Orang Asing Lebih Mudah Diawasi dengan Pengaplikasian QR Code

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Kelas II Blitar mulai mengenalkan aplikasi Quick Response Code (QR Code). Aplikasi ini akan terpasang di smartphone semua petugas imigrasi dan tim pengawasan orang asing (Timpora). Dengan aplikasi ini, keberadaan orang asing di wilayah Indonesia akan lebih mudah terpantau. "Saat ini kami lakukan desiminasi atau pengenalan mengenai pemanfaatan QR code untuk meningkatkan pengawasan orang asing. Dimulai dari saat kedatangan orang asing di tempat pemeriksaan imigrasi di bandara dan pelabuhan internasional," jelas Kepala Kanim Kls II Blitar Muhammad Akram kepada detikcom di kantornya Selasa (20/3/2018). QR Code ini dengan pemberian cap izin masuk yang diganti dgn stiker. Stiker akan ditempel di paspor setiap orang asing yang masuk Indonesia. Begitu juga dengan ijin tinggal setiap orang asing akan ditempeli stiker QR Code. "Bagaimana cara bacanya? Nah nanti setiap smartphone petugas imigrasi dan Timpora akan dipasang aplikasi reading QR Code. Jadi ketika petugas memindai QR Code orang asing, di smartphonenya langsung tertera semua identitas orang asing itu. Mulai masa berlaku ijin tinggalnya, bahkan sampai dimana posisi orang asing itu detik ini juga," paparnya. Pemindaian QR code dengan smartphone , secara otomatis posisi saat dilakukan pemindaian akan terkirim dan terekam di pusat data keimigrasian. Sehingga keberadaan dan mobilitas orang asing di wilayah Indonesia dapat terpantau oleh sistem. Dengan aplikasi ini, lanjut Akram, akan sangat memudahkan Timpora memantau keberadaan orang asing di wilayahnya. "Saat ini karena masih proses pengenalan. Untuk stiker masih proses tender lelang pencetakan. Semoga Juli tahun ini, bisa segera terealisasi," imbuhnya. Aplikasi ini diyakini akan memberikan kemudahan untuk memantau pergerakan atau perpindahan orang asing dari satu wilayah ke wilayah lain di seluruh Indonesia. (dtk/02)
Tag :

Berita Terbaru

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Akhirnya, YTR (29) korban penganiayaan dan penyekapan Taufik Hidayat selama 3 tahun, buka suara. YTR (Yuvita Tri Rezeki),…

Anak Aktor Ari Wibowo, Ingin Sekolah Teologi

Anak Aktor Ari Wibowo, Ingin Sekolah Teologi

Kamis, 25 Jun 2026 20:22 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aktor Ari Wibowo, mengijinkan putra bungsunya,Kenzo Wibowo, pilih karir. Kenzo, baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah…

Luhut Promosikan Family Office

Luhut Promosikan Family Office

Kamis, 25 Jun 2026 17:52 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 17:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan soal pentingnya pembentukan family office. Menurutnya,…