Sang Mahapati Setya Novanto

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Adalah Mahapati atau Dyah Halayudha. Berdasar catatan kitab Pararaton, menjadi Rakyan Patih ri Majapahit mulai tahun 1316 selepas kematian Mahapatih Nambi. Dia adalah Mahapatih Amangkubumi ke-2 Kerajaan Majapahit, setara dengan Perdana Menteri dalam tata laksana Negara modern seperti sekarang ini. Kepala pemerintahan yang menjalankan baik buruknya roda pemerintahan. Sebuah jabatan mentereng yang membuat namanya tercatat secara khusus dan legendaris di era pemerintahan Sanggramawijaya dan Jayanegara. Bukan semata karena jabatannya, tapi lebih pada bagaimana Mahapati mendapatkan jabatan itu dengan penuh drama dan darah. Mahapati mendapatkan kedudukannya dengan menyingkirkan 9 Arya atau 9 pahlawan Raden Wijaya saat menaklukkan Raja Kediri Jayakatwang dan mendirikan Kerajaan Majapahit. Adalah Mahapati yang dalam lipatan sejarah Majapahit dikenal sebagai politisi yang cerdas, licik dan licin bagai belut. Mahapati dilabeli sebagai "sang penghasut dari Majapahit” karena dengan kecerdasan hasutnya ia berhasil mengadudomba para petinggi dan perwira untuk saling bunuh dan menjatuhkan dan dengan sendirinya memberi jalan lapang pada Mahapati. Dengan kelicikan dan kelicinannya Mahapati berhasil membuat Ranggalawe, Sora, Gajah Biru, Empu Renteng, Empu Rakat, Empu Sina, Empu Sasi, Empu Pamor dan Nambi yang notabene adalah perwira-perwira andalan Sanggramawijaya terbunuh atau tersingkir dengan tuduhan memberontak. Bahkan hingga ia berhasil menggantikan kedudukan Nambi sebagai Rakyan Patih setelah berhasil mengadudomba Nambi dan Jayanegara. Ranggalawe dipanas-panasi supaya memberontak karena Nambi yang diangkat menjadi Mahapatih oleh Raden Wijaya dan bukan Sora paman Ranggalawe yang lebih tangguh dan layak. Hingga Ranggalawe tewas di sungai Tambak Beras oleh Kebo Anabrang. Sora pun disingkirkan dengan keji dengan tuduhan memberontak karena membunuh Kebo Anabrang. Demikian juga dengan Gajah Biru dan Juru Demung Empu Renteng yang dibantai dengan tuduhan serupa karena membela Sora. Pun dengan Empu Rangkat dan Empu Pamor yang dianggap melindungi pemberontakan Nambi. Sampai akhirnya tuduhan keji terhadap Nambi sebagai pemberontak saat sedang takziah ke Lumajang karena kematian Arya Wiraraja. Di sela segala upayanya mendapatkan gelar Rakyan Patih itu pula Mahapati dengan segala kelicinannya selalu bisa melepaskan dirinya dari berbagai jerat kesalahan dan hukuman yang dirancang dan dipersiapkan oleh para perwira lain. Mahapati selalu bisa lolos dari kematian dan selalu lolos dari rasa tidak suka dari raja Majapahit baik di masa Sangramawijaya maupun Jayanegara. Bahkan ketika hampir semua petinggi Majapahit terbunuh atau tertangkap saat terjadi pemberontakan Ra Kuti kepada Jayanegara, Mahapati pun dengan segala kelicinannya berhasil lolos dari kematian dan penangkapan dengan berpura-pura mengalami “sakit” gangguan jiwa. Semua perwira merasa putus asa dan hilang harapan untuk bisa membongkar segala kebusukannya dan menyeretnya ke tiang gantungan. Kelicikan dan kelicinan Mahapati ini membuatnya mendapat label sebagai "orang sakti" pada jamannya, orang yang tak tersentuh oleh hukum dan kemalangan. Sebagaimana label "orang sakti' yang kini disematkan pada Ketua DPR dan Ketum Golkar Setya Novanto akibat kelicinannya untuk selalu bisa lolos dari jerat hukum dan kemalangan. Mulai lolos dari "skandal papa minta saham" yang bahkan bukti rekaman suaranya pun tak mampu membuatnya kalah. Kemudian mundur dari kursi ketua DPR dengan kesan elegan, untuk kemudian menjadi Ketum Golkar dengan cara yang sangat dramatis akibat pembelaan hulubalang istana. Dan kemudian tanpa sedikit pun reserve kembali menduduki kursi empuk Ketua DPR . Dan ingatlah bagaimana Setya Novanto kembali lolos dari jerat hukum KPK karena kasus korupsi E-KTP. Meski seabrek bukti dan saksi telah disiapkan oleh KPK, drama pra peradilan satu hakim kembali menyelamatkannya dari jerat hukum dan kemalangan. Dan meskipun fakta praperadilan itu menjungkirbalikkan logika keadilan publik dan membuat publik kecewa dan menangis dengan ribuan meme nyinyir, Setya Novanto tetap melenggang penuh kemenangan. Sebagaimana Mahapati membuat para perwira kenamaan tak berdaya dengan akal licinnya, Setya Novanto pun seolah membuat para perwira Golkar sekelas JK, Akbar Tanjung dan Ical lemah tak berdaya untuk mendongkelnya. Dan yang paling mutakhir adalah lolosnya Setya Novanto dari jerat penangkapan KPK, beberapa menit sebelum petugas KPK datang ke rumahnya. Setelah beberapa hari sebelumnya kembali KPK menetapkannya sebagai tersangka korupsi E-KTP. Setya Novanto Hilang. Menghilang begitu saja, membuat KPK tolah toleh dan membuat publik dan hampir semua pejabat negara kebakaran jenggot. Namun beberapa jam kemudian drama yang lebih akrobatik terpapar di depan publik, Setya Novanto terkapar di rumah sakit dengan kepala diperban dan wajah lebam, akibat mobilnya menabrak tiang listrik. Berita ini akan membuat KPK kesulitan untuk bisa menjemput Setya Novanto secara paksa, karena prosedur medis dan RS pasti akan menghalanginya. Sebagaimana Mahapati rela memotong kemaluannya sendiri demi bisa menghindarkan diri dari tuduhan menyelingkuhi istri perwira bawahannya. “Bagaimana saya bisa menyelingkuhi seorang wanita, wong alat kelamin saja gak punya?!” dalih Mahapati. Apakah kali ini Setya Novanto akan kembali lolos dari buruan KPK? Dan kembali meneguhkan labelnya sebagai "orang sakti"? Selicik-liciknya, selicin-licinnya, sesakti-saktinya Sang Mahapati Dyah Halayuda pada akhirnya semua kebobrokannya terbongkar juga oleh Empu Krewes (yang kelak menjadi Mahapatih Amangkubumi ke-3 menggantikan Mahapati) dengan bantuan para teliksandi Bhayangkari. Nasibnya berakhir mengenaskan. Tewas ditangan algojo yang mencincang tubuhnya sesuai perintah raja Jayanegara. Bagaimana dengan nasib Setya Novanto kelak ?! Bertanyalah pada Jayanegara. Dan juga pada Empu Krewes Arya Tadah yang sepertinya telah siap menggantikan kedudukan Setya Novanto.
Tag :

