Ratusan Orang Keracunan Limbah Kimia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Tanjung Puteri - Kementerian Pendidikan Malaysia mengumumkan pada Rabu, 13 Maret 2019 bahwa 111 sekolah diliburkan, berkaitan dengan kasus keracunan zat metana dari sebuah sungai di Pasir Gudang, Johor Baru. Jumlah sekolah ditutup bertambah, setelah sebelumnya hanya berkisar 34 institusi. Hal itu sehubungan dengan meningkatnya jumlah korban. Per Rabu, sebanyak 506 orang dinyatakan menjadi korban insiden keracunan bahan kimia, dengan sembilan di antaranya masih menjalani perawatan intensif. Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad menegaskan bahwa tidak ada korban tewas dalam insiden nahas tersebut. "Saya ingin menekankan bahwa laporan yang sudah viral terkait adanya korban meninggal, itu tidak benar. Tidak ada korban tewas (dalam kasus ini)," kata Dzulkefly kepada sejumlah awak media di Pusat Operasi Manajemen Bencana, Kamis (14/3/2019). Otoritas Malaysia telah menyelidiki kasus ini, dan menangkap beberapa nama tersangka. Salah satu tersangka akan diadili pada Kamis, 15 Maret 2019. Hal itu disampaikan oleh Menteri Energi, Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Yeo Bee Yin. Kemungkinan Terjerat Tuntutan Berlapis Hingga saat ini Yeo belum mengontak jaksa agung, karena dia tengah menganalisis kasus dengan kemungkinan tersangka dapat dijatuhi tuntutan berlapis, dibandingkan sekedar kasus pencemaran lingkungan. Jika dituntut hanya dengan pasal pencemaran lingkungan, khususnya Undang-Undang Kualitas Lingkungan 1974, pelaku akan dihukum maksimal lima tahun penjara, dengan dengan RM 500.000 (sekira Rp 1,7 miliar). Yeo mengatakan bahwa kasus ini dapat pula dituntut dengan undang-undang pidana. "Sebagaimana Kementerian Lingkungan telah menyelesaikan investigasi, kita akan segera bergerak maju dan melakukan penuntutan namun tidak terbatas pada hukum ini (lingkungan). Pelaku dapat pula dijerat Undang-Undang Pidana Malaysia, dan kemungkinan, hukum lain juga," kata Yeo. Sebagai informasi, kepolisian setempat telah menangkap tiga terduga pelaku hingga saat ini. Direktur Jenderal Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Mohammad Hamdan Wahid mengatakan bahwa limbah kimia masih berpotensi bahaya hingga saat ini. Hal itu berkaitan dengan cuaca panas yang mampu menyebabkan reaksi kimia lebih lanjut. "Dikarenakan cuaca panas, limbah kimia mengeluarkan zat berbahaya kembali yang akan disebarkan dengan angin, kemudian menyebabkan banyak orang sakit," kata Wahid. Oleh karena sebab itu, langkah untuk menutup lebih dari 100 sekolah dianggap tepat demi keselamatan siswa dan segenap karyawan. Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Malaysia hanya meliburkan 34 sekolah pada Rabu pagi. Jumlah itu merujuk pada institusi pendidikan yang berada dalam radius tiga kilometer dari sungai yang mengandung limbah beracun. "Saya telah menginstruksikan seluruh sekolah yang berada dalam radius tiga kilometer untuk ditutup (diliburkan) secepatnya," kata Menteri Pendidikan Maszlee Malik. Keputusan tersebut menyusul tragedi keracunan bahan kimia yang menimpa 200 murid dan guru, pada Rabu pagi 13 Maret 2019. Otoritas setempat percaya bahwa insiden disebabkan oleh limbah beracun yang mengandung metana, dibuang ke sungai dekat dengan sejumlah sekolah di daerah selatan Negara Bagian Johor, Malaysia.
Tag :

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…