Mencekam, Arek Suroboyo Kepung Asrama Papua

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
AREK-AREK Suroboyo, hilang kesabarannya. Ini dipicu oleh ratusan mahasiswa Papua yang melakukan aksi demo merayakan kemerdekaan Papua di Jl. Pemuda Surabaya, Sabtu (1/12). Sejak Minggu (2/12/2018) siang kemarin, ganti ratusan ormas pemuda di Surabaya memblokade asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya. Bahkan, hingga Minggu malam, ratusan massa dari berbagai ormas ini masih mengepung asrama mahasiswa Papua. ----- Bahkan semakin malam, semakin mencekam. Diantara Arek-arek Suroboyo yang marah, ada yang berjaga di depan asrama. Mereka sampai memenuhi sepanjang Jalan Kalasan. Pada saat bersamaan, petugas Brimob Polda Jatim juga berjaga di Jalan Kalasan dan Jalan Pacar Keling. Dua jalan tersebut ditutup total mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Para petugas Brimob dan Polrestabes Surabaya menyebar di Jalan Kalasan dan Jalan Pacar Keling. Beberapa kali terdengar teriakan arek-arek Suroboyo yang menginginkan mahasiswa Papua keluar dari asrama. "Ayo keluar, ayo keluar. NKRI harga mati, jangan injak-injak kami," teriak kompak massa di lokasi. Salah satu ormas yang masih berjaga di depan asrama Kamasan Surabaya adalah Pemuda Pancasila. Mereka berjaga di depan asrama sejak Minggu (2/12) siang. Mereka turut mengawal para pemuda Papua ini untuk pulang ke kota asal tempat mereka. "Sekitar seratus lima puluh anggota kami kerahkan, untuk mengawal saja, tidak ada apa-apa. Kami ingin saudara Papua bisa pulang ke kediaman masing-masing dengan selamat," tutur Nurdin salah satu anggota ormas Pemuda Pancasila di lokasi. Setidaknya, hampir lima ratus personil gabungan dari TNI, Polri yang terdiri dari unsur Dalmas Ditshabara Polda Jatim, Sat Brimobda Jatim, Polrestabes Surabaya dan Polsek Tambaksari diterjunkan menjaga kondusifitas pemulangan mahasiswa ini. Para mahasiswa ini akhirnya dapat dipupangkan secara kondusif sekitar pukul 19.32 WIB. Selain ke Terminal,para mahasiswa asal Malang dipulangkan langsung menggunakan bus milik pemeruntah provinsi Jatim tanpa melalui terminal. Dipulangkan Sekitar dua ratusan pemuda Papua yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Papua, sejak Minggu (2/12) sore, dipulangkan ke daerah asal mereka tinggal. Mereka berangkat dari Polrestabes Surabaya, setelah sempat diamankan selama 1 x 24 jam di Mapolrestabes, Sabtu (1/12). Mahasiswa Papua itu datang dari berbagai daerah seperti Malang, Bali, Banyuwangi, Jogjakarta, Solo dan Semarang. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan memimpin langsung pemulangan pemuda Papua tersebut. "Kami berusaha maksimal menjaga ketertiban kota Surabaya, kami mengawal saudara-saudara kita untuk sebagian yang bukan mahasiswa di Surabaya untuk dipulangkan ke asalnya," beber Rudi, Minggu (2/12) di Asrama Kamasan, Jl Kalasan 12 Surabaya. Ratusan pemuda asal Papua tersebut sebelumnya diamankan lantaran melakukan orasi menuntut kemerdekaan Papua Barat yang dilakukan, Sabtu (1/12). Aksi mereka dihadang ratusan massa dari organisasi masyarakat dan kelompok pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jamin Keamanan Sementara itu, Veronica, kuasa hukum dari Aliansi Mahasiswa Papua itu sempat meminta dispensasi kepada Kapolrestabes Surabaya terkait sekitar 40 orang mahasiswa yang meminta tinggal bermalam di asrama. Namun dengan tegas orang nomor satu di tubuh Polrestabes Surabaya itu menolak. "Sesuai kesepakatan, semua yang bukan mahasiswa Papua di Surabaya atau penghuni tetap asrama harap pulang," tegas Rudi. Lebih lanjut Kapolrestabes menjamin keselamatan para pemuda papua yang ada di asrama Kamasan. Polisi terus bersiaga di sekitar asrama dengan sistem pengamanan tertutup. "Saya menjamin keselamatan saudara-saudara kita yang tinggal didalam asrama. sekali lagi, mari bersama jaga kondusifitas kota Surabaya," tandasnya. n fir/nt
Tag :

Berita Terbaru

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang t…

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun p…

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang dugaan korupsi berkedok CSR yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi mengungkap adanya kode “PWL” atau Petunjuk Pak Wali…

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Maidi disebut memberi petunjuk langsung terkait pengerjaan urugan di TPA Winongo senilai Rp600 juta yang diklaim sebagai CSR dari PT…

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyoroti masih adanya anggaran daerah senilai Rp2,05 triliun tidak terserap hingga akhir Tahun Anggaran 2025. R…