Penyebab Harga CPO Menurun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Tren pelemahan harga Crude Palm Oil (CPO) masih akan berlanjut. Analis Asia Trade Point Futures, Deddy Yusuf Siregar, menilai pelemahan harga CPO disebabkan beberapa faktor. Pertama, kekhawatiran perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Sekadar informasi saja, perang dagang antara Amerika Serikat dengan China akan berakhir pada akhir bulan Maret ini. Kesepakatan ini akan disebut dalam pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping dalam beberapa pekan ke depan. “Pelaku pasar masih khawatir karena belum jelas apakah sepakat atau tidak,” ujar Deddy, Jumat (8/3). Faktor selain itu, Deddy bilang karena perlambatan ekonomi di China yang diproyeksi tumbuh 6 persen sampai 6,5 persen. “Nah ini berdampak ke harga CPO karena China merupakan pengimpor terbesar untuk produk CPO,” ungkapnya Tak hanya perlambatan ekonomi, pengaruh ekspor China yang menurun. Diakui Deddy turut melemahkan harga CPO. Dia melihat tingkat ekspor Februari yang turun 20,7 persen dan impor yang turun 5,2 persen dari tahun sebelumnya, memberi dampak buruk. Terakhir, adalah faktor produksi CPO di Malaysia yang diperkirakan hanya 20 juta ton, dan China sekitar 43 juta ton. Dan secara keseluruhan, produksi CPO global sekitar 72 juta ton. “Jika dilihat secara tren, harga CPO memang masih melemah hingga kuartal II-2019. Tetapi semoga saja bisa naik menjelang Ramadhan. Karena permintaan biasanya naik dari negara Timur Tengah,” pungkas Deddy Yusuf Siregar. Deddy memperkirakan harga CPO masih melemah. Diproyeksi bergerak di kisaran RM 2.150 sampai RM 2.120 per metrik ton. Sementara sepekan bergerak di kisaran RM 2.170 sampai RM 2.000 per metrik ton. Secara teknikal, harga CPO bergerak di bawah garis MA 50,100 dan 200. Kemudian indikator stochastic di area 21, begitu pula dengan indikator RSI di area 36 yang cenderung melemah. MACD juga berada di area negatif. Sehingga, Deddy merekomendasikan untuk jual. Harga kontrak pengiriman Mei 2019 di Malaysia Derivative Exchange pada Jumat (8/3) pukul 16.59 WIB, berada di level RM 2.126 per metrik ton. Angka ini turun 0,42 persen dari sehari sebelumnya yang ada di level RM 2.135 per metrik ton. Sementara dalam sepekan angka melorot 2,87 persen.
Tag :

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…