Perang Dagang, AS-China Kebut Perundingan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Hingga kemarin, para negosiator Amerika Serikat (AS)-China terus melakukan pertemuan untuk menyusun kesepakatan sebelum tenggat waktu 1 Maret untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan mengakhiri perang dagang antara kedua negara. Sudah lima hari ini dua pihak ini berturut-turut menggelar pertemuan. Putaran keempat negosiasi antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut diperpanjang hingga akhir pekan setelah kedua belah pihak melaporkan kemajuan dan menyempitnya perbedaan. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Jumat (22/2/2019) lalu bahwa ada peluang yang sangat baik kesepakatan akan tercapai. Trump juga mengindikasikan bahwa ia cenderung untuk memperpanjang batas waktu tarif 1 Maret dan bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping. Perpanjangan tenggat waktu berarti menunda kenaikan tarif yang direncanakan menjadi 25�ri 10% atas impor China ke AS senilai USD200 miliar. Hal itu diyakini akan mencegah memburuknya perang dagang yang telah mengganggu perdagangan senilai ratusan miliar dolar barang, memperlambat pertumbuhan ekonomi global, dan mengguncang pasar. Trump dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan tentang masalah mata uang, meski tidak memberikan rincian. Tak hanya itu, untuk mengurangi defisit perdagangan, China juga telah berkomitmen untuk membeli 10 juta metrik ton kedelai tambahan dari AS. Seperti dilaporkan Reuters, kedua pihak sedang menyusun nota kesepahaman tentang pencurian cyber, hak kekayaan intelektual, layanan, pertanian dan hambatan non-tarif untuk perdagangan, termasuk subsidi. Namun, Trump menegaskan tidak menyukai nota kesepahaman karena dia menginginkan kesepakatan jangka panjang. Sebuah sumber industri yang menjelaskan, dalam pembicaraan kedua belah pihak telah mempersempit perbedaan pada hak kekayaan intelektual, akses pasar dan defisit perdagangan AS yang hampir USD400 miliar dengan China. Tetapi perbedaan yang lebih besar tetap pada perubahan perlakuan China terhadap perusahaan milik negara, subsidi, transfer teknologi paksa dan pencurian cyber. Amerika Serikat menginginkan mekanisme yang kuat untuk memastikan komitmen reformasi China ditindaklanjuti. Sementara, Beijing masih bersikeras pada apa yang disebutnya sebagai proses yang adil dan obyektif. Trump mengatakan keputusan terbesar dapat dicapai jika ia bertemu dengan Xi, kemungkinan di Florida bulan depan. Orang nomor satu di Amerika itu menambahkan bahwa pertemuan mereka dapat saja menghasilkan sesuatu yang melebihi persoalan perdagangan. (berbagai sumber) n
Tag :

Berita Terbaru

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…

Hadapi Kekeringan 2026, Pemkab Trenggalek Siapkan Inovasi Ketahanan Pangan

Hadapi Kekeringan 2026, Pemkab Trenggalek Siapkan Inovasi Ketahanan Pangan

Selasa, 14 Apr 2026 13:48 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai upaya menghadapi kekeringan di Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek telah menyiapkan berbagai…