Keluhkan Lamanya Pemrosesan Batu Bara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Pemerintah Australia mengeluhkan lamanya pemrosesan batu bara di pelabuhan-pelabuhan China. Mereka pun tengah meminta klarifikasi para pejabat di Canberra dan Beijing terkait hal tersebut. Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham mengatakan, waktu pemrosesan untuk pengiriman batu bara Australia telah meningkat menjadi hampir 40 hari, dari sekitar 25 hari. Menurutnya hal tersebut tidak pernah terjadi sebelumnya. Penundaan itu telah memunculkan kekhawatiran sebagai reaksi China terhadap pelarangan Huwaei Technologies oleh Australia, sehingga dapat mengguncang pasar batu bara global dan membebani dolar Australia. “Masalah domestik China termasuk masalah lingkungan dan perlindungan industri batu bara lokal juga bisa berperan [dalam hal ini],” katanya, Mengenai hal tersebut, Birmingham enggan membesar-besarkannya. Menurutnya kedua negara hingga kini masih memiliki hubungan dagang yang baik. Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, spekulasi bahwa masalah penundaan tersebut karena pertengkaran diplomatik tidak membantu. “Saya pikir risiko besar dari hal tersebut akan menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran di sektor pertambangan dan sumber daya kami,” katanya kepada Australian Associated Press. Sementara itu, pada Jumat (22/2), Kementerian Luar Negeri China menyatakan tidak ada larangan impor batu bara dari Australia. Untuk lamanya proses administrasi karena upaya pejabat bea cukai untuk menganalisis dan memantau kualitas batu bara impor. Sebelumnya, laporan mengenai polemik impor batu bara Australia ke China ini dinilai tidak begitu berdampak pada pasar. Harga batu bara kokas keras premium di pasar spot yang dikirim dari Australia naik 3,8% pada Kamis (21/2) menjadi US$215,09 per ton, tertinggi sejak 2 januari. Demikian menurut perusahaan penyedia data Fastmarkets MB. Kabar pelarangan impor batu bara Australia ke China mengemuka, setelah pelabuhan Dalian, di Negeri Panda itu melarang impor komoditas tersebut. Hal tersebut juga sehari setelah pasar dilanda pengurangan pasokan oleh Anglo American Plc yang menutup tambang produksi terbesarnya di Queensland, Australia. Daniel Hynes, analis di Australia & New Zealand Banking Group Ltd mengatakan, jika terdapat larangan batu bara kokas, maka seharusnya berpengaruh pada pasar. Namun, katanya, sejauh ini bukan hal tersebut persoalannya. “Batu bara kokas premium sebenarnya naik [harganya]. Obroal kami dengan klien dan orang-orang kami di lapangan menunjukkan bahwa [impor] batu bara masih berjalan,” katanya sambungan telepon, Jumat (22/2). Australia merupakan produsen batu bara termal terbesar kedua di dunia, setelah Indonesia. Berdasarkan laporan Kementerian Perindustrian, Inovasi, dan Sains Australia, volume ekspor batu bara termal negara tersebut diproyeksikan mencapai 209 juta ton pada periode 2019-2020. Adapun pada periode 2017-2018, volume ekspornya mencapai 203 juta ton. China menjadi salah satu negara tujuan ekspor terbesar batu bara Australia. Volume ekspor komoditas itu ke China mencapai 30 juta ton pada 2017-2018, tumbuh tipis 3,4% dibandingkan volume ekspor 2016-2017 sebesar 29 juta ton. Ekspor batu bara ke China melambat pada September dan Oktober tahun lalu disebabkan oleh pembatasan impor, depresiasi yuan, dan rebound dalam produksi domestik.
Tag :

Berita Terbaru

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai merambah ke berbagai lapisan. Tak hanya p…

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…