PBB Gelar Voting Gencatan Senjata 30 Hari di Suriah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, - Kantor hak asasi manusia PBB mengatakan bahwa setidaknya 346 orang telah terbunuh di Ghouta timur sejak pemerintah Suriah dan sekutunya meningkatkan sebuah serangan pada 4 Februari. NEW YORK, John Robbinson. Swedia dan Kuwait meminta diadakanya pemungutan suara (voting) untuk resolusi PBB yang memerintahkan gencatan senjata selama 30 hari di seluruh Suriah. Hal itu dilakukan untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan kepada jutaan orang yang membutuhkannya dan mengevakuasi mereka yang terluka dan sakit. Namun resolusi itu tidak menghentikan serangan yang ditujukan kepada ekstrimis ISIS, al-Qaida, dam Front al-Nusra. Ketiganya menjadi target pemerintah Suriah dan sekutunya Rusia yang mengatakan bahwa mereka tengah memberangus kelompok radikal tersebut. Resolusi itu menyatakan kekerasan yang sampai pada tingkat kebiadaban dan serangan terhadap warga sipil di beberapa wilayah Suriah, terutama di wilayah Idlib dan daerah pinggiran Damaskus yang diduduki pemberontak di Ghouta timur tidak dapat diterima. Namun, keberlangsungan dari resolusi ini amat bergantung pada sikap Rusia. Seperti diketahui, Rusia adalah salah satu negara yang mempunyai hak veto. Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyebut gencatan senjata 30 hari tidak realistis. Para diplomat mengatakan selama negosiasi mengenai resolusi tersebut, Nebenzia berpendapat bahwa hal itu tidak dapat dilaksanakan. Sebaliknya, ia mengusulkan sebuah perubahan yang akan membuat para pihak menyetujui gencatan senjata sendiri yang ditolak oleh para pendukung resolusi, kata para diplomat tersebut. "Kami tidak dapat dengan mudah memutuskan bahwa ada gencatan senjata," kata Nebenzia pada sebuah rekaman audio dari Misi Rusia di PBB. "Itu adalah proses yang panjang dan kompleks untuk dicapai. Penghentian tidak dapat dilakukan dengan memasukkan kata dalam resolusi," sambungnya seperti dikutip dari ABC News. Segera setelah draft akhir resolusi diedarkan, Nebenzia menyerukan sebuah pertemuan Dewan Keamanan terbuka pada hari Kamis membahas situasi di Ghouta timur. Beberapa diplomat mengeluh secara pribadi bahwa Rusia berusaha untuk menunda tindakan terhadap resolusi gencatan senjata 30 hari tersebut. Nebenzia mengatakan kepada dewan bahwa penting bagi semua pihak dalam konflik tersebut menyajikan pemahaman mereka tentang situasi di Ghouta timur dan mengemukakan cara untuk keluar dari situasi di sana. "Rusia memahami ada teroris di sana yang tentara Suriah sedang perangi dan para teroris menembaki Dermat Damaskus - dan itu telah terbengkalai," katanya. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebelumnya mendesak penghentian segera semua kegiatan perang di Ghouta timur, di mana dia mengatakan 400.000 orang hidup "di neraka bumi." Kepala PBB mengatakan penghentian pertempuran harus memungkinkan bantuan kemanusiaan untuk mencapai semua yang membutuhkan dan evakuasi sekitar 700 orang membutuhkan perawatan medis yang mendesak. "Ini adalah tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di depan mata kita dan saya tidak berpikir kita bisa membiarkan semuanya berjalan dengan cara yang menghebohkan ini," katanya. Duta Besar AS Nikki Haley mendukung pimpinan PBB yang mengatakan: "Inilah saatnya kita menyadari bahwa kita tidak dapat terus berpaling." Kemudian, dia menuduh rezim Assad yang barbar telah menyerang pria, wanita dan anak-anak. "Sangat tidak masuk akal untuk mengklaim bahwa serangan terhadap warga sipil ini ada kaitannya dengan memerangi terorisme," kata Haley dalam sebuah pernyataan. "Dewan Keamanan harus bergerak untuk mengadopsi sebuah resolusi yang menetapkan gencatan senjata," tegasnya. Namun sejak konflik Suriah dimulai hampir tujuh tahun yang lalu, Dewan Keamanan telah terbagi, dengan Rusia mendukung pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Sementara AS, Inggris dan Prancis mendukung oposisi. Hasilnya adalah kelumpuhan dan kelambanan DK PBB. Resolusi kemanusiaan Suriah yang diusulkan dan disusun oleh Swedia bersama Kuwait mengungkapkan "tekanan berat" bahwa lebih dari 13,1 juta orang di Suriah membutuhkan bantuan kemanusiaan yang mendesak dan "kemarahan" atas meningkatnya kekerasan serta kurangnya akses terhadap warga sipil yang membutuhkan. Resolusi ini menyerukan gencatan senjata di seluruh Suriah untuk memulai 72 jam setelah adopsi resolusi tersebut. Resolusi ini menyatakan bahwa 48 jam setelah gencatan senjata dimulai, konvoi kemanusiaan harus diizinkan mendapatkan akses tanpa hambatan dan berkelanjutan dan PBB serta mitranya harus diizinkan untuk mengevakuasi kasus-kasus mendesak. Rancangan resolusi tersebut juga menyerukan pengangkatan segera pengepungan termasuk di Ghouta timur, Yarmouk, Foua dan Kefraya. 03
Tag :

