SurabayaPagi, Surabaya – Euforia semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kesehatan oleh Kapoksi Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono.
Ia menggelar nonton bareng (nobar) bersama warga di kawasan Gunungsari, Surabaya, Kamis dinihari (16/7/2026).
Kegiatan yang bekerja sama dengan TVRI tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi pecinta sepak bola, tetapi juga wadah interaksi sosial antara wakil rakyat dan masyarakat.
Acara berlangsung dalam suasana santai dan terbuka, serta dihadiri legenda Persebaya Surabaya, Yusuf Ekodono, yang turut memberikan analisis pertandingan saat jeda babak pertama.
Dalam kesempatan itu, Bambang Haryo mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kesehatan fisik merupakan faktor utama yang menunjang produktivitas.
Ia mendorong masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai rutinitas, bukan sekadar aktivitas insidental.
Pendekatan melalui kegiatan santai seperti nobar dinilai efektif untuk menyampaikan pesan gaya hidup sehat kepada berbagai kalangan.
Anggota DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai, komunikasi informal melalui kegiatan kebersamaan seperti ini mampu menjadi sarana menjaring aspirasi sekaligus menyampaikan edukasi kepada masyarakat.
Selain itu, Bambang Haryo juga menyoroti potensi Surabaya sebagai salah satu basis pengembangan sepak bola nasional.
Ia mendorong pembinaan pemain usia dini dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Sementara itu, laga semifinal yang disaksikan berlangsung sengit. Argentina memastikan lolos ke final setelah menang 2-1 atas Inggris.
Gol kemenangan dicetak pada menit-menit akhir pertandingan, membalikkan keunggulan Inggris sebelumnya.
Kemenangan tersebut disambut antusias warga yang memadati lokasi nobar.
Sorak sorai penonton mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola sekaligus memperlihatkan peran olahraga sebagai pemersatu.
Bambang Haryo menyatakan akan terus menghadirkan kegiatan serupa yang menggabungkan hiburan dengan pesan edukatif bagi masyarakat.
Menurutnya, ruang aspirasi tidak harus selalu bersifat formal, tetapi juga dapat dikemas dalam kegiatan yang lebih dekat dengan keseharian warga.
Editor : Redaksi