Terpengaruh Miras, Kawanan Begal Beraksi saat Malam Tahun Baru

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Unit Resmob Satrekrim Polrestabes Surabaya menangkap delapan dari sepuluh pelaku begal di malam pergantian tahun pada Selasa (1/1) dini hari lalu. Penangkapan itu tepat sehari setelah para kawanan begal berhasil menggasak sebuah motor dan handpone milik korban, usai dihajar beramai-ramai. "Setelah ada laporan,kami langsung mengidentifikasi para pelaku. Tepat sehari setelah kejadian kami bersama tim berhasil menangkap delapan dari sepuluh orang pelaku pengeroyokan dan pencurian itu," beber Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti, Jumat (4/1) sore. Aksi itu di otaki oleh Risky Saifulah (22) warga Pacarkeling II/38 Surabaya dan Wahyu Daryono (20) warga Pacarkeling V/30 Surabaya. Keduanya mengajak delapan rekannya yakni M Farid (18) warga Pacarkeling IV/38, M Sokhib (25) warga Pacarkeling IX/14, M. Syfak (18) warga Pacarkeling IX/23, Husen (21) wrga Pacarkeling II/15, Ramadan (22) warga Pacarkeling I/35 dan Hafes (23) warga Dinoyo IX/14 Surabaya serta dua rekan lainnya yang masih DPO yakni RHN dan PTR. Sebelum beraksi, para pelaku ini lebih dulu melakukan pesta miras di lapangan Pacarkeling. Setelah merasa kehabisan uang, mereka kemudian berkeliling mencari sasaran. "Begitu sampai di jalan Dr. Moestopo, para pelaku ini memotong laju motor korban. Korban saat itu dua orang kemudian dipaksa turun. Korban yang mengendarai sontak dipukul beramai-ramai. Selanjutnya Risky dan Wahyu ambil kesempatan bawa jabur motor dan hanspone korban," lanjut Bima. Setelah berhasil, kawanan ini kemudian kabur. Handpone korban hendak dijual sedangkan motornya, dipakai sendiri denfan cara memasang pkat nomor palsu dan body yang berwarna lain. "Sempat ganti body motor asli dengan warna putih ini, harusnya Mio merah. Platnya juga diganti oleh tersangka Risky ini," katanya. Akibat kejadian itu, korban sempat mengalami luka lebam dan trauma mengingat korban bernama Hoky masih berusia 15 tahun. Dari hasil penyidikan, kawanan ini baru sekali beraksi. Alasannya mereka terpengaruh minuman beralkohol dan tak dapat mengendalikan diri.
Tag :

Berita Terbaru

Ngaku Keturunan Nabi, Pendiri Ponpes Perkosa Santr

Ngaku Keturunan Nabi, Pendiri Ponpes Perkosa Santr

Senin, 04 Mei 2026 22:00 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:00 WIB

  SURABAYAPAGI : Pendiri pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Tlogowungu, Pati, berinisial AS menjadi tersangka kasus pemerkosaan santriwati. Pelaku …

Letkol Teddy, Pernah Beristri

Letkol Teddy, Pernah Beristri

Senin, 04 Mei 2026 21:50 WIB

Senin, 04 Mei 2026 21:50 WIB

SURABAYAPAGI : Letkol Teddy Indra Wijaya, saat May Day, dicari cari buruh wanita. Presiden Prabowo mencandai massa buruh yang merayakan May Day di Monas dengan…

Pigai, Tuding Amien Rais Rendahkan Martabat Prabowo dan Teddy

Pigai, Tuding Amien Rais Rendahkan Martabat Prabowo dan Teddy

Senin, 04 Mei 2026 21:50 WIB

Senin, 04 Mei 2026 21:50 WIB

SURABAYAPAGI : "Pernyataan Pak Amien Rais tidak serta merta masuk kategori kebebasan berpendapat. Dalam konteks HAM, Pak Amien patut diduga melakukan tindakan…

Calon Manajer Koperasi Desa Merah, Dikomcadkan

Calon Manajer Koperasi Desa Merah, Dikomcadkan

Senin, 04 Mei 2026 21:45 WIB

Senin, 04 Mei 2026 21:45 WIB

SURABAYAPAGI : Peserta seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih dan pegawai di Kampung Nelayan Merah Putih akan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran komponen…

Cari Win-Win Solution, Kecamatan  Gelar Mediasi Gedung PT Wulandaya

Cari Win-Win Solution, Kecamatan Gelar Mediasi Gedung PT Wulandaya

Senin, 04 Mei 2026 21:03 WIB

Senin, 04 Mei 2026 21:03 WIB

Surabaya Pagi - Guna mencari jalan keluar atau Win-Win Solution terkait polemik pembangunan gedung milik PT Wulandaya Cahaya Lestari yang ada di Jalan Basuki…

Jihanning dan Agus Pamuji Kompak Pilih Kabur Usai Pemeriksaan 

Jihanning dan Agus Pamuji Kompak Pilih Kabur Usai Pemeriksaan 

Senin, 04 Mei 2026 20:22 WIB

Senin, 04 Mei 2026 20:22 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Dua saksi dalam kasus dugaan pemerasan yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, memilih menghindari awak media usai menja…