Ritual Menari dengan Orang Mati

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Masyarakat Madagaskar punya ritual unik untuk merayakan ikatan kekeluargaan. Namanya Famadihana atau dikenal juga dengan sebutan turning of the bones. Ritual ini dirayakan oleh suku Malagasi setiap tujuh tahun sekali, dengan membongkar makam keluarga dan nenek moyang untuk diambil tulang-tulangnya yang akan dibungkus dengan kain baru. Setelah itu, mereka menari bersama tulang-tulang tersebut dengan sukacita. Ada musik yang mengiringnya dan hewan yang dikorbankan, di mana dagingnya dibagikan kepada anggota keluarga dan tamu. Dalam ritual itu, para tetua menjelaskan kepada anak cucu mereka tentang pentingnya orang mati yang terbaring di depan mereka. Famadihana dipandang sebagai hari untuk menunjukkan kecintaan kepada keluarga yang telah meninggal dunia. Keluarga besar berkumpul dan merayakan hubungan kekerabatan. Menurut kepercayaan suku Malagasi, orang tidak terbuat dari tanah, tetapi dari tubuh leluhur. Karena itu, suku Malagasi menghormati nenek moyangnya. Mereka percaya, walau tubuh orang mati membusuk, tapi masih mampu berkomunikasi dengan orang hidup. Sehingga nenek moyang atau keluarga yang telah meninggal dunia masih tetap dicintai melalui Festival Famadihana. Dikutip dari Oddity Central, festival tersebut bukan praktik kuno di Madagaskar. Festival ini baru dimulai sekitar abad ke-17. Menggelar festival ini perlu biaya besar lantaran persiapannya rumit termasuk menyediakan makanan mewah untuk tamu dan pakaian baru untuk keluarga yang masih hidup dan yang telah meninggal dunia. Keluarga miskin harus menabung selama beberapa tahun untuk bisa mengadakan festival tersebut. Sementara bagi keluarga mampu yang tidak menggelar Festival Famadihana dianggap telah melakukan pelanggaran berat. Kendati demikian, beberapa orang suku Malagasi berbeda pendapat mengenai hal ini. Beberapa dari mereka percaya bahwa biaya besar untuk menggelar festival itu adalah pemborosan. Sedangkan lainnya percaya bahwa mustahil untuk berbicara dengan orang mati jika tak menggelar festival tersebut. Soal itu, Gereja Katolik memandang Famadihana sebagai sebuah budaya dan bukan agama. (viv/01)
Tag :

Berita Terbaru

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya, – ADA kebiasaan unik setiap tanggal 10 Muharam yaitu muliakan Anak Yatim. Banyak umat muslim rutin menggelar acara santunan komunal …

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Akhirnya, YTR (29) korban penganiayaan dan penyekapan Taufik Hidayat selama 3 tahun, buka suara. YTR (Yuvita Tri Rezeki),…

Anak Aktor Ari Wibowo, Ingin Sekolah Teologi

Anak Aktor Ari Wibowo, Ingin Sekolah Teologi

Kamis, 25 Jun 2026 20:22 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aktor Ari Wibowo, mengijinkan putra bungsunya,Kenzo Wibowo, pilih karir. Kenzo, baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah…