Tren di Vietnam, Jasa Pernikahan Palsu untuk Wanita

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Wanita Vietnam yang ingin menghindari stigma sosial karena memiliki anak di luar nikah kini beralih ke jasa pernikahan palsu. Bisnis tersebut menyediakan calon pengantin pria dan tamu untuk menyelenggarakan pernikahan palsu dengan biaya yang cukup mahal. Dilansir Odditycentral, hamil sebelum menikah dianggap tabu di Vietnam, terutama di bagian utara negara tersebut, di mana norma sosial tradisional masih sangat kuat. Tingkat aborsi Vietnam pun berada di urutan kelima secara global dan pertama di Asia, dengan lebih dari 300 ribu aborsi tercatat setiap tahun. Data menunjukkan bahwa sebagian besar aborsi disebabkan oleh tekanan sosial. Jika calon ibu tetap ingin menjaga bayinya dan pada saat yang sama tak ingin mempermalukan dirinya serta keluarga, mereka bisa memanfaatkan bisnis pernikahan palsu. Jasa ini rupanya telah ada selama beberapa dekade dan menjadi semakin populer. Bisnis pernikahan palsu ini menawarkan kepada wanita cara yang dianggap efektif menyelamatkan diri dari rasa malu di depan keluarga dan teman, dengan mengatur resepsi pernikahan, lengkap dengan pengantin pria dan tamu pernikahan. Beberapa bahkan menawarkan rencana lima tahun, yang memungkinkan klien bisa bersama 'suami' untuk pergi ke berbagai acara dan mempertahankan ilusi bahwa mereka sudah menikah lebih lama. Salah satu perusahaan layanan pengantin Hanoi yang telah menyewakan pernikahan palsu selama lebih dari satu dekade menawarkan biaya yang cukup mahal untuk jasanya. Manajer perusahaan tersebut, Nguyen Van Thien mengemukakan paket VIP yang ditawarkannya sebesar VND 98 juta atau setara Rp 58 juta. Ilustrasi pernikahan palsu. Foto: thinkstock Van Thien juga mengungkapkan bahwa ia telah menyewakan lebih dari 1000 pengantin pria dalam waktu 10 tahun terakhir. Tahun lalu, ia memiliki lebih dari 1000 karyawan, kebanyakan dari mereka adalah pengantin pria palsu dan tamu pernikahan yang bisa berperan dalam 15 pernikahan setiap bulannya. Setiap acara dibutuhkan persiapan khusus untuk memastikan semuanya berjalan baik. Para aktor yang bermain sebagai pengantin pria, keluarga dan teman-temannya harus belajar sebanyak mungkin tentang mempelai wanita dan keluarganya, kemudian bersiap untuk bertindak dengan cara tertentu, tergantung pada kebutuhan klien. "Tergantung pada kasus. Kami mempekerjakan aktor yang berbeda. Misalnya, keluarga kaya akan memiliki tuntutan yang lebih tinggi. Ayah dan ibu pengantin laki-laki juga harus memiliki pendidikan dan pekerjaan yang baik," kata Thien kepada Vietnamnet. Model bisnis yang dijalankan Thien ini banyak mendapatkan kritik. Ia pun mengatakan bahwa perusahaan penyewa pria untuk pernikahan palsu tak akan pernah ada tanpa tekanan sosial yang menimpa wanita muda Vietnam. "Keberadaan layanan ini hanya menunjukkan betapa parahnya penilaian masyarakat. Jika para wanita itu tidak memiliki pernikahan palsu, mereka pasti harus meninggalkan anak mereka atau pindah ke tempat lain yang jauh," kata pengusaha itu.(dt/01)
Tag :

Berita Terbaru

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kemampuan literasi anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi tidak lagi s…

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Puluhan warga Lingkungan Trunodangsan, Kelurahan Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo, menyegel sebuah outlet yang diduga menjual m…

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kendal Tornado FC langsung memasang target tinggi pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027. Tim asal Kendal tersebut m…