Singapura Serang Facebook

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Seorang anggota parlemen Singapura menyerang Facebook pada Selasa (20/11), dengan menyatakan perusahaan media sosial itu mengingkari janji untuk membantu mengendalikan berita bohong dan menyerukan pemberlakuan peraturan yang lebih keras lagi. Kecaman itu terjadi setelah penolakan Facebook bulan ini atas permintan pemerintah supaya menghapus artikel di jejaring tentang bank-bank negara kota itu dan dana negara 1MDB terkait skandal di Malaysia, yang pemerintah katakan salah dan jahat. "Facebook telah...memberikan jaminan akan bekerja erat dengan pihak-pihak berwenang Singapura untuk mengatasi dengan cepat kesalahan di jejaring dalam. Namun ketika ada kebohongan yang sebenarnya menyerang Singapura, Facebook menolak menghapus konten itu," kata Edwin Tong kepada parlemen. Belum diketahui segera jaminan apa yang dia rujuk atau maksudkan. "Perusahaan itu (Facebook) akan membiarkan dirinya menjadi platform bagi penyebaran kebohongan, untuk meracuni dan memecah belah masyarakat melalui kebohongan, mendorong xenophobia, dan mengambil untung dari itu," kata Tong, yang merupakan Menteri Senior Negara Bidang Hukum. Insiden bulan ini "meneguhkan kembali" perlunya legislasi, kata Tong, yang juga panel dari anggota parlemen yang telah merekomendasikan pemerintah untuk mempertimbangkan legislasi mengatasi penyebarluasan kebohongan atau berita bohong (hoax) di jejaring dalam. Terkait dengan penolakannya untuk menghapus artikel tersebut, Facebook sebelumnya menyatakan dalam pernyataan yang dikirim lewat surat elektronik bahwa pihaknya tidak mempunyai kebijakan yang melarang dugaan kebohongan, selain itu dalam situasi-situasi dimana konten ini memiliki potensi menyumbang bagi kekerasan yang akan segera terjadi atau kerusakan fisik. Ketika dimintai komentar tentang keterangan Tong, seorang wanita juru bicara Facebook mengatakan kepada Reuters bahwa pernyataan perusahaan sebelumnya menjadi rujukan. Juga pada Selasa, kepolisian Singapura mengatakan dalam pernyataan mereka sedang menyelidiki blog lokal, The Online Citizen, terkat dengan artikel yang diduga mencemarkan nama baik. "Artikel the Online Citizen...membuat tuduhan serius bahwa para pejabat tinggi pemerintah korup dan bahwa konstitusi telah dirusak," kata kepolisian, dengan menambahkan sejumlah laptop dan handphone telah disita sehubungan dengan perkara itu. Editor the Online Citizen Terry Xu tak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.
Tag :

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…