Soal Penyebab Kematian Eks Wakapolda Sumut, Polda: Ada yang Tidak Bisa Kami

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Malang - Misteri kematian eks Wakapolda Sumatera Utara Kombes Pol (Purn) Agus Samad memasuki hari ke-18 Rabu ini (14/3/2018), namun pihak kepolisian masih kesulitan menemukan titik terang penyebab kematian. Kepolisian mengisyaratkan menemukan satu bukti baru terkait penyebab kematian, namun saat ditanya melalui Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, apa bukti baru tersebut, ia enggan membeberkannya. "Sabar, semua orang tanya. Tapi ada yang tidak bisa saya buka," ujarnya melalui pesan singkat. Pihak Polda Jawa Timur juga masih menunggu hasil analisis Mabes Polri terkait temuan satu bukti dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Perumahan Bukit Dieng Permai MB 9 tersebut. "Mohon maaf malah bukti Labfor (Labfor Mabes Polri) belum keluar," tuturnya kembali. Terkait status sosial media salah seorang anak Agus Samad yang diduga status whatsapp, pihak kepolisian juga terus menelusuri dan mendalaminya. "Sudah ditelusuri," jawabnya singkat. Diduga status tersebut ditulis anak kedua korban Radiasa Agung Wicaksana melalui whatsapp story yang merupakan salah satu isi konten media sosial whatsapp. Namun hingga berita ini dimuat, pihak keluarga baik itu istri maupun anak korban, belum ada yang berhasil dimintai keterangan lebih jelas. Sebelumnya, warga Perumahan Bukit Dieng Permai dikejutkan penemuan jasad purnawirawan mantan Wakapolda Sumatera Utara yang tewas bersimpah darah dengan kondisi kali terikat tali rafia hitam di taman belakang rumahnya di Perumahan Bukit Dieng Permai MB 9, pada Sabtu pagi 24 Februari 2018. Diduga korban yang berusia 71 tahun ini menjadi korban pembunuhan karena ditemukan sejumlah bercak darah di ruang makan yang berjarak 10 meter dari penemuan jasad korban. Polisi hingga kini sudah memeriksa sejumlah saksi dari istri, anak, saudara, dan kerabat korban. Pihak kepolisian juga telah memeriksa petugas keamanan, tetangga, dan saksi mata saat pertama kali menemukan korban tewas. (oz/02)
Tag :

Berita Terbaru

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Akhirnya, YTR (29) korban penganiayaan dan penyekapan Taufik Hidayat selama 3 tahun, buka suara. YTR (Yuvita Tri Rezeki),…

Anak Aktor Ari Wibowo, Ingin Sekolah Teologi

Anak Aktor Ari Wibowo, Ingin Sekolah Teologi

Kamis, 25 Jun 2026 20:22 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aktor Ari Wibowo, mengijinkan putra bungsunya,Kenzo Wibowo, pilih karir. Kenzo, baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah…

Luhut Promosikan Family Office

Luhut Promosikan Family Office

Kamis, 25 Jun 2026 17:52 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 17:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan soal pentingnya pembentukan family office. Menurutnya,…