Satgas Tetap Periksa Jokdir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jaka Sutrisna, Wartawan Surabaya Pagi SURABAYAPAGI.com - Edy Rahmayadi membuat keputusan mengejutkan pada Kongres PSSI 2019 di Bali, Minggu (20/1/2019). Gubernur Sumatera Utara itu memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Posisinya digantikan Joko Driyono yang akrab dipanggil Jokdir. Namun keputusan PSSI itu tak memengaruhi proses penyidikan kasus dugaan pengaturan skor (match fixing) sepak bola. Satgas Antimafia Bola Polri tetap akan memeriksa Joko usai kongres. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut posisi baru Jokdir sebagai Plt Ketum PSSI merupakan urusan internal. “Itu urusan internal PSSI. Polri tidak turut campur karena ada statuta yang mereka laksanakan. Kalau satgas hanya melihat fakta hukum terkait pidana yang ada hubungannya dengan pengaturan skor," tandas Dedi Prasetyo, Minggu (20/1) kemarin. Karena itu, pemanggilan pemeriksaan terhadap mantan Wakil Ketua Umum PSSI akan tetap dilakukan oleh Satgas Antimafia Bola. Pemeriksaan tersebut akan dilaksanakan setelah kegiatan Kongres Tahunan PSSI yang dilaksanakan di Bali usai, yakni pada 24 Januari 2018. "Ya setelah kongres. Nanti kalau sudah ada up datenya akan diinfokan," cetus Dedi. Sebelumnya, Joko dipanggi satgas untuk pemeriksaan pada Jumat (18/1) lalu. Tetapi, pada tanggal tersebut ia harus berada di Bali. Penjadwalan ulang pemeriksaan Jodir dilakukan. Rencanaya Kamis (24/1) lusa, Jokdir bakal diperiksa. Saat ini, PSSI memang tengah dirundung persoalan pengaturan skor. Diua petinggi PSSI, Johar Lin Eng dan Dwi Irianto alias Mbah Putih, menjadi tersangka. Sementara itu, Joko Driyono menegaskan pihaknya sudah menggandeng pihak luar seperti polisi saat menghadapi kasus pengaturan skor seperti yang marak saat ini. Ini merupakan salah satu bagian dari kerja PSSI yang mengambil keputusan secara kolektif kolegial (memutuskan solusi secara bersama). Selama ini, praktik -praktik pengaturan skor menjadi momok bagi federasi sepak bola di dunia. Fenomena ini menjadi wabah di Indonesia. Joko menjelaskan, PSSI sudah memerangi match-fixing, jauh sebelum kasus ini mencuat ke publik. Bahkan, pada 2017 lalu, PSSI sudah membentuk integrity departement atau departemen integritas untuk menekan praktik-praktik manipulasi skor di semua level kompetisi di bawah PSSI, dari level liga amatir sampai profesional. "Pembentukan departemen integritas ini sesuai arahan FIFA pada 2017 lalu. Tim ini sesuai dengan rekomendasi anggota Komite Eksekutif PSSI. Kemudian terbentuk tim Adhoc. Tim bertugas merespons match-fixing dan bekerja sama satu tahun," papar Joko. Dalam bertugas, Joko melanjutkan, tim ini bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Interpol. Bahkan, menurut Joko, MoU antara PSSI dan Polri beserta Interpol sudah terjalin untuk memerangi kecurangan-kecurangan di lapangan hijau. Mengenai status Iwan Budianto, Joko menjelaskan, PSSI mengembalikam status dia sebagai Wakil Ketua PSSI sesuai dengan keputusan Kongres di Surabaya, 10 November 2018 lalu. Dia resmi meninggalkan jabatan Kepala Staf PSSI di Kongres tahunan 2019. Kongres sudah menyetujui ini dan Kongres memberikan rekomendasi pengisi posisi kosong Komite Eksekutif. Selama sepekan ini, Komite Eksekutif bakal melakukan penjaringan. Muncul nama Umuh Mochtar sebagai salah satu kandidat anggota Exco yang diusulkan oleh manajer Madura United, Haruna Sumitro. Sebelumnya, Edy Rahmayadi memutuskan munur sebagai Ketua Umum PSSI. Keputusan Edy Rahmayadi mundur disampikan dalam pidato sebelum pembukaan Kongres PSSI di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Bali, Minggu (20/1/2019) pagi. Tekanan untuk Edy Rahmayadi mundur terus berhembus sejak dirinya terpilih menjadi Gubernur Sumut. "Pada kesempatan ini saya menyatakan mundur dari ketua PSSI, dengan syarat besarkan PSSI. Saya serahkan bendera ini. Saya berhenti dengan sah detik ini," ujar mantan Pangkostrad tersebut. "Saya serahkan kepemimpinan ini, akan dilanjutkan. Saya tidak mau ada yang mengkhianati keputusan saya ini," ujar Edy dalam pidatonya di Kongres PSSI. Masa jabatan Edy Rahmayadi sebagai ketua umum PSSI sebenarnya baru akan berakhir pada tahun 2020. Tongkat estafet ketua umum PSSI diserahkan wakil PSSI Joko Driyono. Edy Rahmayadi terpilih sebagai ketua umum PSSI pada tahun 2016. Dia mengganti La Nyalla Mahmud Mattalitti. Sementara itu, Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh UB, menghormati keputusan Edy karena alasan yang sangat logis. “Itu pilihan Pak Edy mundur karena gak ada waktu, padahal PSSI belum konsentrasi penuh membangun PSSI ini. Terus dia jabatnya juga di Medan terus PSSI di Jakarta jaraknya jauh, setiap saat gak bisa hadir,” kata Riyadh. Apalagi, lanjut Riyadh, jika alasan waktu itu sangat masuk akal di tengah kondisi darurat sepak bola Indonesia karena adanya match fixing yang dilakukan banyak pihak. Utamanya, para pengurus PSSI sendiri. “Beliau nyampaikan situasi saat ini mengharuskan saya hadir terus tapi gak bisa penuh. Sehingga perlu konsentrasi dari ketua baru,” pungkasnya. n
Tag :