Berita Terbaru

Belum Disalurkan, Pikap KDKMP Tabrakan Beruntun di Ponorogo Saat Konvoi

Belum Disalurkan, Pikap KDKMP Tabrakan Beruntun di Ponorogo Saat Konvoi

Jumat, 31 Jul 2026 16:17 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 16:17 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kecelakaan beruntun yang melibatkan dua unit mobil pikap KDKMP dan sebuah bus pariwisata terjadi di simpang lampu merah Gandukepuh,…

Satreskrim Polres Blitar Kota Bekuk Pemuda 26 th Ketahuan Mencuri

Satreskrim Polres Blitar Kota Bekuk Pemuda 26 th Ketahuan Mencuri

Jumat, 31 Jul 2026 15:13 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota bekuk pemuda 26 th ketahuan mencuri, Setelah menerima laporan dari Dma 26 warga Desa Selodung Kec. S…

Home Care Jember Jadi Layanan Jemput Bola sampai Pelosok Desa, Pertama di Indonesia

Home Care Jember Jadi Layanan Jemput Bola sampai Pelosok Desa, Pertama di Indonesia

Jumat, 31 Jul 2026 15:01 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menghadirkan inovasi layanan kesehatan melalui Program Home Care yang mengusung konsep jemput …

Gencarkan Homecare di Rowotamtu Rambipuji, Gus Fawait Pimpin Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

Gencarkan Homecare di Rowotamtu Rambipuji, Gus Fawait Pimpin Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

Jumat, 31 Jul 2026 14:10 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 14:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember terus memaksimalkan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan dan pengentasan kemiskinan. Paling a…

Bangun Ekosistem Futsal Usia Muda Lewat Wondr Futsal Series 2026

Bangun Ekosistem Futsal Usia Muda Lewat Wondr Futsal Series 2026

Jumat, 31 Jul 2026 13:43 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 13:43 WIB

Surabaya Pagi – Membangun talenta muda ekosistem olahraga Futsal Games of Society menggelar Wondr Futsal Series 2026. Even tersebut resmi dirgulir di Surabaya, …

Lewat JConnect, Bank Jatim Boyong Dua Penghargaan Sekaligus

Lewat JConnect, Bank Jatim Boyong Dua Penghargaan Sekaligus

Jumat, 31 Jul 2026 13:39 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 13:39 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dalam menghadirkan layanan perbankan digital yang inovatif kembali…