Soal Tanah Rakyat, Jokowi Ingatkan Jangan Dijual ke Taipan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Bali - Presiden Joko Widodo, kembali menyinggung masalah sertifikat tanah. Dimana, ini menjadi salah satu program andalan pemerintahannya bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di periode 2014-2019. Melalui akun twitter-nya, Presiden Jokowi kembali menyinggung masalah penguasaan lahan. Yakni melalui program sertifikat untuk rakyat yang sudah dilakukan dalam tiga tahun ini. "Setiap membagikan sertifikat tanah, saya ingatkan dua hal: tanahnya jangan dijual ke yang gede-gede, dan untuk tanah berupa sawah, jangan sampai berubah menjadi rumah-rumah," cuit Jokowi melalui akun twitter miliknya, @jokowi pada Selasa 19 Februari 2019. Persoalan sertifikat tanah dan penguasaan tanah ini, sempat menjadi perbincangan pasca debat capres putaran kedua Minggu malam 17 Februari 2019 lalu. Dimana Jokowi yang merupakan capres 01 menyinggung kepemilikan lahan oleh Prabowo di Kalimantan Timur sebesar 220.000 hektar. Lalu di Aceh Tengah 120.000 hektar. "Negara dan generasi mendatang sangat butuh peran petani penghasil pangan," lanjut cuitannya. Pembagian sertifikat tanah untuk rakyat, sudah dilakukan sejak 2017. Dimana Presiden Jokowi menargetkan 5 juta sertifikat tanah dibagikan ke rakyat. Menurutnya, capaian itu terlampaui. Pada 2018, target sertifikat tanah naik menjadi 7 juta sertifikat. Ia mengklaim, bahkan melampaui angka itu. Untuk tahun 2019, ia menargetkan 9 juta sertifikat tanah. Dengan target-target yang terus meningkat, mantan Gubernur DKI itu yakin seluruh tanah di Indonesia akan bersertifikat pada 2024 Dalam banyak kesempatan, menurutnya hal ini dilakukan agar masyarakat memiliki kepastian hukum dengan keberadaan sertifikat tanah ini. Karena konflik agraria dan penguasaan lahan, sering kali menurutnya merugikan rakyat kecil. Baik antara rakyat dengan pengusaha, hingga dengan pemerintah. Jokowi dalam pembagian sertifikat tanah, juga selalu mengatakan bahwa sebelumnya hanya 500 ribu sertifikat yang dibagikan. Kalau hanya sejumlah itu, menurutnya tanah-tanah di Indonesia baru bersertifikat semua harus menunggu hingga 160 tahun lamanya.
Tag :

Berita Terbaru

Menko Pangan Akui Banyaknya Masalah di BGN

Menko Pangan Akui Banyaknya Masalah di BGN

Senin, 22 Jun 2026 20:08 WIB

Senin, 22 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas buka-bukaan terkait banyaknya masalah di Badan Gizi Nasional (BGN). Ia akui banyak…

Menkes Akui Keberhasilan MBG Tekan Stunting tak Bisa Instan

Menkes Akui Keberhasilan MBG Tekan Stunting tak Bisa Instan

Senin, 22 Jun 2026 20:07 WIB

Senin, 22 Jun 2026 20:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui keberhasilan MBG dalam menekan stunting memang tidak bisa dilihat secara…

Keprihatinan Tokoh-tokoh Bangsa Dicurhatkan ke Megawati

Keprihatinan Tokoh-tokoh Bangsa Dicurhatkan ke Megawati

Senin, 22 Jun 2026 20:05 WIB

Senin, 22 Jun 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sejumlah tokoh nasional yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) bertemu dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketum PDIP …

Dalam Kasus Roy- dr.Tifa, Ada Tokoh Tuding Kezaliman

Dalam Kasus Roy- dr.Tifa, Ada Tokoh Tuding Kezaliman

Senin, 22 Jun 2026 20:02 WIB

Senin, 22 Jun 2026 20:02 WIB

"...ada mantan pejabat yang masih merasa menjadi pejabat dan lain-lain, kami tetap berpedoman pada KUHAP yang mengatur proses penyidikan ini," Kombes Iman…

Byar-pet Listrik di Pulau Jawa, Sempat Dipergunjingkan

Byar-pet Listrik di Pulau Jawa, Sempat Dipergunjingkan

Senin, 22 Jun 2026 19:59 WIB

Senin, 22 Jun 2026 19:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Byar-pet pemadaman bergilir di Pulau Jawa, hingga Senin (22/6) terus jadi pergunjingan di ruang publik. Diduga ada gangguan teknis…

Dirut PT PLN Dipanggil Presiden

Dirut PT PLN Dipanggil Presiden

Senin, 22 Jun 2026 19:58 WIB

Senin, 22 Jun 2026 19:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dan beberapa jajaran PLN ke Istana…