Isu Receh di Pilpres Berpotensi Ciptakan Golput

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby, mengatakan cara kampanye baik oleh kubu Jokowi Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 lebih didominasi isu receh. Padahal, banyak isu mendesak yang sangat dinantikan publik. Kampanye yang dimaksud adalah kampanye tanpa agenda kebijakan. "Hanya perang kata-kata. Tidak ada isinya," ungkapnya, Minggu, (18/18). Dia mencontohkan isu-isu seperti politikus sontoloyo, genderewo, hingga tampang Boyolali. Menurut Adjie, pemilih ingin melihat sikap kedua kubu terhadap isu-isu yang lebih penting. Selama dua bulan masa kampanye, ia tak melihat ada agenda kebijakan yang dipaparkan keduanya. Dalam isu lapangan pekerjaan, misalnya, oposisi perlu menjabarkan kritik mendalam mengenai pencapaian inkumben. Mereka harus menawarkan solusinya untuk bisa menarik pemilih. Kubu petahana juga tak bisa hanya menyebar informasi mengenai keberhasilan dalam empat tahun terakhir. Mereka harus menawarkan perbaikan dari kekurangan selama ini. Tentu juga menjelaskan program lima tahun ke depan. Adjie mengatakan pemilih yang belum menentukan pilihan dan ragu (undecided voters) tidak tersentuh dengan kampanye receh. Pasalnya, mereka merupakan pemilih rasional. Berdasarkan survei-survei, Adjie mencatat ada sekitar 13-16 persen yang belum memutuskan pilihan dan 20-25 persen pemilih yang masih ragu. Mereka berpendidikan tinggi dan memiliki akses luas terhadap media serta sangat tertarik pada program-program kerja kandidat. Jika undecided voters tak dijamah, Adjie khawatir mereka akan apatis terhadap kedua kandidat dalam Pilpres 2019. "Takutnya berujung pada keengganan datang ke TPS untuk golput," tutupnya. Jk
Tag :

Berita Terbaru

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Akhirnya, YTR (29) korban penganiayaan dan penyekapan Taufik Hidayat selama 3 tahun, buka suara. YTR (Yuvita Tri Rezeki),…

Anak Aktor Ari Wibowo, Ingin Sekolah Teologi

Anak Aktor Ari Wibowo, Ingin Sekolah Teologi

Kamis, 25 Jun 2026 20:22 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aktor Ari Wibowo, mengijinkan putra bungsunya,Kenzo Wibowo, pilih karir. Kenzo, baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah…

Luhut Promosikan Family Office

Luhut Promosikan Family Office

Kamis, 25 Jun 2026 17:52 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 17:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan soal pentingnya pembentukan family office. Menurutnya,…