Banyak Sampah di Bulan?

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Sudah beberapa kali misi ke Bulan dilakukan oleh peradaban manusia. Beberapa misi ke Bulan meninggalkan benda buatan manusia. Sejumlah benda tertinggal di sana di antaranya palu, bulu burung Falcon, perangkat bendera, beberapa wahana pengorbit yang memetakan medan Bulan sebelum mendarat di permukaan satelit Bumi tersebut. Ada lusinan kepingan sampah tercecer di Bulan. Namun berapa banyak sampah di Bulan masih menjadi perdebatan. Dikutip dari Live Science, Sabtu 3 Maret 2018, data yang dikutip Wikipedia memperkirakan sampah yang ada di Bulan sekitar 181 ribu kilogram bobot di Bumi. Kepala Sejarawan Badan Antariksa AS, William Barry, mengatakan perkiraan itu dipandang logis. Sebab di permukaan tertinggal juga artefak berat yaitu lima kendaraan penjelajah Bulan. Astronaut NASA dituding menjadi pihak yang paling berkontribusi atas banyaknya sampah di Bulan melalui misi Apollo selama 1969 sampai 1972. Barry mengatakan, misi lain yang paling nyampah yaitu misi tak berawak dari badan antariksa dunia seperti AS, Rusia, Jepang, India dan Eropa. Namun tak semua sampah yang tertinggal itu hanya jadi rongsokan alias tak bernilai. Malahan ada yang berpandangan sampah yang tertinggal di Bulan akan menjadi warisan berharga bagi misi ke Bulan di masa depan. Sampah di Bulan bisa menjadi situs arkeologi. Barry menuturkan, misi ke Bulan di masa depan bisa mengunjungi situs bersejarah pendaratan misi Apollo dan sampah yang ditinggalkan dari misi Badan Antariksa Eropa, Badan Antariksa Rusia dan misi negara lainnya. Barry menuturkan, peneliti misalnya bisa mempelajari objek sampah Bulan untuk melihat bagaimana rongsokan tersebut menghadapi radiasi dan ruang hampa dari waktu ke waktu. Selain itu, beberapa objek sampah di Bulan masih bisa dimanfaatkan dalam misi pengamatan. Salah satunya adalah sampah berupa reflektor laser yang ditinggalkan kru Apollo 11. NASA menjelaskan, berkat reflektor itu, peneliti di Bumi bisa menembakkan laser ke reflektor, sehingga bsa mengukur jarak Bumi dan Bulan. Dari pengukuran itu, ilmuwan menjadi paham Bulan bergerak menjauh dari Bumi pada tingkat 3,8 centimeter per tahun. (viv/cr)
Tag :

Berita Terbaru

Bikin Heboh! Bayi Terkunci Dalam Mobil, DPKP Gercep Lakukan Evakuasi

Bikin Heboh! Bayi Terkunci Dalam Mobil, DPKP Gercep Lakukan Evakuasi

Rabu, 22 Apr 2026 15:41 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejadian yang membuat banyak warga terheran-heran, ditemukan seorang bayi dalam keadaaan terkunci di dalam mobil di kawasan Jalan…

Momen Hari Kartini, Khofifah Salurkan Bantuan DBHCHT untuk Buruh Rokok dan Pelaku Usaha Perempuan

Momen Hari Kartini, Khofifah Salurkan Bantuan DBHCHT untuk Buruh Rokok dan Pelaku Usaha Perempuan

Rabu, 22 Apr 2026 15:39 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 15:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memanfaatkan momentum Hari Kartini 2026 untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan …

Heboh! Fenomena 'Waterspout' Pusaran Angin Tornado Gegerkan Warga Dekat Jembatan Suramadu

Heboh! Fenomena 'Waterspout' Pusaran Angin Tornado Gegerkan Warga Dekat Jembatan Suramadu

Rabu, 22 Apr 2026 15:19 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini tengah viral di media sosial (medsos) terkait unggahan video yang menampilkan pusara angin bak tornado di sekitar…

Sering Timbulkan Kemacetan, Pemkot Surabaya Siap Kembalikan Fungsi Jalan Stasiun Wonokromo

Sering Timbulkan Kemacetan, Pemkot Surabaya Siap Kembalikan Fungsi Jalan Stasiun Wonokromo

Rabu, 22 Apr 2026 14:42 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 14:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti keluhan warga terkait Jalan Staisun Wonokromo Surabaya yang selama ini sempit dan kerap menimbulkan kemacetan…

Dapodik dan Dana BOS Terhambat Imbas 21 Sekolah di Tulungagung Tanpa Kepala Sekolah

Dapodik dan Dana BOS Terhambat Imbas 21 Sekolah di Tulungagung Tanpa Kepala Sekolah

Rabu, 22 Apr 2026 14:33 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung tengah di landa dilema pasca banyaknya kekosongan jabatan Kepala…

Lewat Program Gentengisasi, Jadi Harapan Baru bagi UMKM Perajin Genteng di Trenggalek

Lewat Program Gentengisasi, Jadi Harapan Baru bagi UMKM Perajin Genteng di Trenggalek

Rabu, 22 Apr 2026 14:22 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 14:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong penggunaan atap genteng pada bangunan pemerintah dan fasilitas publik…