Cerita Sejarah Bisnis Prostitusi di Negara Paman Sam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Bisnis prostitusi di kawasan Amerika Serikat sudah ada sejak awal peradaban dan terus berkembang. Terutama sejak abad ke-19 hingga awal abad ke-20 di era Wild West. Dilansir dari Male Indonesia, fakta janggal menyelimuti pelaku bisnis prostitusi beserta rumah bordilnya di masa lalu. Contohnya Hotel Dumas di Butte, Montana, yang memiliki tiga lantai membedakan tiga jenis pelanggan berdasarkan tingkat ekonomi. Lantai bawah diperuntukkan bagi pelanggan menengah ke bawah, mereka disuguhi wanita tuna susila yang tak menarik. Namun, klien paling kaya dan berpengaruh menggunakan lantai teratas dan memperoleh fasilitas tambahan. Istilah ‘distrik lampu merah’ diduga berasal dari buruh-buruh rel kereta api yang meninggalkan lampu merah mereka di luar rumah bordil saat melampiaskan hasrat. Di abad ke-19, lampu tersebut menjadi bagian tugas mereka sebagai buruh rel kereta. Walau begitu, para wanita tuna susila juga berpengaruh terhadap pembangunan di Wild West. Mereka mengerjakan berbagai urusan rumah tangga saat pelanggan mereka tengah membangun negara. Prostitusi Sebagai Jalan Pintas Dulu, wanita di sana tidak berhak atas properti dan cuma punya sedikit pilihan pekerjaan kasar di pabrik atau menjadi pelayan di keluarga kaya. Keduanya bergaji rendah. Maka, pekerjaan sebagai wanita tuna susila apalagi dalam rumah bordil lebih disukai, karena memperole penghasilan lebih baik. Setidaknya mereka juga mendapat jaminan tempat tinggal. Pada masa itu, tidak heran melihat wanita tuna susila menabung banyak uang sehingga bisa membeli tanah cukup luas. Mereka bahkan mendanai pendirian industri dan proyek irigasi. Singkatnya, wanita yang jadi ‘korban’ pelaku bisnis prostitusi berpenghasilan tinggi selayaknya orang-orang paling berpengaruh di Negeri Paman Sam. Melenyapkan Perbedaan Rasial Ketika rumah bordil semakin banyak, mereka secara tidak langsung membantu melenyapkan perbedaan ras. Sebagai contoh, jika New Orleans menerapkan pemisahan ras di hampir semua bagian kota, maka tidak ada batasan seperti itu di Storyville, kawasan di mana bisnis prostitusi dan rumah bordil tidak bertentangan dengan hukum. PSK bukan hanya berkulit hitam, tapi mencakup perlintasan budaya. Ini berlaku bagi ‘wanita pekerjanya’, pegawai umum, penghibur klub, kemudian berimbas pada pengguna jasa. Anehnya, hal itu tidak bersifat dua arah. Pria kulit putih bebas menyewa jasa wanita berkulit apa pun. Sebaliknya, pria berkulit hitam dilarang menyewa wanita berkulit putih. Aparat Mudah Disuap Bisnis prostitusi dan rumah bordil sebenarnya ‘agak’ melawan hukum di Storyville. Namun, aparat seringkali tutup mata melihat pendirian rumah bordil karena adanya imbalan finansial. Pada beberapa kasus, kaum wanita yang ‘beroperasi’ secara mandiri wajib membayar biaya untuk bisa menjalankan urusannya. Setelah seorang wanita ketahuan bekerja sebagai PSK, pemilik rumah tinggal akan memeras si penyewa rumah. Kegiatan ini berlaku dua arah. Bila ada polisi yang mulai bertingkah, pemilik rumah bordil atau PSK mengancam akan menguak keberadaan ‘tamu penting’ kepada publik. Risiko Demi Tampil Menarik Akibat pengaruh budaya dan lingkungan, para PSK harus membuat dirinya terlihat menonjol dan tampil menarik. Beberapa cara bisa ditempuh, namun semuanya mengancam kesehatan. PSK terkadang meneteskan wiski di mata mereka agar berkilau, padahal itu terasa perih dan membahayakan mata. Para wanita juga menyantap camilan yang mengandung arsenik. Apa sebabnya? Arsenik merusak sel-sel darah merah penyebab kulit pucat. Tampilan demikian lebih disukai oleh pria.
Tag :

Berita Terbaru

Tekan Inflasi, Pemprov Jatim Kembali Gelar Pasar Murah di Surabaya

Tekan Inflasi, Pemprov Jatim Kembali Gelar Pasar Murah di Surabaya

Minggu, 16 Agu 2026 18:21 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 18:21 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pasar murah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memperkuat daya beli m…

Sempat Pesimistis, Kristina Mahendra Sabet BGO Ladies Petra Golf Tournament 2026

Sempat Pesimistis, Kristina Mahendra Sabet BGO Ladies Petra Golf Tournament 2026

Minggu, 16 Agu 2026 15:26 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 15:26 WIB

SurabayaPagi, Pasuruan — Keraguan sempat mengiringi langkah Kristina Mahendra ketika mengikuti Petra Golf Tournament 2026 di Taman Dayu Golf, Pasuruan, Sabtu (…

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Minggu, 16 Agu 2026 12:36 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:36 WIB

SurabayaPagi, Depok – PT PLN (Persero) terus memperkuat sistem kelistrikan nasional guna mendukung seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 K…

Ribuan Personel PLN UIT JBM Siaga Penuh Amankan Keandalan Listrik Jelang HUT ke-81 RI

Ribuan Personel PLN UIT JBM Siaga Penuh Amankan Keandalan Listrik Jelang HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agu 2026 12:29 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:29 WIB

SurabayaPagi, Sidoarjo — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (…

Cinema Visit Film Istimewa Berakhir di Surabaya, Bawa Pesan tentang Penerimaan dan Kesetaraan

Cinema Visit Film Istimewa Berakhir di Surabaya, Bawa Pesan tentang Penerimaan dan Kesetaraan

Minggu, 16 Agu 2026 12:17 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:17 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kota Surabaya menjadi persinggahan terakhir rangkaian cinema visit film Istimewa di Pulau Jawa. Bertempat di XXI Pakuwon Mall S…

UK Petra Pecahkan Dua Rekor MURI Lewat Golf 99 Hole, UK Petra Jadi Pintu Masuk Jejaring Profesional

UK Petra Pecahkan Dua Rekor MURI Lewat Golf 99 Hole, UK Petra Jadi Pintu Masuk Jejaring Profesional

Minggu, 16 Agu 2026 12:05 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:05 WIB

SurabayaPagi, Pasuruan — Universitas Kristen Petra (UK Petra) mencatat tonggak baru dalam peringatan Dies Natalis ke-65 dengan menggelar Petra Golf Tournament 2…