Berita Terbaru

Minat Konsumen Nyaris Nol, Lamborghini Batalkan Peluncuran Konsep Mobil Listrik Murni

Minat Konsumen Nyaris Nol, Lamborghini Batalkan Peluncuran Konsep Mobil Listrik Murni

Selasa, 24 Feb 2026 12:18 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 12:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini, merek kendaraan mewah Lamborghini membuat kejutan dengan memperkenalkan konsep mobil listrik, arah strateginya kini…

Honda Navi Tetap Jadi Motor Mini Favorit di AS, Hadirkan Warna Baru 2026

Honda Navi Tetap Jadi Motor Mini Favorit di AS, Hadirkan Warna Baru 2026

Selasa, 24 Feb 2026 12:12 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 12:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan otomotif asal Jepang, Honda dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu sepeda motor kecil paling menonjol dan…

Libatkan Peran PA Kota Madiun, Pemkot Komitmen Tingkatkan Edukasi Hukum Islam

Libatkan Peran PA Kota Madiun, Pemkot Komitmen Tingkatkan Edukasi Hukum Islam

Selasa, 24 Feb 2026 12:05 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 12:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang hukum islam, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur yang…

Lewat Program ‘Wenak’ Banyuwangi Bantu Ribuan Usaha Warung Rakyat

Lewat Program ‘Wenak’ Banyuwangi Bantu Ribuan Usaha Warung Rakyat

Selasa, 24 Feb 2026 11:57 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 11:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dalam rangka mengembangkan usaha pelaku usaha mikro dan kecil agar usaha yang masih berkembang, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi,…

Cegah Potensi KLB Terkait Keamanan Pangan, Pemkab Ponorogo Perketat Operasional SPPG

Cegah Potensi KLB Terkait Keamanan Pangan, Pemkab Ponorogo Perketat Operasional SPPG

Selasa, 24 Feb 2026 11:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 11:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Guna mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB) akibat persoalan keamanan pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa…

Tingkatkan Kesejahteraan, Pemkot Madiun Percepat Perlindungan BPJS-TK untuk 11 Ribu Pekerja

Tingkatkan Kesejahteraan, Pemkot Madiun Percepat Perlindungan BPJS-TK untuk 11 Ribu Pekerja

Selasa, 24 Feb 2026 11:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai salah satu komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun untuk mensejahterakan pekerja lokal serta mendorong perusahaan swasta…