Begini Tips Mengatasi Anak yang Kecanduan Game

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Tahukah Mums bahwa perkembangan yang paling cepat dan terkait pada banyak komponen terjadi pada usia anak- anak? Lalu apa jadinya jika anak kecanduan game? Apa efeknya bagi tahap perkembangan? Perkembangan adalah tahap perubahan yang terjadi pada individu dan dinilai secara fisik, psikis, sosial, dan lainnya. Proses perkembangan ini masih bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal, yang membantu pembentukan karakter dan komponen perkembangan lainnya agar menjadi pribadi yang baik. Inilah yang menjadi landasan teori perkembangan anak. Berdasarkan landasan teori tersebut, dapat diketahui bahwa kecanduan game pada anak dapat berpengaruh negatif terhadap tahap perkembangannya. Bagaimana tidak? Jika saat usia anak-anak saja sudah kurang bersosialisasi, makan tidak teratur, dan tidur larut malam, apa jadinya saat sudah dewasa? Kesukaan anak bermain game biasanya karena ikut-ikutan. Bisa jadi ia melihat temannya yang sedang bermain game, lalu mencobanya dan menjadi kecanduan. Hal ini tak lepas dari kebiasaan anak yang meniru orang lain, tidak peduli apakah itu baik atau buruk. Selain itu, terkadang anak bermain game untuk lari dari kenyataan. Itu terjadi karena kurangnya perhatian dari orang tua. Jangan khawatir, Mums. Setiap masalah pasti ada solusinya. Yuk, simak tips mengatasi anak yang kecanduan game di bawah ini! 1. Berikan Perhatian Lebih Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan. Berikan perhatian yang lebih pada anak, sehingga ia merasa nyaman dan merasa tidak diabaikan. Cobalah untuk menyediakan waktu untuknya, agar ia meniru dan menjadi pribadi yang mencintai keluarga. Dengan demikian, ia akan menyediakan lebih banyak waktu untuk keluarga dibanding bermain game kesukaannya. 2. Alihkan ke Aktivitas Positif Untuk mengalihkan perhatian anak dari game memang tidaklah mudah. Nah, Mums dapat menyiasatinya dengan mengajaknya melakukan aktivitas lain, yang tentunya tidak kalah seru dengan aktivitas bermain game. Aktivitas tersebut bisa disesuaikan dengan bakat dan minat anak, misalnya les renang, kursus bahasa asing, les piano, les menari, dan lain sebagainya. 3. Batasi Waktu Bermain Game Game memang dapat menjadi candu dan memberi dampak buruk bagi anak. Namun, bukan berarti ia harus dilarang untuk bermain game, ya. Melarang anak bermain video game juga bukanlah tindakan yang tepat. Ia juga perlu mengikuti perkembangan zaman saat ini. Jadi, biarkanlah ia bermain sekadar mencari hiburan. Namun, tentunya dengan batasan waktu tertentu. Jangan ragu untuk menegur anak jika ia sudah bermain game melebihi waktu yang telah disepakati bersama. Selain mengurangi intensitas dirinya bermain game, hal ini juga dapat melatih kedisiplinan, lho. 4. Mengajak Anak Berlibur Cobalah ajak anak bertamasya ke tempat terbuka, seperti kebun binatang, pantai, taman, dan lain sebagainya. Dengan begitu, ia akan lebih mengenal keadaan lingkungan di luar rumah. Ia akan menghirup udara segar dan mendapatkan pengalaman baru. Dengan begitu, secara perlahan ia akan melupakan game yang biasa dimainkan. 5. Jadilah Teladan Biasanya anak yang kecanduan game adalah anak yang memiliki banyak waktu luang dan tidak bisa memanfaatkan waktu tersebut dengan baik. Nah, sebagai orang tua harus mampu menjadi contoh yang baik baginya. Isilah waktu luang dengan membersihkan rumah, membaca buku, olahraga, dan lain sebagainya.
Tag :

Berita Terbaru

Bawa Aspirasi Desa ke Pemerintah, AKSI Serahkan 8 Rekomendasi Strategis

Bawa Aspirasi Desa ke Pemerintah, AKSI Serahkan 8 Rekomendasi Strategis

Kamis, 01 Okt 2026 21:33 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar pada 9–10 September 2026 di Jak…

Perkuat Desa Tangguh Bencana, PLN UIT JBM Dorong Peran Perempuan melalui Kader PKK di Sumbersawit Magetan

Perkuat Desa Tangguh Bencana, PLN UIT JBM Dorong Peran Perempuan melalui Kader PKK di Sumbersawit Magetan

Kamis, 01 Okt 2026 19:50 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 19:50 WIB

SurabayaPagi, Magetan – Kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan dan pelayanan kelistrikan, tetapi juga melalui komitmen u…

Tuding Masuk Angin Tangani TP Anggota DPRD, Ratusan Mahasiswa Lurug Kejaksaan Ponorogo

Tuding Masuk Angin Tangani TP Anggota DPRD, Ratusan Mahasiswa Lurug Kejaksaan Ponorogo

Kamis, 01 Okt 2026 18:45 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ponorogo melurug Kantor Kejaksaan Negeri …

Bahlil, Rangkap Jabatan Baru

Bahlil, Rangkap Jabatan Baru

Kamis, 01 Okt 2026 18:28 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi.com, Jakarta : Bahlil Lahadalia resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi…

KPK Geledah Dua Kantor Pemkot Madiun, Dinas Perdagangan dan BKAD Jadi Sasaran

KPK Geledah Dua Kantor Pemkot Madiun, Dinas Perdagangan dan BKAD Jadi Sasaran

Kamis, 01 Okt 2026 17:33 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan dalam pengembangan penyidikan dugaan Tindak Pidana P…

Peta Kekuasaan Jajaran Kabinet Merah Putih: Sekjen Sarmuji Jadi Menperin, Bukti Kapasitas Kader Golkar Teruji

Peta Kekuasaan Jajaran Kabinet Merah Putih: Sekjen Sarmuji Jadi Menperin, Bukti Kapasitas Kader Golkar Teruji

Kamis, 01 Okt 2026 17:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Peta kekuasaan di jajaran Kabinet Merah Putih mengalami pergeseran. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai…