Kasus Pengroyokan Siswa di Sekolah

Polresta Kediri Periksa Dua Guru dan Teman Korban

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Kediri - Unit PPA Polresta Kediri terus menyelidiki kasus pengroyokan yang terjadi pada T (12) siswa kelas 5 SDN Pakunden 1 Kota Kediri. Untuk mengetahui kasus tersebut apakah sering terjadi di lingkungan sekolah, saat ini polisi memeriksa dua guru dan teman korban. Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP Ridwan Sahara mengatakan, usai memeriksa sejumlah saksi, kini giliran pihak guru dan teman korban. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah korban memang sering dibully oleh pelaku. "Kita terus kumpulkan bukti dan keterangan saksi. Hari ini tadi kita minta keterangan guru olahraga dan guru wali murid serta teman korban. Agar mengetahui apakah tindakan seperti ini sering terjadi disekolah apa tidak," ujarnya, Senin (29/1/2018). Lanjut AKP Sahara, dari pengakuan teman korban, banyak pernyataan yang memang korban sering ditindas oleh pelaku. Korban sering dipalak hingga disuruh membeli makanan oleh pelaku dengan uang saku milik korban. "Pengakuan teman korban, korban T ini memang sering dimintai uang oleh pelaku," imbuhnya. Selain hasil pemeriksaan sejumlah saksi, polisi saat ini masih menunggu hasil visum et repertum dari RS Bhayangkara Kota Kediri. Pihaknya menargetkan hasil visum tersebut bakal keluar dalam minggu ini. "Jika sudah keluar akan kita informasikan. Yang jelas hasil dari pengumpulan penyidik nanti akan kita gelarkan, jika sudah cukup bukti akan kita naikan ke penyidikan," tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi korban pengroyokan siswa yang masih duduk dibangku kelas 5 SD di Kota Kediri semakin kritis. RS Bhayangkara Kota Kediri akhirnya merujuk T (12) ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada Sabtu, (27/1/2018) lalu. Berdasarkan informasi yang diterima LPA, korban dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo atas dasar pertimbangan kondisi kesehatan korban. Pasalnya keluhan sakit yang diderita di kepala dan alat vital korban tak kunjung membaik. Informasi dilapangan, T dikeroyok temannya usai terjadi cek cok saat bermain sepak bola. Sebelumnya T juga sempat menjadi korban pemalakan yang dilakukan pelaku. Puncaknya saat T bermain sepak bola bersama pelaku di halaman sekolah dan terjadi cek cok lantaran melakukan gol bunuh diri. Akhirnya T dikeroyok oleh tiga temannya. Pelaku yang masih teman sekelasnya itu tega menendang alat vital dan memukuli kepala korban. Dari kejadian itu, korban yang masih duduk di bangku kelas 5 di SD Pakunden 1 Kota Kediri mengalami kesakitan hingga dibawa ke Puskesmas. Ironisnya, usai dipukuli korban sempat diancam oleh para pelaku supaya tidak melapor kepada guru. Can
Tag :

Berita Terbaru

Pembatasan Medsos Anak Berlaku 28 Maret, Akademisi Ingatkan Bahaya Algoritma

Pembatasan Medsos Anak Berlaku 28 Maret, Akademisi Ingatkan Bahaya Algoritma

Sabtu, 07 Mar 2026 18:27 WIB

Sabtu, 07 Mar 2026 18:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Indonesia akan memberlakukan kebijakan pembatasan kepemilikan akun media sosial bagi anak berusia di bawah 16 tahun mulai 2…

Grand Heaven Surabaya Salurkan 300 Paket Sembako dalam Program Peduli Ramadhan

Grand Heaven Surabaya Salurkan 300 Paket Sembako dalam Program Peduli Ramadhan

Sabtu, 07 Mar 2026 18:18 WIB

Sabtu, 07 Mar 2026 18:18 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Grand Heaven Surabaya kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menggelar kegiatan sosial bertajuk Peduli Ramadhan, …

Hadirkan Pengalaman Smart Living, Sharp Gelar Hello Comfort Exhibition Roadshow di Surabaya

Hadirkan Pengalaman Smart Living, Sharp Gelar Hello Comfort Exhibition Roadshow di Surabaya

Sabtu, 07 Mar 2026 18:12 WIB

Sabtu, 07 Mar 2026 18:12 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Sharp Electronics Indonesia menghadirkan Hello Comfort Exhibition Roadshow di Pakuwon Mall Surabaya pada 4–8 Maret 2026. Pameran in…

Korsleting Komputer Picu Kebakaran di Loket Pendaftaran RSUD Caruban

Korsleting Komputer Picu Kebakaran di Loket Pendaftaran RSUD Caruban

Sabtu, 07 Mar 2026 17:38 WIB

Sabtu, 07 Mar 2026 17:38 WIB

‎SURABAYA PAGI, Madiun – Aktivitas Rumah Sakit Daerah (RSUD) Caruban Kabupaten Madiun, sempat diwarnai kepanikan setelah ada asap hitam pekat keluar dari loket …

Terpilih Sebagai Ketua Sarbumusi Lamongan, Gus Irul Ingatkan Perusahaan Wajib Bayar THR

Terpilih Sebagai Ketua Sarbumusi Lamongan, Gus Irul Ingatkan Perusahaan Wajib Bayar THR

Sabtu, 07 Mar 2026 16:07 WIB

Sabtu, 07 Mar 2026 16:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Usai terpilih menjadi Ketua DPC Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Lamongan, Nihrul Bahi Al Haidar, atau yang…

Peringati Nuzulul Quran, Pemkot Mojokerto Undang KH. Imam Chambali dan Abah Topan

Peringati Nuzulul Quran, Pemkot Mojokerto Undang KH. Imam Chambali dan Abah Topan

Sabtu, 07 Mar 2026 13:42 WIB

Sabtu, 07 Mar 2026 13:42 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto memperingati Nuzulul Quran 1447 Hijriah dengan menghadirkan penceramah KH Muchammad Imam Chambali …