PGRI Sebut Kesejahteraan Guru Honorer Memprihatinkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta pemerintah agar lebih memprioritaskan para guru honorer dan guru tidak tetap untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) alias pekerja kontrak. Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menyampaikan, status para guru menjadi PNS atau P3K ini sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan para guru, terutama para guru yang mengajar di daerah pelosok atau di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). "(Kesejahteraan) sangat memprihatinkan, satu sekolah diisi PNS tiga selebihnya guru honorer. Mereka (mendapatkan honor) Rp 300, Rp 450, dibayar tiga bulan sekali dari dana BOS. Mana pada waktu dibayarkan itu harus ada SK dari Gubernur atau Walkot," kata Unifah, Senin (4/12). Karena itu, kata dia, saat HUT ke-72 PGRI di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kementerian terkait bersama pemerintah daerah untuk memetakan masalah ini. Unifah mengatakan, pengangkatan guru honorer di daerah 3T menjadi prioritas pemerintah lantaran sangatlah penting bagi kesejahteraan guru di daerah pelosok. "Maka Presiden angkat dan utamakan mereka, karena mereka hampir frustasi," ucap dia. Saat ini, tercatat masih terdapat 998 ribu guru honorer di seluruh Tanah Air. Ia mengungkapkan, pemerintah sebelumnya pernah melakukan serangkaian uji tes dan kompetensi bagi para guru honorer kategori dua (K2) untuk direkrut menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurut Unifah, dari hasil tes itu, mereka pun telah memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Kendati demikian, hingga kini pemerintah belum menindaklanjuti hasil dari kompetensi tersebut. "Mereka sekarang tinggal tunggu political will dari terutama Kementerian PAN-RB," jelasnya. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan memberikan kesempatan bagi para guru honorer yang telah mengabdi lama dengan gigih untuk mengisi kekosongan guru di seluruh Tanah Air. Hal itu terutama bagi para guru yang mengabdi puluhan tahun di daerah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal. "Kekurangan guru akan diisi secara bertahap sesuai kemampuan pemerintah dengan mengedepankan meritocracy dan guru-guru yang telah mengabdi lama, sepanjang memiliki kualifikasi dan kompetensi akan diberikan kesempatan terlebih dahulu," ucap Presiden. sd
Tag :

Berita Terbaru

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menunggu datangnya musim hujan di Kabupaten Magetan diprakirakan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir 2026. Untuk Kecamatan…

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai wujud peduli sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memberlakukan gerakan Batu Pilah Sampah dari Rumah menjadi tiga…

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena cuaca yang cenderung kering membuat kualitas daun tembakau relatif baik, namun pasokan air yang terbatas menyebabkan hasil…

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat adanya kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni dari 10,19…

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…