Berita Terbaru

Purbaya Pamer Ekonomi Kerakyatan di China

Purbaya Pamer Ekonomi Kerakyatan di China

Minggu, 21 Jun 2026 20:40 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memamerkan ketangguhan ekonomi Indonesia di hadapan ratusan akademisi dan mahasiswa Nankai…

Awal Bulan, Wuling Alami Pengangkutan Kontainer

Awal Bulan, Wuling Alami Pengangkutan Kontainer

Minggu, 21 Jun 2026 20:38 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, tidak menampik bahwa pihaknya sempat mengalami kendala operasional dalam proses…

Jokowi Suka Ayam Goreng, Soto Gading dan Tempe Bacem

Jokowi Suka Ayam Goreng, Soto Gading dan Tempe Bacem

Minggu, 21 Jun 2026 20:36 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perayaan ulang tahun Presiden Jokowi ke-65, disambut meriah oleh warga sekitar. Kediaman preside Republik Indonesia (RI) ke-7 itu…

Direktur Utama PLN, Beber Gangguan PLTU Besar di Jawa

Direktur Utama PLN, Beber Gangguan PLTU Besar di Jawa

Minggu, 21 Jun 2026 20:35 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan gangguan teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar di Jawa.…

Analisa Dua Pengamat Keuangan, Pilih Deposito dan Dolar AS

Analisa Dua Pengamat Keuangan, Pilih Deposito dan Dolar AS

Minggu, 21 Jun 2026 20:32 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perencana Keuangan Aidil Akbar mengatakan menabung dan investasi merupakan dua instrumen yang berbeda sehingga tidak bisa…

Undav, Pastikan Jerman Lolos

Undav, Pastikan Jerman Lolos

Minggu, 21 Jun 2026 20:28 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Masuk menggantikan Kai Havertz pada menit ke-60, Deniz Undav langsung menjadi pembeda dengan mencetak gol penyama kedudukan di…