Wartawan Boikot Festival Egrang Tanoker

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com,Jember-Sejumlah wartawan yang bakal meliput agenda Festival Egrang ke-9 di Komunitas Tanoker Kecamatan Ledokombo, batal melaksanakan niatnya. Para jurnalis dari berbagai media ini justru melakukan boikot agenda tahunan tersebut, karena merasa dihalang-halangi oleh panitia. Hamka, salah seorang jurnalis yang turut melakukan aksi protes itu menyatakan pewarta, di Jember sepakat memboikot acara yang dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise Susana ini. Karena menurut dia, sejak awal para juru warta diombang-ambingkan oleh panitia. Bahkan, sempat dilarang memasuki lokasi dengan alasan yang tidak jelas. Awalnya, Hamka menjelaskan, para wartawan diminta meliput festival tahunan yang telah menjadi salah satu ikon wisata Jember ini di area Polsek Ledokombo. Ternyata, sesampainya di kantor polisi yang juga menjadi start pawai engrang, mereka malah diminta balik kanan oleh petugas. Padahal sebelumnya salah seorang panitia menjelaskan, di titik start itu wartawan bisa mewawancarai Menteri Yohana. “Akhirnya kami memutuskan, kalau memang tidak boleh wawancarai Ibu Menteri berarti kami juga tidak boleh meliput festival engrang,” katanya. Sebenarnya, sambung jurnalis televisi ini, juru warta sempat meminta Humas Pemkab Jember untuk melobi panitia agar memfasilitasi wartawan mewawancarai Menteri Yohana. Namun, usulan itu bukannya diterima, justru ada salah seorang panitia yang mengatakan sebaiknya para awak media pulang saja, dan tak usah meliput agenda tersebut. “Padahal kami datang kesini atas undangan. Dan saat itu kami juga sudah menunjukkan ID Card dari Panitia Tanoker, tapi tetap tidak boleh masuk,” ujarnya. Merasa kerja jurnalistiknya dihalang-halangi, para pekerja media ini berupaya menemui ketua panitia untuk menyampaikan protes secara langsung. Namun, lagi-lagi upaya yang dilakukan tak menuai hasil. Meski begitu, ada perwakilan panitia bernama Titin yang berusaha menjelaskan ke wartawan atas insiden tersebut. Kepada sejumlah wartawan, Titin beralasan, bisa jadi insiden itu bukan pelarangan, tapi hanya sikap yang ditunjukkan panitia yang bertugas menjaga pintu tersebut hek-metehek atau arogan. Karena panitia itu khawatir banyak orang yang akan masuk ke Tanoker, yang menjadi lokasi Menteri Yohana singgah. “Karena memang, di dalam tadi kemasukan sekitar enam orang,” dalihnya. Penjelasan Titin ini, tak mendinginkan suasana, justru menambah kondisi kian memanas. Selanjutnya, para pekerja media meminta bertemu dengan panitia yang melarang wartawan masuk ke area Tanoker, serta bertemu langsung ketua panitia penyelenggara saat itu juga. Mendengar permintaan itu, Titin mengaku ketua panitia masih sibuk, dan tak bisa menemui wartawan secara langsung. “Mohon maaf, Mas. Kami atas nama panitia minta maaf. Nanti, saat ada evaluasi akan kami sampaikan. Nanti saya minta kartu namanya yang mau minta ketemu. Nanti saya sampaikan,” ucap Titin. Wartawan menolak tawaran Titin. Kemudian mereka melanjutkan aksi boikot dengan meletakkan kartu pers, serta tanda pengenal wartawan dari panitia. Ini sebagai simbol aksi protes yang dilakukan tersebut.ndik
Tag :

Berita Terbaru

Dorong Tata Kelola Pengadaan yang Transparan dan Berintegritas, PLN UIT JBM Perkuat Kolaborasi Mitra Kerja

Dorong Tata Kelola Pengadaan yang Transparan dan Berintegritas, PLN UIT JBM Perkuat Kolaborasi Mitra Kerja

Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali…

Khofifah Perkuat Komitmen di May Day 2026, Hadirkan Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Khofifah Perkuat Komitmen di May Day 2026, Hadirkan Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan menggelar syukuran bersama ribuan pekerja d…

Diduga Terjatuh dari Balkon, Bocah 7 Tahun Tak Tertolong Meski Dirawat di ICU

Diduga Terjatuh dari Balkon, Bocah 7 Tahun Tak Tertolong Meski Dirawat di ICU

Jumat, 01 Mei 2026 19:46 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 19:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Peristiwa tragis terjadi di Rumah Sakit Hermina Madiun. Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun meninggal dunia diduga setelah t…

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur, Ahmad Fauzi, menyampaikan sejumlah tuntutan buruh dalam peringatan Hari B…

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Insiden ambruknya plafon terjadi di Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun, Kamis (30/4/2026) sore, viral di media sosial. Dalam video y…

SBMR Tuntut Keadilan Upah hingga Kritik Aksi Monas yang Dinilai Hura-hura   ‎

SBMR Tuntut Keadilan Upah hingga Kritik Aksi Monas yang Dinilai Hura-hura  ‎

Jumat, 01 Mei 2026 11:37 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 11:37 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) yang tergabung dalam Konfederasi Barisan Buruh Indonesia (KBBI) menyuarakan sejumlah tuntutan dal…