan komunitas berbasis agama seperti pengajian," jelas Tya. Untuk komunitas ibu-ibu pada size A, wanita yang tengah mengambil pendidikan S3 di Unair tersebut menjelaskan bahwa butuh pendekatan tokoh yang mengedepankan rekam jejak dan prestasi dari sang tokoh. Sebab, ibu-ibu pada klasifikasi tersebut sering kali merupakan wanita terdidik yang sudah mengedepankan rasionalitas dan logika. "Kalau di size C dan D, biasanya cenderung cukup mengandalkan popularitas. Sehingga, biasanya para artis dapat dengan mudah memenangkan kelompok ini. Sementara, kalau untuk yang berbasis agama, biasanya lebih ke tokoh yang mengakar pada apa yang mereka percayai," jelas Tya lebih lanjut. Disinggung mengenai demografi komunitas ibu-ibu di Jatim, menurut Tya jumlahnya sudah sangat merata. "Mau yang A, B, C, dan D ini merata sekali. Jadi pola pendekatan yang dipakai juga harus benar-benar sesuai kebutuhan dan bervariasi," tegasnya. Secara terpisah, Pengamat politik asal UIN Sunan Ampel Surabaya Akhmad Muzakki mengungkapkan bahwa saat ini, civil society dan LSM memegang peranan penting dalam setiap pemilihan Kepala Daerah. Menurut Muzakki, fenomena yang baru di dalam kancah perpolitikan ini dimulai sejak Pilgub DKI Jakarta lalu. "Masyarakat saat ini cenderung apatis terhadap partai-partai politik. Sehingga, mesin-mesin politik dari partai politik diprediksi akan menjadi kurang begitu berperan dalam pemilihan-pemilihan Kepala Daerah nantinya. Walaupun, peran serta partai politik dalam pemilihan-pemilihan tersebut tetap diperlukan. Berawal dari Pilgub DKI, kita dapat melihat bagaimana kekuatan dari mesin partai politik yang begitu kuat menjadi tidak berarti ketika melawan LSM dan civil society. Trend-trend seperti ini bukan tidak mungkin akan terus menjadi trend kedepannya” jelas Muzakki. ifw
Tag :

Berita Terbaru

Membangun Ketahanan Keluarga, FHISIP Unisda Teken MoU dengan Pengadilan Agama

Membangun Ketahanan Keluarga, FHISIP Unisda Teken MoU dengan Pengadilan Agama

Jumat, 24 Apr 2026 07:07 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 07:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan, menjalin kerja sama s…

Stok Beras Bulog Cetak Rekor 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah RI

Stok Beras Bulog Cetak Rekor 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah RI

Jumat, 24 Apr 2026 05:08 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 05:08 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Surabaya – Perum BULOG kembali menorehkan capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Untuk pertama kalinya se…

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menghukum bos MNC Group Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe dan PT MNC…

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Berkas pendaftaran nikah El Rumi dan Syifa Hadju rampung. Pernikahan juga sudah didaftarkan oleh KUA Setiabudi.Yusuf Mimbar dari KUA…

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Juru Bicara (Jubir) Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian, menilai demokrasi harus tetap membuka ruang luas bagi semua kalangan.           …

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI : Hingga Kamis (23/4), kasus dugaan perjokian dan kecurangan UTBK meski mencuat masih dalam tahap pendalaman oleh panitia pusat. Penyelidikan…