Kampung Ilmu, Hatinya Pendidikan di Tengah Perkembangan Jaman

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kesibukan terlihat di berbagai penjuru Jalan Semarang, dimulai dari para pedagang yang jual beli kardus, mebel, dan buku bekas. Semuanya tampak sibuk sendiri di tengah jalan raya yang masih sepi dengan sedikitnya kendaraan bertandang atau sekedar berlalu lalang. Jalan Semarang yang dulunya penuh dengan para penjual buku bekas di emperannya kini tampak sepi. Beberapa pedagang telah dipindahkan ke suatu tempat yang bernama Kampung Ilmu. Sulit untuk menemukan gang kecil menuju perkumpulan toko toko buku sederhana karena tidak adanya penanda yang mencolok. Salah seorang pedagang bernama Yudha yang telah singgah di Kampung Ilmu sekitar empat tahun lamanya untuk mencari nafkah tersebut memiliki kios di sisi paling belakang. “Kampung Ilmu ini dulunya digagas oleh Paguyuban atau Komunitas Pecinta Buku Surabaya yang lalu diwujudkan oleh Pemerintahan Kota Surabaya. Pada akhirnya, kami semua direlokasikan ke tempat ini.” Ujar Yudha pada Jumat (14/12). Tidak tampak banyak pengunjung yang ingin membeli atau sekedar melihat aneka buku di Kampung Ilmu. Selain karena hari kerja, namun kini juga semakin banyaknya buku yang bisa diakses melalui internet. Minat untuk membeli buku fisik menjadi sedikit berkurang karena sulit membawanya kemana mana. “Memang tidak ramai kalau hari biasa malah cenderung sepi. Untuk ramai pengunjung hanya pada Sabtu dan Minggu. Ketika awal dan akhir semester anak sekolah maupun kuliah juga bisa ramai.” Tambah Yudha. Ia mengaku menjual berbagai buku dimulai dari fiksi, anak anak, non-fiksi seperti pendidikan dan masih banyak lagi. Beragam buku yang dijual di Kampung Ilmu tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat sekaligus dijadikan wisata pendidikan. Suasana yang dingin dipenuhi hijau hijauan dengan tersedianya tempat untuk duduk, musholla, dan toilet sebenarnya sudah cukup nyaman. Namun, kesulitan untuk mengakses Kampung Ilmu menjadi suatu kendala yang menghadang majunya perkumpulan toko buku tersebut. “Saya merasa dulu berjualan di tepi Jalan Semarang lebih ramai dibandingkan di dalam Kampung Ilmu. Penyebabnya karena Kampung Ilmu tidak terlihat dari jalan raya. Semoga nantinya segera ada realisasi dari pihak pemerintahan untuk terbukanya akses menuju ke tempat ini.” Ujar Karno, salah satu pedagang buku di kios barisan depan. Ia mengaku telah lama berjualan di Kampung Ilmu dengan menjajakan berbagai genre buku baik bekas maupun baru. “Untuk ramai dan sepinya ya sebenarnya hanya cukup buat makan sehari hari. Tidak untuk kebutuhan lainnya, tapi saya bersyukur adanya relokasi di kawasan ini. Hal ini karena kami tidak harus membayar sewa, cukup iuran dengan pihak paguyuban.” Tambah Karno. Sepinya Kampung Ilmu menjadi pertanyaan dalam benak masyarakat. Apakah buku masih cukup relevan untuk dinikmati di era serba online ini? Namun, setelah beberapa waktu segerombol siswa dan mahasiswa datang ke tempat tersebut untuk mencari referensi buku. Kesulitan untuk menemukan referensi buku ternyata masih ada meskipun adanya perkembangan teknologi. Tidak tersedia di online maupun toko buku biasa, Kampung Ilmu memiliki semuanya. Pr
Tag :

Berita Terbaru

Dukung Sektor Industri, PLN UIT JBM Audiensi ke PT Daesang Ingredients Indonesia

Dukung Sektor Industri, PLN UIT JBM Audiensi ke PT Daesang Ingredients Indonesia

Kamis, 18 Jun 2026 17:46 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 17:46 WIB

SurabayaPagi, Suravaya - PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) pada Rabu, 17 Juni 2026 melakukan kunjungan ke PT Daesang Ingredients…

Dari Pengguna ke Kreator, Indonesia Bidik Nilai Ekonomi dari Transformasi Digital

Dari Pengguna ke Kreator, Indonesia Bidik Nilai Ekonomi dari Transformasi Digital

Kamis, 18 Jun 2026 17:43 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 17:43 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Transformasi digital di Indonesia memasuki fase baru, dari sekadar perluasan akses menuju penciptaan nilai ekonomi berbasis kreativitas…

IIFEX 2026 Perkuat Posisi Surabaya sebagai Hub Perdagangan Mamin Timur Indonesia

IIFEX 2026 Perkuat Posisi Surabaya sebagai Hub Perdagangan Mamin Timur Indonesia

Kamis, 18 Jun 2026 17:39 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 17:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Industri makanan dan minuman (mamin) di Jawa Timur memperkuat ekspansi pasar melalui penyelenggaraan EastFood Indonesia Expo (IIFEX) 2…

Komisi A DPRD Surabaya Minta Persoalan Lahan Gereja Bethany dengan Warga Ditempuh Jalur Musyawarah  

Komisi A DPRD Surabaya Minta Persoalan Lahan Gereja Bethany dengan Warga Ditempuh Jalur Musyawarah  

Kamis, 18 Jun 2026 17:36 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Komisi A DPRD Surabaya mengelar dengar pendapat atau hearing terkait persoalan lahan Gereja Bethany Indonesia dan warga RW 5…

Wakil Bupati dan Ketua TP PKK Sidoarjo Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

Wakil Bupati dan Ketua TP PKK Sidoarjo Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

Kamis, 18 Jun 2026 17:19 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana S.A.P bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo dr.Sriatun Subandi menyalurkan bantuan pangan b…

Pemkab Sidoarjo Lakukan Pembenahan Tata Kelola Pengerjaan Proyek, Perkuat pengawasan Tepat Waktu. 

Pemkab Sidoarjo Lakukan Pembenahan Tata Kelola Pengerjaan Proyek, Perkuat pengawasan Tepat Waktu. 

Kamis, 18 Jun 2026 17:14 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 17:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo Subandi meminta seluruh kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah bekerja tepat waktu dan sesuai s…