Ada Tiga SDN Indonesia di Meksiko

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Tahukah Anda di Meksiko ada tiga sekolah dasar yang menyandang nama Indonesia? Sekolah-sekolah dengan ratusan siswa tersebut bukan khusus untuk warga Indonesia, melainkan sekolah dasar negeri di negara di Amerika Latin tersebut. Salah satu sekolah bahkan pernah dikunjungi Presiden Pertama RI Soekarno. “Indonesia bangga karena di Meksiko ada tiga sekolah dasar yang bernama Indonesia," kata Duta Besar Indonesia untuk Meksiko, Yusra Khan dalam jamuan makan siang dengan jajaran guru dan kepala sekolah ketiga sekolah tersebut dalam rilis yang diterima CNN Indonesia,Kamis (25/1). Yakni Escuela de la Republica de Indonesia yang terletak di Tacuba, Mexico City, Escuela de la Republica de Indonesia di Itzapalapa juga di Ibu Kota Mexico City serta Colegio Indonesia di Coacalco - Estado de Mexico. Menurut Yusra, nama Indonesia yang disandang adalah bukti kedekatan Indoensia dengan Meksiko. "Hubungan antara KBRI dengan ketiga sekolah tersebut cukup erat," kata Yusra. Namun, lanjut Yusra, sudah sejak lama tidak ada kegiatan pengenalan Indonesia di tiga sekolah tersebut. "Sudah saatnya dihidupkan kembali kegiatan pengenalan Indonesia di sekolah agar senantiasa tumbuh pemahaman dan kecintaan siswa Meksiko akan Indonesia,' kata mantan Duta Besar RI untuk Markas PBB di New York itu. Dalam jamuan yang digelar di KBRI Mexico City pada Selasa (23/1) tersebut, Dubes Yusra Khan menawarkan agar kegiatan pelatihan seni dan budaya Indonesia bagi murid-murid ketiga sekolah tersebut dihidupkan kembali. Antara lain pelatihan tari tradisional, musik dan lagu Indonesia. Juga pengajaran bahasa Indonesia. Tawaran ini disambut baik oleh Kepala Sekolah Colegio Indonesia, Yoxtalepetl Escamilla Olguin dan Kepala Sekolah Indonesia – Tacuba, Laura Xochitl Sanchez Gomez, serta wakil dari Sekolah Indonesia – Itzapalapa, dan 12 guru dari ketiga sekolah. Menurut Olguin, sekolahnya memang sudah sejak lama ingin bekerja sama dengan KBRI untuk mengaktifkan kembali kegiatan pembelajaran tentang Indonesia di sekolahnya. “Colegio Indonesia dan KBRI, meski belum rutin, telah beberapa kali menyelenggarakan pengenalan Indonesia di Coacalco," kata dia. Dia optimistis kegiatan latihan tari, musik dan lagu serta pengajaran bahasa Indonesia bakal membuat murid-murid lebih memahami Indonesia. Hal senada disampaikan Kepala Sekolah Indonesia di Tacuba yang pernah dikunjungi Presiden Sukarno pada bulan April 1961. Meski begitu, sebagai sekolah negeri, mereka memerlukan izin khusus dari Kementerian Pendidikan Publik Meksiko untuk memasukan kegiatan ekstrakurikuler bahasa dan seni budaya Indonesia. Namun Gomez yakin bahwa izin tersebut akan mudah diberikan. Hal ini lantaran pengenalan bahasa dan seni budaya Indonesia di lingkungan sekolah bernama Indonesia akan memberikan nilai tambah yang positif bagi para murid. Dalam pertemuan, ketiga sekolah dan KBRI juga sepakat untuk menyelenggarakan kegiatan bersama di lingkungan kedutaan dalam satu waktu. Ketiga sekolah sepakat untuk menghadirkan 10-20 siswa sekolahnya dalam kegiatan pelatihan kesenian di KBRI yang dilaksanakan di luar jam sekolah. “Kesepakatan ini sangat menggembirakan. Saya yakin siswa-siswi akan bangga menarikan atau menyanyikan lagu Indonesia saat bersama masyarakat Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI bulan Agustus mendatang," kata Olguin yang pernah mengikuti Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-50 sebagai salah satu Teman Presiden RI tahun 1995. Kegiatan pelatihan seni dan budaya dan pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah bernama Indonesia tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan rasa sayang siswa Meksiko terhadap Indonesia. Saat ini, masing-masing sekolah memiliki populasi siswa sebanyak 161 siswa di Sekolah Indonesia – Tacuba, 500 siswa di Sekolah Indonesia – Itzapalapa, dan 449 siswa di Sekolah Colegio Indonesia. Ketiga sekolah tersebut tercatat memiliki banyak prestasi di bidang pendidikan, kesenian dan kebudayaan di Meksiko.
Tag :

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…