Warga Surabaya Ubah Rumah Kosong Jadi Kebun Hijau

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Memiliki kebun hijau menjadi dambaan warga kampung RT 2 RW 1 Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan. Pasalnya kampung yang jalanannya sudah full paving ini tidak memiliki lahan hijau selain tanaman dalam pot di halaman rumah. Karena didominasi warga lanjut usia, nuansa sejuk dari perkampungan yang dikenal sebagai kampung Bougenville menjadi semakin diidamkannya lahan hijau di kampung ini. Hal ini juga dirasakan Ketua RT, Tri Hartono (62). Menurutnya selama delapan kali lebaran di kampungnya tidak ad kerja bakti atau upaya menghijaukan lingkungan yang berada dekat dengan Universitas Negeri Surabaya ini. “Saya lihat ada rumah kosong juga, yang punya sudah meninggal. Anaknya nggak ada yang mau nempati. Jadinya saya izin pakai halamannya untuk kebun hijau,” ungkapnya. Secara bertahap diantu karang taruna dan ibu-ibu di kampungnya, ia mengubah halamanrumah kosong yang terbuka itu menjadi tanah gembur. Bibit-bibit sayur mulai ditanam dan diberi pupuk. “Ada sumur bor juga di situ, kami pakai buat menyirami tanaman. Awalnya kami buat model sengkedan nanamnya. Kemudian disarani orang kelurahan buat seperti di kebun biasa, jadinya banyak bongkar,” lanjutnya. Selain itu ia juga membut filter untuk menjernihkan air sumur yang baunya cukup amis. Berbekal paralon dan sejumlah bahan untuk memfilternya, ia pun berhasil membuat filter sederhana untuk menghilangkan bau tidak sedap dari air sumur. Sekarang setelah tanaman di kebun tersebut tumbuh subur, secara bergantian warga mulai memanen tanaman untuk dikonsumsi probadi. Mulai dari tomat, cabai,terong hingga sawi. Diana Fajarwati (47), ketua Dharma Wanita RT 2 RW 1 Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan menambahkan ia dan warga belum memiliki niatan untuk menjual hasil sayuran dari kebun. Pasalnya upaya menanam sayuran secara organik di kebun itu diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup warga. “Jadi nggak perlu beli sayur yang mungkin kena bahan kimia, kami organik di sini. Jadi lebih sehat,” ungkapnya. Hanya saja, tantangan memulai inovasi memang selalu ada. Menurutnya tidak semua warga berpartisipasi dalam membuat kebun hijau ini. “Warga juga nggak semuanya mau ambil hasil panen, sampai kadang ada yang layu, makanya nanti akan disosialisasikan kembali kalau ini kebun bersama,” ujarnya. Upaya Diana dan ketua Rt memang bukan hal yang mudah, pasalnya mereka baru mulai membangun kampung agar tampak hijau dan rindang mulai Juli 2018. Sehingga upaya membiasakan warga untuk menjaga kebersihan dan gaya hidup sehat masih cukup panjang. “Kami sudah mulai dengan membiasakan warga pendatang yang didominasi mahasiswa Unesa. Supaya mereka ikut serta membangun kampung,”pungkasnya. sry
Tag :

Berita Terbaru

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai merambah ke berbagai lapisan. Tak hanya p…

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…