Korut Geram Dituduh Lakukan Peretasan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dilansir dari laman Express.co.uk, kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, menyampaikan pernyataan Kim Jong-un yang menganggap ‘konyol’ tudingan Theresa terkait serangan WannaCry pada jaringan komputer internasional pada 2017 lalu. PYONGYANG, Kim Gyo Yul. Pemerintah Korea Utara memperingatkan Perdana Menteri Inggris, Theresa May, untuk tidak asal menuduh atas dugaan keterlibatan dalam isu teror peretasan yang mengancam negeri Ratu Elizabeth II itu. "Amerika Serikat (AS) dan para pengikutnya, seperti Inggris, lebih baik mengurusi urusannya sendiri, dibandingkan memprovokasi negara-negara lain tentang isu serangan siber," tegas Kim Jon-un. Tahun lalu, Inggris menuding serangan siber berukuran masif memiliki keterkaitan dengan Republik Rakyat Demokratik Korea. Serangan siber tersebut membuat lumpuh sistem jaringan komputer pada Layanan Kesehatan Publik setempat, sehingga menyulitkan penanganan medis terhadap lebih dari 19.000 pasien. Saat itu, beberapa ahli menyebut dugaan adanya campur tangan Korea Utara dalam serangan siber terkait. Tudingan tersebut didasarkan pada temuan kode yang mirip dengan kode serangan sebelumnya, yang diyakini kuat dibuat di Korea Utara. "Segala bentuk serangan siber yang terjadi di berbagai penjuru dunia, AS dan sekutunya mendorong pernyataan yang membingungkan publik, mengaitkan kasus tersebut dengan Korea Utara tanpa alasan dan bukti jelas," ujar Kim Jong-un tidak terima. Tahun lalu, penasihat keamanan AS, Tom Bossert, mengklaim telah menemukan serangkaian bukti bahwa serangan siber adalah sebuah alat penting bagi kepentingan luar negeri Korea Utara. "Korea Utara telah bertindak sangat buruk, dan sebagian sangat tidak terkenali, selama lebih dari satu dekade terakhir, dan hal itu semakin mengerikan ke depannya," jelas Bossert. Pernyataan Bossert tersebut didukung oleh Menteri Keamanan Inggris, Ben Wallace, yang menyebut bahwa Inggris yakin bahwa negara komunis tersebut sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. "Meski kita belum memiliki bukti lebih jauh mengenai keterlibatan Korea Utara dalam serangan siber global, namun hal ini telah diyakini oleh banyak negara, sehingga dugaan tersebut sangat mungkin benar adanya," ujar Ben Wallace. Serangan virus WannaCry disebut telah melumpuhkan lebih dari 300.000 pusat jaringan komputer di seluruh dunia. Serangan siber tersebut meminta tebusan mulai dari US$ 300, atau sekitar Rp 3,9 juta, untuk membebaskan setiap perangkat komputer yang diretas. 02
Tag :

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…