Gagal jadi Warga Australia, Miliarder China Sebut Australia ‘Bayi Raksasa’

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Seorang miliarder asal China yang gagal menjadi warga negara Australia, melontarkan serangan verbal. Miliarder ini menyebut Australia sebagai ’bayi raksasa’ yang belum menemukan tempat dalam politik internasional. Huang Xiangmo yang telah menjadi permanent resident di Sydney sejak lama, diketahui merupakan donatur terkemuka untuk dua partai politik (parpol) besar Australia. Pekan lalu, Huang dilarang kembali ke Australia. Visa permanent residency miliknya dicabut dan permohonannya menjadi warga negara Australia ditolak. Dia dicurigai menjadi bagian dari ’kampanye mempengaruhi’ dari Partai Komunis China. Dalam wawancara terbaru dengan media nasional China, Global Times, Huang menyampaikan komentarnya soal penolakan Australia ini. "Pertumbuhan bayi raksasa membutuhkan waktu, dan Australia masih punya banyak hal untuk dilakukan. Saya memahami ini," ucap Huang dalam wawancara tersebut. Huang yang seorang pengusaha properti kaya raya ini memimpin serangkaian ’dewan reunifikasi’ yang mengadvokasi dukungan untuk kebijakan-kebijakan Partai Komunis China. Badan-badan intelijen Australia meyakini Huang dan kelompoknya menjadi garda depan untuk ’kampanye mempengaruhi’ yang dirancang untuk mengarahkan kebijakan politik Australia. Para pengamat China dan mantan pejabat intelijen Australia menyebut kelompok itu menerima arahan dari Departemen Serikat Garda Depan di Partai Komunis China. Departemen tersebut merupakan salah satu lembaga Partai Komunis China yang mengatur hubungan dengan berbagai individu dan organisasi penting dan berpengaruh di dalam maupun di luar China. Ditegaskan Huang bahwa otoritas Australia tidak bisa menjelaskan pelanggaran yang dituduhkan kepadanya secara jelas. "Kata-kata dalam dokumen yang dikirimkan kepada saya sangat samar. Saya tidak memahami apa maksud mereka dan demikian juga pengacara saya dan kami tidak memiliki kesempatan untuk secara langsung menantang mereka," ucap Huang. Huang menyatakan bahwa politikus-politikus Australia baik dari Partai Liberal maupun Partai Buruh telah menerima banyak cek darinya karena ’mereka memiliki cukup kepercayaan soal legitimasi donasi-donasi ini’. Hubungan antara China dan Australia mulai memburuk setelah pemerintah Australia memberlakukan aturan hukum yang mengatur intervensi asing pada akhir tahun 2017. Aturan hukum itu diberlakukan di tengah kekhawatiran meluasnya pengaruh China dalam perpolitikan, akademisi dan media Australia. Huang mengatakan, hubungan antara kedua negara mengalami ’sandungan’ beberapa tahun terakhir karena ’dalam era baru hubungan internasional, Australia belum menemukan posisi yang paling memenuhi kepentingan nasional Australia’. Huang juga menyebut bahwa ’rasisme dan populisme telah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan’ di Australia. "Jika Anda bisa memperlakukan warga China seperti sekarang, Anda juga bisa melakukan hal yang sama kepada warga Yahudi dan Arab di kemudian hari. Itu hal paling berbahaya," sebutnya. Huang mengatakan, larangan yang diberlakukan otoritas Australia terhadap dirinya, memberikan ’dampak besar’ bagi keluarganya. "Tiga generasi keluarga saya telah tinggal di Australia selama tujuh tahun. Terlepas dari saya, seluruh keluarga saya adalah warga negara Australia ... Australia adalah rumah mereka," tandasnya.
Tag :

Berita Terbaru

DPRD Tetapkan Program Pembentukan Perda Kabupaten Sumenep Tahun 2026

DPRD Tetapkan Program Pembentukan Perda Kabupaten Sumenep Tahun 2026

Minggu, 12 Apr 2026 16:30 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 16:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna  dengan agenda Penetapan Program Pembentukan P…

Tabayyun 189 Calon Ketua DPC PKB Jatim Ikut  UKK Tahap Satu, Lulus Baru Bisa Maju

Tabayyun 189 Calon Ketua DPC PKB Jatim Ikut UKK Tahap Satu, Lulus Baru Bisa Maju

Minggu, 12 Apr 2026 16:20 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 16:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Malang – Sebanyak 189 calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB se-Jawa Timur telah mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) t…

Bukan Dicuri, Hilangnya Lampu Lalin di Perak Timur Gegara Kejatuhan Dahan Pohon

Bukan Dicuri, Hilangnya Lampu Lalin di Perak Timur Gegara Kejatuhan Dahan Pohon

Minggu, 12 Apr 2026 15:31 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, media sosial (medsos) dihebohkan dengan video lampu lalu lintas yang hilang di Traffic Light Jalan Perak Timur.…

Libatkan 40 Cabor, Piala Wali Kota Surabaya 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Porprov 2027

Libatkan 40 Cabor, Piala Wali Kota Surabaya 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Porprov 2027

Minggu, 12 Apr 2026 15:19 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mematangkan pembinaan atlet menuju ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur…

Dukung Efisiensi BBM, Pemkot Surabaya Lelang Puluhan Kendaraan Dinas dengan Masa Pakai Lebih dari 7 Tahun

Dukung Efisiensi BBM, Pemkot Surabaya Lelang Puluhan Kendaraan Dinas dengan Masa Pakai Lebih dari 7 Tahun

Minggu, 12 Apr 2026 14:53 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka mendukung efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai melelang sebanyak…

Bangunan SPPG di Bojonegoro Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang

Bangunan SPPG di Bojonegoro Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang

Minggu, 12 Apr 2026 14:45 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Hujan deras yang disertai angin kencang baru saja mengakibatkan bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Mlideg,…