Empat Pengedar Sabu Jaringan Gresik–Surabaya Dibekuk, Polisi Sita Puluhan Gram Barang Bukti

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dan jajaran menunjukkan barang bukti kasus narkotika yang berhasil disita. SP/Maidid
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dan jajaran menunjukkan barang bukti kasus narkotika yang berhasil disita. SP/Maidid

i

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Upaya pemberantasan narkotika kembali menunjukkan hasil. Jajaran Polres Gresik berhasil mengungkap jaringan peredaran sabu lintas wilayah yang beroperasi antara Gresik dan Surabaya.

Dalam pengungkapan kasus kali ini, empat tersangka berhasil diamankan, masing-masing berinisial FJT (24), AHC (22), DDP (35), dan HVS (35). Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Kasus bermula dari penangkapan FJT pada Selasa malam (14/4/2026) di sebuah apartemen kawasan Kebomas. Dari tangan tersangka, petugas menemukan satu paket kecil sabu seberat sekitar 0,051 gram. Penangkapan ini kemudian dikembangkan oleh tim Satresnarkoba hingga mengarah ke jaringan yang lebih besar.

Pengembangan membawa petugas ke wilayah Pakal, Surabaya, di mana AHC ditangkap pada Rabu pagi (15/4). AHC yang merupakan residivis kasus pengeroyokan, kedapatan menyimpan delapan paket sabu dengan total berat sekitar 1,3 gram, lengkap dengan timbangan digital.

Tak berhenti di situ, polisi melanjutkan penyelidikan hingga ke Menganti, Gresik. Di lokasi tersebut, petugas mengamankan DDP, seorang residivis kasus narkotika, dengan barang bukti sembilan paket sabu dengan berat total sekitar 1,3 gram.

Pada waktu yang hampir bersamaan, tersangka lain berinisial HVS juga ditangkap di wilayah yang sama. HVS yang diketahui sebagai residivis kasus pencurian dengan kekerasan, diduga berperan sebagai pengedar utama. Dari tangannya, polisi menyita tujuh paket sabu dengan total berat mencapai sekitar 65,56 gram, serta timbangan digital dan kartu debit.

Kapolres Gresik Ramadhan Nasution mengungkapkan bahwa jaringan ini menggunakan metode transaksi “ranjau” dan sistem COD (cash on delivery), dengan pembayaran dilakukan baik secara tunai maupun transfer. Jaringan tersebut diketahui telah beroperasi sejak Desember 2025.

“Total barang bukti sabu yang berhasil diamankan mencapai sekitar 68,211 gram yang terbagi dalam 25 paket siap edar,” jelasnya.

Selain narkotika, polisi juga mengamankan sejumlah barang lain yang digunakan dalam aktivitas ilegal tersebut, seperti timbangan digital, beberapa unit telepon genggam, kartu debit, serta uang tunai hasil transaksi.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto KUHP terbaru. 

Tiga tersangka, yakni DDP, AHC, dan FJT, terancam hukuman penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun, serta denda dalam kategori berat. Sementara itu, HVS menghadapi ancaman lebih serius, yakni hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana maksimal dengan pemberatan.

Pihak kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Di akhir keterangannya, Polres Gresik mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam memerangi peredaran narkotika dengan melaporkan segala aktivitas mencurigakan melalui layanan Call Center 110 maupun hotline “Lapor Cak Rama". did

Berita Terbaru

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Rumah Sakit Darmayu yang viral di Media Sosial (Medsos) Face Book sejak Selasa (15/09/2026) kemarin pagi, akibat postingan keluarga…

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap berjalan, kendati Komisi Pemberantasan…

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Mojokerto – Empat abad setelah kelahirannya, pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari kembali dikaji untuk melihat relevansinya dengan persoalan z…

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Surabaya (IKASPEGABAYA) menggelar kegiatan jalan sehat dan gowes bersama, Minggu lalu. Kegiatan tersebut menjadi…

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI : Bagi pengemudi ojek daring, kurir logistik, dan pekerja lainnya yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, sepeda motor bukan sekadar…

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - TAR.tar.tar. Secara cepat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan operasional demi menjaga…